juu.

1.2K 203 27
                                    

satu kelas hanya melihat kepada satu orang, park jeongwoo

"apa apaan pada ngeliat ke gue? emang gue item?" batin jeongwoo yang membuang muka dari semua pandangan

"woo, itu kamu" bisik yeongue

"enak aja, gue putih ya!" jeongwoo langsung menutup mulutnya, nadanya terlalu kencang

"nah, itu, yang ngaku putih padahal kulit hitam sensei" ledek haruto yang masih setia menunjuk ke arah jeongwoo

satu kelas langsung kembali tertawa bersamaan mendengar ucapan haruto

jeongwoo mengercutkan bibirnya kesal "mentang-mentang lo mirip hanbin sunbaenim, seenaknya ya lo, awas lo habis ini" umpat jeongwoo pada haruto

"heh! jangan gitu kan setiap orang ras nya berbeda!" ucap jinhwan mendamaikan "heh! cukup! jangan ketawa lagi! gak boleh menghina atau membedakan teman kalian dari ras, atau apapun! kalian semua sama! harus rukun, satu kelas ini adalah keluarga!"

seketika para murid kembali terdiam

"idih, kakek gue sama dia aja beda, keluarga? ogah amat" desis haruto

jeongwoo kembali tersenyum "ily pak jinan!" ucapnya sambil memberikan simbol hati dari jari kepada jinhwan

"apa?? ily?? dia suka pak jinhwan?? dia mau ngerebut pak jinhwan?? gak akan gue biarin ya! awas lo!" batin haruto, perlahan tangannya mulai turun dan masuk kembali kedalam saku celananya

"saya gak jadi duduk disana"

"nyenyenye, siapa juga yang ijinin lo duduk disini??"

"gue tadi cuman ngasal ya? ngarep lo item!"

"bangs─ huh! alasan lo!"

"ngarep lo gue duduk beneran sebelahan sama lo??"

"ewh, mending gue duduk sama kembaran lo, si hanbin sunbaenim daripada duduk sama lo!"

"dih, kak hanbin juga gak bakal mau duduk sama lo!"

satu kelas kembali terkejut lagi kepada ucapan haruto, apa haruto salah kata?

"kak?? k-kamu udah deket sama h-han... h-han... han... b-bin??" tanya jinhwan grogi, yang benar saja mereka kembar dan mereka saling kenal

jinhwan akan selalu terbayang oleh mantan

"waduh gimana nih? emangnya 'kak' itu nandain kedeketan?" batin haruto yang mulai kebingungan

haruto memukul kepalanya, bodoh, seharusnya ini rahasia jika dia kenal dengan hanbin

eh tapi tunggu, bukankah hanbin yang mengatakan kepada haruto buat mereka tersadar jika hanbin sudah kembali? tapi apa harus menunjukkan juga jika dia kenal dengan hanbin?

"aduh, bodo, pusing gue" batin haruto

haruto kembali pada gayanya yang cool, dia berdehem sebelum kembali melanjutkan ucapannya "udahlah, gue ─eh saya duduk dibangku pojok sana sensei"

tanpa menunggu ijin dari jinhwan, haruto sudah menyelonong duduk di bangku pojok kelas, setidaknya dia memudahkan teman-temannya, dia tinggi dan duduk dibelakang

"biarin dia berkawan sama setan" ucap jeongwoo dengan nada sinis "gak boleh gitu, kasian dia tau woo, pingin rasanya aku temenin duduk" sahut yeongue sambil memandangi haruto dari kejauhan

"tau ah, gue ngambek sama lo gyu" jeongwoo menatap sebal sahabatnya

"aku cuman bercanda woo, jangan marah dong" yeongue kembali menggoda jeongwoo

"udah udah, ayo mulai pelajaran, haruto kamu pinjam buku saya dulu ya?"

"hai! pdkt gue bakal dimulai hari ini sama pak jinhwan!" batin haruto semangat "kashikomarimashita!"

haruto berlari senang menuju meja guru untuk mengambil buku jinhwan, tapi tiba-tiba muncul sebuah ide dikepalanya, agar dia bisa dekat lagi dengan jinhwan

"pak, saya gak bisa baca tulisan korea, ajarin saya dong pak"

sebenarnya ini adalah kenyataan, haruto memang tidak bisa membaca hangul

"dih!" umpat jeongwoo "kenapa woo?" tanya yeongue

jeongwoo yang masih kesal pada yeongue masih menatap sebal sahabatnya itu "g"

"ish, jeongwoo!" yeongue mengerucutkan bibirnya lucu

"umm... ya udah, hari ini gak ada penjelasan materi, saya mau ajarin haruto belajar menulis sama membaca hangul dulu"

jeongwoo dan semua temannya langsung bersorak-sorak senang

"tapi saya kasih tugas, karena ini sudah masuk semester 2, kalian rangkum bab 6 sampai 8"

suara sorakan seketika reda menjadi suara mengeluh sambat "oke, saya tinggal dulu, ketua kelas kalo ada yang rame catat ya?"

"siap pak!" sahut si ketua kelas

jinhwan tersenyum lalu menarik tangan haruto "hei, ayo ke ruangan saya"

"aduh kenapa gue kepikiran sensei sensei nakal yang ngajak muridnya nganu diruangan kerjanya ya?" batin haruto diselingi detakan jantung yang membuat nafasnya memburu

"kak hanbin, makasih banyak kak" batin haruto lagi








.
gomen nasai, maaf gak up, lagi banyak tugas ngerangkum :)
vomment ya !

♞ϟ - huh? ˓★﹆Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang