Xander menunggu Alice yang masih belum memasuki kamar nya dan ia masih berdiri di depan pintu gadis itu. Sementara dari kejauhan, suara gelak tawa sudah mulai terdengar membuat Xander sadar bahwa Alice sudah berjalan ke arah nya bersama dengan Logan yang masih asik menggoda gadis itu "Yak!! Xander? Ada apa?" ujar Alice dan Logan saat mendapati lelaki itu yang sedang berdiri di ambang pintu kamar mereka.
"Mengapa kau tidak masuk? Kau takut sendirian?" seru Logan sedikit menggoda Xander
Pasalnya mereka memang memutuskan untuk tidur satu ruangan dengan ranjang yang terpisah, Xander kan bisa masuk lebih dulu. Xander memutar bola matanya malas lalu menatap Alice "Aku ingin berbicara dengan mu, hanya berdua!" seru Xander membuat Logan seketika sadar
"Ahhh, aku akan masuk lebih dulu!" seru Logan lalu memasuki kamar mereka
Alice yang masih berdiri di depan Xander menatap pemuda itu dengan alis berkerut, tidak biasanya Xander mengajak nya untuk bicara dengan empat mata "Apa yang ingin kau katakan? Apa ini penting sekali?"
"Dengar, ayah ku menemukan sebuah ritual untuk mengembalikan ingatan itu. Dia ingin kau mencoba nya dulu!"
"Benarkah? Baik lah kalau begitu, lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?"
"Kita menemui ayah ku dulu, namun jika kau ragu. Kau bisa mengajak Logan untuk ikut serta!"
"Aku rasa aku lebih baik ikut juga, aku penasaran!"
Alice dan Xander menatap pintu kamar di depan mereka yang tiba-tiba terbuka dan menampilkan Logan yang memasang wajah sok imut nya, Xander tiba-tiba merasa bodoh. Untuk apa dia mengusir Logan jika mereka berbicara di depan pintu kamar? Sudah pasti Logan menguping apa yang sedang mereka berdua bicarakan.
"Baik lah, kalau begitu kita naik ke lantai atas dulu! Tapi janji jangan lari dari ku, jangan menyentuh apa pun di sana!" peringat Xander
Logan tersenyum sambil mengangguk "Tidak masalah! Itu bisa di selesaikan dengan mudah!"
"Baiklah, mari ikut dengan ku!"
Alice dan Logan berjalan di kedua sisi Xander, mereka mulai berjalan menaiki lantai dua. Di atas anak tangga, se-ekor kucing menatap mereka dengan kepala yang benar-benar tidak berpaling barang sedikit pun. Seolah dia akan melihat kesalahan mereka sekecil apa-pun itu. Alice tiba-tiba sadar apa yang dikatakan oleh Xander beberapa hari yang lalu, saat mereka terjebak dalam lantai dua rumah Xander yang juga menyimpan banyak misteri di dalam nya. Alice melirik Xander yang berada di sebelah nya, lelaki itu hanya fokus dengan jalan mereka.
Xander dan kedua sahabat nya berhenti di depan sebuah pintu, tangan Xander terulur dan mengetuk pintu berukiran naga itu Tokk..tok...tok.. "Masuk lah!"
Mendengar jawaban dari dalam, Xander menatap Logan dan Alice "Ingat apa yang sudah aku katakan sebelum nya bukan? Jangan menyentuh apa pun di dalam sana!"
Kedua nya mengangguk membuat Xander menekan knop pintu itu, pintu dengan ukiran naga itu perlahan terbuka menampilkan pemandangan di depan mereka. Sebuah meja kerja dengan orang yang sedang menatap mereka bertiga menjadi pemandangan pertama yang mereka dapat. Rak buku yang berjejer rapi di belakang meja kerja itu menambah kesan dingin yang tidak tersentuh. Arsitektur ruangan yang benar-benar mewah dan warna ruangan yang maskulin, menandakan bahwa pemilik dari ruangan itu adalah sosok yang tidak mudah tersentuh. Sebuah kucing yang tiba-tiba melompat ke pangkuan lelaki tua yang sedang menatap mereka membuyarkan ketakjuban Logan dan Alice, "kau sudah kembali? Tenang lah, aku yang menyuruh mereka untuk datang ke sini. Kau kembali lah!" seru Mr. Erick mengelus kepala kucing itu.Hewan berbulu hitam itu langsung turun dari pangkuan nya dan kembali berjalan keluar.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Last Weird (TAMAT)
Mystery / ThrillerAlice berada di dalam sebuah 'teror' yang terus memaksanya untuk mengingat apa yang ia lupakan. Xander hadir saat gadis itu merasa ingin menyerah menghadapi masalah-Nya. **** Memiliki kekuatan aneh yang 'katanya' adalah sebuah kecelakaan yang dilaku...