Sebelas: Tusukan Duri

33 2 2
                                    

Jika kau adalah salah satu dari sangat sedikit pria beruntung yang dilahirkan sebagai seorang pangeran, kemungkinan besar kau akan menjadi angkuh. Kau akan menjadi arogan, merasa dirimulah yang paling penting. Kau akan dipaksa menjadi seorang pengatur, karena semua orang menunggu titahmu. Kau akan menjadi sangat egois, tanpa simpati dengan kebutuhan orang di sekitarmu.

Aran memiliki semuanya — Antares paling tahu akan hal itu. Sedikit banyak, hal seperti itu tidak bisa dihindari. Tapi ia juga bisa menyebutkan sederet panjang alasan mengapa ia dicintai, walaupun ia angkuh dan arogan. Mengapa orang masih memenuhi permintaannya, walaupun ia egois. Ditempa dengan segala harapan dan tekanan, putra mahkotanya itu kuat dari terpaan masalah. Ia telah dipaksa dewasa dari umur yang sangat muda, tapi ia tidak lari dari tanggung jawabnya.

Di balik alis Antares yang telah memutih, matanya memandang raut Aran dalam-dalam. Ketika sedang tertawa seperti sekarang, ia terlihat seperti pria muda biasa. Mereka duduk berseberang-seberangan di meja yang sama.

Aran terlihat senang setiap kali mengunjungi kediaman mungil Antares di pesisir Kitala. Terutama jika Kishar, anak tunggalnya, memasakkan sesuatu untuknya. Ia bisa bercanda hingga anak sepuluh tahunnya itu bergulingan di atas bantal karena tertawa geli. Mereka berlaku seperti teman lama.

Suatu hari beberapa tahun yang lalu, Aran berteriak keras pada Antares. Itu adalah pertama kalinya. Tidak peduli setinggi apapun status Aran sebagai pangeran, Antares tetap adalah jenderal senior yang terpandang, seseorang yang lebih tua. Tapi hari itu adalah pengecualian — Aran benar-benar marah. Ia bertanya dengan keras kenapa Antares tidak pulang semalam, yang dijawab dengan kebingungan murni dari Antares.

"Semalaman hamba di pelabuhan, memeriksa barang-barang kiriman Yang Mulia dari Birdaun."

"Dia menunggu semalaman untuk kepulanganmu, walaupun ia tidak sehat," Aran berusaha mengendalikan suaranya. "Tadi pagi ketika aku datang untuk memberi hadiah ulang tahunnya, dia sakit di tempat tidur."

Mungkin sejak hari itu Antares menyadari Aran sudah lebih dari sekedar pangerannya. Ia telah menjadi bagian keluarganya. Antares menyanjungnya sebagai seorang pangeran, mengasihinya sebagai anaknya sendiri.

Ia juga mulai piawai membaca suasana hati Aran. Seperti kini, ia tahu ada sesuatu yang mengusiknya. Di tengah canda tawanya dengan Kishar, ia berhenti, tawanya meredup menjadi senyuman tipis.

"Ada apa, Pangeran?" Antares bertanya, memanfaatkan kesempatan ketika Kishar bangkit dan membawa piring dan cawan untuk dicuci di belakang.

"Apa pendapatmu tentang seseorang yang tidak setia? Apa aku harus menghukumnya, walaupun ia adalah orang terdekatku?"

Hati Antares terhenti sejenak.

Tapi kemudian Antares memaksakan sebuah senyum. Meyakinkan dirinya sendiri bahwa Aran tidak tahu kejadian yang terjadi bertahun-tahun yang lalu. Ia kini yakin pangerannya sedang membicarakan seseorang yang lain, dan ia menjawab, "Hukuman atau pengampunan, keduanya adalah hak bagi Pangeran untuk memilih."

Detik-detik yang mengikuti jawaban Aran terasa seperti yang terlama bagi Antares. Pandangan Aran mengembara ke atas meja makan yang kini telah kosong, kemudian pada lukisan di dinding hadapannya.

"Aku sudah memikirkan tentang Tethys," sambung Aran dengan tatapan hampa. "Aku memikirkannya setiap hari. Tentang apa aku harus pergi, apa aman untukku untuk pergi. Sudah lama sejak terakhir aku meninggalkan Kitala. Sejak kedatangan Lethia, aku baru sadar betapa sedikit yang aku tahu tentang dunia luar sana."

Antares terdiam pada penggunaan nama panggilan itu, lalu menyadari maksud Aran. Ia memilih untuk tidak berkomentar apa-apa tentangnya.

"Kepergian Pangeran ke Tethys akan disertai Jenderal Rastaban, bukan? Kudengar Yang Mulia juga akan mengirimkan Jenderal Rankiras ke sana untuk membantu pelatihan bersama prajurit gabungan Kitala-Birdaun. Pangeran lebih dari aman, ditambah dengan kemampuan dan kekuatan Pangeran sendiri."

Lapis Lazuli (COMPLETE STORY)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang