Hyunjae memesan robot wanita. Namun yang ia dapatkan seorang robot laki-laki yang bernama Juyeon.
Ia membenci Juyeon karena ia harus menunggu selama setahun lagi untuk mendapatkan robot yang ia inginkan.
Tetapi Hyunjae sadar, 1 tahun bukanlah waktu...
Juyeon menatap ke atas melihat mansion dihadapannya. Mansion itu tidak terlalu besar, namun memberikan kesan minimalis dan nyaman untuk ditempati. Ditambah letak mansion itu dipinggir kota, hampir masuk kedalam area perbukitan, membuat suasana mansion tersebut semakin nyaman.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ini rumah Hyunjae, tetapi gua akan sering kesini untuk yaa... mengantarkan kerjaan dia atau mengawasi dia, bahkan mengingatkan dia buat makan, tidur, dan mandi. Hah seperti ibu tirinya saja!" Younghoon mengeluh sambil memijit kepalanya ringan.
Juyeon melihat ke arah sekitarnya. Iya. Dia sangat suka dengan suasana disekitar mansion ini. Tidak terasa Juyeon mengeluarkan senyum kecil. Younghoon yang melihatnya, ikut tersenyum kecil.
"Nah! Ayo masuk. Walau gua yakin, si curut satu belum pulang." Juyeon menatap ke arah Younghoon bingung.
"Ya.. siapa lagi kalau bukan Lee Hyunjae. Gua yakin jam segini dia masih berada di bar, menghabiskan uangnya untuk minum-minum. Haaa... bisa gila aku jadi sahabatnya." Younghoon berjalan mendahului Juyeon, dan mengetik sandi untuk membuka pintu.
"Selamat datang di kediaman Lee Hyunjae yang hanya di huni setiap malam. YA LEE HYUNJAE CEPETAN PULANG!" Younghoon berteriak entah kepada siapa. Juyeon masuk dan mengedarkan tatapannya ke setiap sudut rumah. Rumah yang tertata rapih dan sangat minimalis, dengan desain dinding kaca yang membuat kesan modern.
"Eh, Younghoon. Itu siapa disebelahnya?" Seorang ibu datang dari arah belakang rumah. Younghoon dan Juyeon langsung membungkukkan badan mereka.
"Ah halo bibi Jung. Ini Juyeon. Ia... robot yang Hyunjae bicarakan sejak kemarin. Mungkin ia akan tinggal disini untuk sementara? Sampai Hyunjae mendapatkan pengganti Juyeon." Bibi Jung menatap Juyeon sambil tersenyum lebar.
"Ah halo Juyeon. Saya bibi Jung, pengasuh Hyunjae dari kecil. Kalau ada apa-apa, beritahu saya saja ya. Jangan sungkan-sungkan selama ada disini." Juyeon tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu, saya ijin ke belakang dulu. Harus menyelesaikan masakan untuk Hyunjae. Younghoon akan makan disini? Atau kembali?" Baru saja Younghoon ingin membalas, sebuah panggilan masuk kedalam HPnya.