Chapter 54. Pain Lord

152 15 1
                                    

Di sisi lain, Rikka mulai tersadar. Sebelumnya, ia kehilangan kesadaran setelah Bella menendangnya dan ia menghantam bangunan. Ia menghantam bangunan dengan sangat keras hingga rasanya tulang-tulang retak. Apapagi, tendangan Bella saja sudah cukup untuk menghancurkan barisan tulang rusuknya. Jika ditambah dengan hantaman tembok, maka hampir seluruh tulang di bagian atas Rikka sudah retak atau hancur.

"Uhuk! Uhuk!" Rikka terbatuk begitu kesadaran dirinya kembali.

Setelah sadar, ia mencoba menyingkirkan reruntuhan bangunan yang menindih tubuhnya. Karena Rikka tidak bisa merasakan apa-apa di bagian bawah, sudah dipastikan kalau tulang kakinya hancur. Ya, dirinya memang bisa menyembuhkan itu dengan sihir. Tapi, itu akan membutuhkan banyak sekali energi jika digunakan untuk memulihkan segala luka yang ada di tubuhnya. Sedangkan, ia sudah menggunakan banyak energi ketika menggunakan sihir rahasia [Rangkaian Bintang]. Energi yang tersisa untuknya itu mendekati nol.

Sebenarnya, Rikka bisa saja menyembuhkan luka-luka tubuhnya. Itu jika dirinya menggunakan [Bintang Pengorbanan] lagi seperti ketika dirinya menjadi Lara Fantasi. Pengorbanan yang diperlukan memanglah jiwanya, tapi itu adalah pertukaran yang setara. Jika saja ia mendapatkan buff luar biasa dari [Bintang Pengorbanan], mungkin dirinya bisa setara dengan monster iblis bernama Leviathan. Tapi, di lapangan itu bukan hanya ada Leviathan. Di sana ada Belphegor dan Lucifer. Apalagi, Rikka sekarang merasakan kehadiran dari Mammon. Sangat buruk jika melawan mereka semua sekaligus.

"Re-Time!" Terdengar suara wanita dengan nada malas dari atas reruntuhan bangunan yang menindih Rikka. Rikka sama sekali tidak bisa melihat wanita itu karena tertutup reruntuhan bangunan.

Tiba-tiba, segala luka yang dimiliki oleh Rikka sembuh dalam seketika. Bukan itu saja, bangunan yang runtuh itu mulai kembali. Itu seperti seseorang memutar balik waktu terhadap Rikka dan bangunannya. Membuat Rikka terpukau karena orang itu bisa menggunakan sihir seluar biasa ini. Padahal, sihir waktu adalah sesuatu yang membutuhkan ketekunan dalam menguasainya. Siapakah yang menggunakan sihir itu, Rikka ingin tahu. Kalau bisa, ia ingin orang itu mengajarkan sihir waktu.

Waktu diputar balik. Bangunan yang runtuh mulai kembali seperti Rikka menghantamnya dengan keras. Lalu, ia juga sepertu kembali ketika sebelum dirinya nenghantam. Layaknya seperti sebuah film yang dibuat Christoper Nolan. Namun ini bukanlah menggunakan teknologi dari masa depan, melainkan menggunakan sihir yang susunannya sangat rumit.

Rikka dibuat kagum begitu dirinya melayang di udara dan kembali ke tempatnya sebelum dirinya di tendang Bella. Begitulah pikiran awalnya. Tapi semuanya berubah begitu melihat diriku yang berdiri di hadapannya. Ia langsung melebarkan matanya seakan sangat terkejut melihat diriku selamat dari tusukan sadisnya itu.

"Bagaimana mungkin?" tanya Rikka dengan ekspresi terkejut yang sangat lucu.

Aku hanya tersenyum sombong begitu Rikka yang berada di hadapanku memasang ekspresi terkejut. "Menusuk jantungku dan membuat sihir penyembuh tidak bekerja belum tentu bisa membunuhku."

Rikka semakin terkejut begitu mendengar jawabanku. Ia pastilah mengira diriku tidak memiliki regenerasi diri sehingga dirinya menusuk diriku dan membuat sihir penyembuh tidak bekerja. Ya, itu adalah fakta lima menit yang lalu. Sekarang aku memiliki sebuah kemampuan yang disebut dengan [Regenerasi Tanpa Batas] dan [Regenerasi Super Cepat]. Luka yang disebabkan oleh Rikka sembuh hanya dalam beberapa mili detik.

"Haruskah aku berterima kasih kepadamu?" tanyaku kepada Rikka dengan senyum sombong yang masih menggantung di bibirku.

"Ke-kenapa?"

Aku semakin melebarkan senyum itu hingga gigi-gigiku terlihat. Entah mengapa, gigi taringku semakin panjang sejak aku memiliki kekuatan. "Karena kau telah membangkitkan kekuatanku yang tersegel."

Bagaimana Mungkin Aku Adalah Raja Iblis?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang