Bagian 28 || Siapa yang benar?||

18 21 0
                                    

Mobil hammer  Logan sampai di rumah besar bertingkat itu, Logan dan Alice sudah turun duluan. Namun Xander tidak, lelaki itu masih menatap rumah itu. Rumah yang memang memiliki banyak rahasia yang tidak bisa ia ungkap kan dengan sebuah kebenaran. Siapakah yang harus ia percaya? Oliver yang dulunya adalah sosok sahabat untuk nya atau lelaki yang sudah merawat nya sejak dulu. 

Kaca pintu mobil di sebelah nya di ketuk, Xander memalingkan wajah nya dan menatap Alice yang juga sedang menatap nya dari luar. Xander menarik nafas nya dalam, ia lalu keluar dari dalam mobil dan menatap kedua sahabat nya "Jika kau tidak ingin membicarakan nya pada kami, itu tidak apa Xander. Pasal nya, kau seperti memiliki beban berat setelah berbicara dengan mereka!" ujar Logan menepuk bahu Xander dan  lebih dulu memasuki rumah itu. Sengaja meninggalkan Alice dan Xander. 

Alice masih berada di belakang Xander, tangan nya ter-ulur hendak menggapai pundak lelaki itu. Namun tertahan di udara, ia kembali menarik tangan nya dan hendak berbalik. Namun sebuah pelukan tiba-tiba dari belakang nya membuat Alice sedikit terkejut. Ia hendak melepaskan pelukan Xander, "Jangan Alice, sebentar saja. Aku mohon!" pinta  Xander mempererat pelukan nya pada Alice 

Alice diam, tidak bisa berkata apa-apa sekarang. Rasanya sedikit berbeda saat Xander memeluk nya. Cukup lama mereka saling berpelukan, hingga Logan yang menatap mereka dari balik kaca hanya menghela nafas nya dalam dan berbalik. Ia memilih memasuki kamar tidur nya dan berusaha untuk menjernihkan pikiran nya. Alice itu sudah ia anggap sebagai adik sejak dulu, namun mengapa rasanya ia tidak bisa merelakan gadis itu dimiliki oleh orang lain? 

Namun saat Logan sudah tida lagi terlihat, sosok lelaki bertubuh jakung. Rambut cepak dan berpakaian putih itu menatap apa yang baru saja ia lewatkan. Dan seketika itu juga ia sadar bahwa sosok lelaki yang masih berada di bawah sana telah memasuki fase remaja nya. Ia menarik kedua sudut bibir nya dan ikut berlalu dari sana. 

Sementara Xander, dia menarik nafas nya dalam. Menghirup aroma rambut Alice yang selalu berhasil membuat nya tenang. Dari dulu, aroma rambut Alice selalu sama dan Xander tidak pernah bosan menyukai aroma itu. Tangan Xander dengan perlahan mulai melonggar dan melepaskan Alice yang berada di dalam dekapan nya. Ia menatap Alice yang juga sedang menatap nya.

"Apa yang sedang ada di dalam pikiran mu. Kau bisa membagi nya dengan kami Xander, kau tidak sendirian. Kau punya aku dan juga Logan. Kita sudah terjebak bersama dan harus mencari tahu apa yang sebenarnya hal yang kita lupakan itu. Aku tidak ingin kau, atau pun Logan merasa bahwa hanya kalian yang terjebak di keadaan ini. Tapi aku juga, kita bertiga dan yang akan mencari jalan keluar nya adalah kita juga!" ujar Alice menghapus air mata Xander yang tiba-tiba menetes. 

Xander tidak bisa berkata apa-apa lagi, apa yang ia dapat sekarang. Apa yang keluar dari mulut gadis di depan nya, adalah satu-satu nya yang membuat hari-hari kelam Xander sedikit berwarna. "Terimakasih sudah selalu ada bersama kami Alice" seru Xander yang lagi-lagi membawa Alice ke dalam dekapan nya. Ia menarik nafas nya dalam dan tersenyum saat Alice membalas pelukan nya juga di sela air mata nya yang tidak malu untuk keluar. 

***

Xander menatap ruangan yang sama, ruangan yang sudah beberapa kali ia datangi. Pintu terbuka dan "Xander? Kau di sini? Bagaimana dengan ritual itu? Apa itu berhasil?" seru mr.Erick yang memasuki ruangan nya. Ia memang sedikit terkejut mendapati bahwa ada orang yang berada di dalam ruangan nya, namun karena tau bahwa itu adalah Xander. Perasaannya tidak terlalu khawatir lagi. 

Xander duduk "Tidak berhasil, mereka berkata bahwa Alice di lindungi oleh sebuah sihir yang kuat!" 

Mr.Erick menatap Xander, "Sudah aku duga, ini benar-benar sedikit sulit! Lalu, apa yang mereka katakan?" 

The Last Weird (TAMAT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang