Luluhnya seorang Zayan

8 1 0
                                    

Assalamualaikum guys. Waduhh maaf nih. Udah dua minggu lebih gak up. Aku lagi gak ada ide aja buat nulis. Lagi kekurangan semangat kemarin kemarin. Tapi tenang aja. Today, aku kembali menemukan semangatku untuk menulis.

Semoga aja kalian masih setia membaca cerita ini.

Happy reading everybody

***

"karena meminta maaf setelah membuat kesalahan itu adalah sikap terpuji"

***

Keheningan malam dengan dinginnya suasana perkampungan membuat semua penduduk desa terlelap dalam tidur. Biasanya, sekitar jam tujuh hingga sepuluh malam, banyak warga yang berlalu lalang di luar rumah.

Namun malam ini berbeda. Bagaimana tidak, dari siang tadi hujan mengguyur seluruh wilayah Bandung. Semua orang pun memilih istirahat di rumah dan melanjutkan kegiatan besok pagi.

Begitu juga kakek Sudiro dan nenek mayang. Seusai makan malam bersama Zayan dan Mentari, keduanya memutuskan untuk beristirahat lebih awal.

Sedangkan Mentari, gadis itu melanjutkan video tentang kopi yang di tontonnya pagi tadi. Dan zayan, lelaki itu duduk berhadapan dengan Mentari di ruang tamu. Ia duduk diam tanpa bicara sepatah kata pun.

Zayan terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.

Namun, lelaki itu sedikit terkejut ketika mendengar suara mentari yang sedikit keras.

"owh. Berarti kopi itu punya banyak jenis dong! Gue baru tahu lho" ucap mentari dengan pandangan tetap ke arah ponselnya.

Suasana kembali hening. Mentari kembali diam dan menyimak video tersebut.

"jadi kopi ada yang hitam juga? Kirain cokelat semua! " ucap mentari dengan serius. Gadis itu bahkan heboh sendiri.

Zayan yang merasa terganggu dengan kelakuan gadis itu akhirnya melangkah pergi meninggalkan mentari. Namun, sebelumnya ia melihat mentari dengan tatapan kesal.

Dasar cewek aneh. Suka banget berisik di sembarang tempat. Begitulah kata hati zayan pada gadis itu.

Namun, ketika zayan hendak melangkah meninggalkannya, mentari pun menahan lelaki itu dengan menarik tangannya dan meminta zayan untuk duduk kembali.

Zayan menoleh tanpa berbicara.

"zay. Jangan pergi dulu! Gue mau nanya sesuatu!" pinta mentari.

Seketika zayan melepas tangan mentari dan menolaknya.

"gak. Lo berisik. Gue lagi banyak pikiran! " jelas zayan.

Mentari pun menunjukkan ekspresi cemberutnya.

"lo tega sama cewek cantik yang baru aja sembuh dari sakitnya kemarin?" tanya mentari seakan kecewa pada lelaki itu.

Zayan melihatnya dengan jijik.

"mau nanya apa? " tanya zayan dengan nada ketus.

Ia pun duduk kembali.

Mentari tersenyum lebar. Akh, sungguh menyenangkan membuat lelaki kaku itu kesal.

"gue mau nanya tentang jenis jenis kopi. Dan-

Ucapan mentari terpotong ketika zayan menghela napas dengan kasar dan mengaruk kepalanya. Zayan terlihat frustrasi pada gadis itu.

"tari, lo benar-benar gak masuk akal tau gak! "

Mentari melihatnya dengan kebingungan.

"why? " tanya mentari dengan sinis. Seakan ia tak menerima ucapan zayan.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 15, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Hi, Mr CoffeeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang