11

193 42 0
                                    

PERINGATAN!!!

Cerita ini mengandung muatan dewasa dan berat seperti kekerasan, bullying, kata - kata kasar, dll. serta mengambil latar di Korea Selatan dan memuat tokoh dengan nama idol dan nama - nama orang korea, namun bukan maksud penulis untuk membuat citra buruk negara terkait di mata para pembaca.

Bagi pembaca yang belum cukup umur atau tidak nyaman dengan konten tersebut,

TIDAK DIANJURKAN UNTUK MEMBACANYA

Jadilah pembaca yang bijak dalam memilih

















"Kau ternyata sama saja dengan yang lain, Mingyu-ssi" ucap seseorang itu kemudian berjalan mendekat ke arahnya. 

"Jennie-ssi? Apa yang kau lakukan di sini? Kenapa kau tidak pulang?" tanya Mingyu keheranan karena ini sudah jam 2 pagi tapi seorang gadis malah berdiri di lorong sepi dan gelap seperti ini. 

"Jangan mengalihkan pertanyaanku" ucap Jennie kemudian mendekat ke arah Mingyu. Bahkan sangat dekat hingga jarak keduanya hanya sekisar sepuluh sentimeter saja.

"Aku harus menjawab apa jika aku saja tidak tau apa maksud dari pertanyaanmu itu" kata Mingyu sembali menghela nafas kecil. Oh ayolah ia sangat lelah sekarang. Ia hanya memiliki beberapa jam untuk tidur kemudian kembali masuk ke sekolah. 

"Untuk itukah kau mengubah penampilanmu? Agar bisa menarik perhatian dari lawan jenismu dan dikelilingi wanita yang rela memberikan harga dirinya padamu? Seperti itukah?" jelas Jennie pada Mingyu dengan sorot mata yang menggambarkan kemarahan. 

Menghela nafasnya kembali dan menatap lekat mata kucing memabukkan milik gadis itu. 

"Aku tidak mengerti arah pembicaraanmu itu, Jennie-ssi" ucap Mingyu tanpa menjawab pertanyaan yang disodorkan padanya. 

"Aku tau kau adalah pemuda bertubuh gembal, berbadan pendek dan berkacamata yang menjadi pekerja paruh waktu di sebuah pom bensin dan minimarket di Busan. Kau tentu saja pernah melihatku bukan?" ucap Jennie yang membuat Mingyu terkejut. 

Oh ayolah, penampilannya yang sekarang dengan yang dulu sangatlah berbeda. Bagaimana mungkin Jennie bisa mengenalinya hanya dengan bertemu beberapa kali di minimarket? Bahkan saat pulang kembali ke Busan, Mingyu saja tak yakin apakah sang ibu akan mengenalinya atau tidak dengan penampilannya yang sekarang. Dan kini? Gadis yang berdiri di depannya ini justru mengenalinya dengan baik. Apakah ia akan menjadi korban pembullyan dan dianggap melakukan operasi plastik? Ia tidak senekat itu. 

"Ku pikir kita tidak cukup dekat untuk mengetahui masalah pribadi seperti itu. Aku permisi" ucap Mingyu kemudian berlalu hendak meninggalkan gadis itu. Namun saat dirinya baru akan melangkah, kakinya mendadak kaku dan emosi dalam tubuhnya meluap begitu saja. 

"Menjadi korban pembullyan oleh Lee Chul Mo  dan anteknya, kemudian merengek ingin pindah sekolah pada sang ibu. Berkata pada tuan Yunho bahwa ingin merubah penampilannya agar tidak kembali menjadi korban perundungan di sekolah baru. Namun sepertinya penampilanmu yang berubah itu menjadi membuatmu ingin mendapatkan mainan baru bukan?" cercah Jennie dengan mulut pedasnya. 

"Apa kau memata - mataiku nona kaya?" ucap Mingyu dengan emosi tertahan. Ia tidak mungkin memukul seorang perempuan yang meskipun kata - kata sialan itu keluar dari mulut pedasnya. 

"Apa menurutmu aku pria bajingan seperti itu? Dan karena kau mengetahui masa laluku kau ingin menjadikanku bahan perundungan? Silahkan saja. Orang kaya memang suka menindas rakyat kecil bukan? Maka lakukanlah sesukamu. Aku muak dengan orang sepertimu" lanjut Mingyu kemudian kembali melanjutkan langkah kakinya yang tertahan. Menabrakkan tubuhnya pada bahu kecil Jennie yang membuat tubuh mungil itu limbung. 

The UndergroundWhere stories live. Discover now