Chapter 61. Kekacauan Yang Merayap

95 10 0
                                    

Aku sempat tidak percaya dengan apa yang terjadi. Tapi, kenyataan yang ada membuatku percaya. Ledakan energi yang begitu besar hingga membuat segala aspek dunia ini berubah berasal dari Raphael. Karena ledakan energinya itu, beberapa lempeng planet bergerak dan menciptakan gempa yang sangat besar. Kekacauan terjadi di penjuru dunia. Aku yakin salah satu benua di dunia ini sudah hancur.

Bukan itu saja, kandungan udaranya juga berubah. Seharusnya udara di sini di dominasi oleh oksigen lalu kedua adalah energi. Tapi semenjak ledakan, energi langsung mendominasi udara. Oksigen terus menipis hingga ketitik di mana itu sangatlah sedikit untuk satu orang bernapas selama sehari. Sepertinya, ledakan energi itu menghancurkan berbagai struktur di dunia ini.

Oh iya, ada satu hal lagi yang membuatku terkejut. Yaitu, barier Viani retak akibat ledakan itu, benar-benar sesuatu yang mencengangkan. Barier itu tercipta dari sihir spasial yang membuatnya begitu kuat. Ada dua cara untuk menghancurkan barier itu, yaitu dengan menghancurkan alam semesta atau membunuh Viani. Tapi, keduanya seharusnya tidak mungkin. Jadi, barier Viani dapat dikatakan sebagai perlindungan spasial mutlak.

Kenyataan kalau barier Viani retak membuatku tercengang. Padahal barier yang diciptakan Viani lebih kuat daripada barier ciptaan Zebian. Bahkan bosa diyakinkan kalau itu mampu menahan Tania yang mengamuk. Tapi, itu retak karena ledakan energi yang begitu dasyat.

"Bagaimana bisa ledakan energinya sebesar itu?" tanyaku yang bisa melihat energi berwarna putih melayang-layang di udara. "Dan kenapa Raphael lebih kuat daripada sebelumnya?"

Jika itu hanyalah ledakan energi, aku tidak akan begitu terkejut seperti ini. Ledakan energi tidak akan membunuhku, aku memiliki regenerasi yang kecepatannya tidak ngotam. Bahkan regenerasi itu mungkin masih berfungsi di dunia yang berhenti atau time stop. Tapi, ledakan energi itu diiringi dengan Raphael yang bertambah kuat. Perlahan demi perlahan, kekuatan Raphael meningkat. Menbuatku terkejut.

Dari pertarungan Feri dengan Raphael saja, aku mengetahui kalau ia memiliki pengalaman tempur yang sangat banyak. Jika ia memiliki kekuatan yang besar disertai dengan pengalaman itu, aku tidak yakin Feri mampu menahannya. Tidak, aku bahkan tidak yakin mereka bertujuh bisa mengalahkan Raphael yang kekuatannya terus meluap.

"Ini pasti karena skill Raphael, yaitu skill [Guard]," jawab Viani yang nampaknya lebih memperkuat pertahanan diriku.

"Skill [Guard]?" tanyaku yang sama sekali tidak mengetahui perihal skill-skillan.

"Ini adalah skill yang dimiliki para archangel pelindung. Efeknya adalah mendapatkan kekuatan dari teman-temannya yang gugur. Itu berarti kekuatan para Seraphim diambil oleh Raphael," jawab Viani dengan wajah seriusnya. "Ini mirip dengan skill [Claimer] milik tuan."

Sepertinya memang begitu. Walau aku tidak mengetahui persyaratan mengambil kekuatan orang dengan skill [Claimer], skill Raphael sedikit mirip dengan milikku. Aku tidak tahu mana yang lebih kuat antara skillku dan skill Raphael, tapi sepertinya skillku lah yang lebih kuat. Menurut analisis otak keduaku, skill Raphael terbatas pada rekannya yang berada di bawahnya. Itu berarti yang sejajar atau di atas Raphael tidak akan dianggap rekan.

"Bukankah itu berarti Raphael memiliki kekuatan tiga puluh Seraphim?"

"Benar. Maka dari itu, kita harus melaksanakan rencana tuan."

Benar juga. Aku harus melaksanakan rencanaku. Jika tidak, Raphael akan bisa mengalahkan kami semua. Aku tidak tahu apakah diriku diberikan plot armor lagi atau tidak, yang pasti aku harus bergegas mengakhiri ini. Kekuatan Raphael saat ini tidak akan bisa kita kalahkan dengan mudah. Jadi, lebih baik untuk mengakhirinya.

Aku langsung berlari menuju tengah lapangan yang telah hancur berantakan. Pedang yang terbuat dari aura Rikka berada di tangan kananku. Aku melonggarkan dasi abu-abu dan membuka kancing atas. Perlahan, aku mengkonsetrasikan diriku hingga di titik di mana aku hanya menatap pedang. Namun, keselamatanku lebih penting.

"Semuanya! Aku perintahkan kalian menahan Raphael! Jangan biarkan dia menyentuhku! Aku akan menyerahkan perlindunganku kepada Zebian dan Viani!" Aku tidak tahu apakah mereka mendengarnya atau tidak, tapi sepertinya mereka mendengarkanku.

" "Baik!" "

Aku mengembuskan napas perlahan. Kemudian, aku memegang pedang dengan kedua tanganku. Mata pedang kuarahkan ke tanah, hingga membuatku seperti ksatria yang sedang berdiri. Lalu, aku mulai berkonsentrasi kembali dan mengeluarkan aura halus secara perlahan.

Aura-aura berwarna hitam yang menyelimutiku membuat diriku merasa hangat. Aku mengarahkan aura itu ke pedang dan mulai melakukannya. Setelah aura, aku mulai memasukan energi yang cukup banyak. Energi itu cukup untuk menghancurkan sebuah benua sebesar benua amerika. Tapi, karena aku terus mengkonsentrasi energi itu. Sehingga energi itu cukup untuk menghancurkan tata surya.

"Engkau yang merupakan perwujudan dari kekacuan. Dewa yang menyebarkan teror di mana pun. Atas nama Devan Steviano, aku memanggilmu. Bukan untuk menjadikanku budak atau bawahan, namun untuk menyebarkan teror di dunia ini. Membuat kekacauan yang dapat membuat siapapun takut ... "

Mengaktifkan [Otoritas Sub-Tuhan] ... Berhasil!

Apakah kalian pikir ini aneh? Sebenarnya ini tidaklah memerlukan sebuah mantra yang panjang. Tapi karena prosesnya panjang, aku jadinya merapalkan kata-kata yang kupikirkan. Lagipula, aku memerlukan pendalaman untuk membuat ini berhasil. Jadi, aku merapalkan mantra yang diriku sendiri buat.

Mengaktifkan salah satu kemampuan [Otoritas Sub-Tuhan], yaitu mengacaukan hukum ... Berhasil!

Mengaktifkan salah satu kemampuan [Otoritas Sub-Tuhan], yaitu mengacaukan sebab-akibat ... Berhasil!

Sejauh ini, prosesnya berjalan dengan lancar. Dengan kecerdasanku yang luar biasa ini, aku dapat melakukannya dengan sangat mudah. Tidak ada masalah yang berarti, kecuali aku bingung ingin merapalkan kalimat apa. Jika aku sampai kebingungan, konsentrasiku akan kacau dan akhirnya gagal. Aku harus memikirkannya dengan cepat.

Mengaktifkan salah satu kemampuan [Otoritas Sub-Tuhan], yaiti mengacaukan konsep alam semesta ... Berhasil!

Jujur saja, kemampuan mengacaukan konsep alam semesta membuatku bingung. Aku saja tidak tahu konsep tentang alam semesta ini, jadi apa yang ingin kukacaukan membuatku bingung. Tapi sepertinya konsep yang dimaksud adalah sesuatu yang sedang berlaku dan diluar atau sepaket dengan hukum. Salah satunya mungkin adalah konsep pahlawan sejati. Tapi, pahlawan sejati nampaknya sudah habis semua.

Aku tidak tahu apakah kematian masuk dalan konsep itu atau tidak, tapi sepertinya iya. Jika begitu, aku bisa mengacaukan konsep itu hingga membuat segalanya abadi atau membuat segalanya mati. Benar-benar mengerikan.

"Tidak ada yang akan menghalangimu. Karena kau adalah sang kekacauan itu sendiri. Kacaukan lah! Sebarkanlah teror! Wahai engkau kekacauan yang merayap! Aku ingin engkau mengacaukan alam semesta ini!"

Mengaktifkan salah satu kemampuan [Otoritas Sub-Tuhan], yaitu mengacaukan realitas ... Berhasil!

Eh? Mengacaukan realitas? Apa maksudnya itu?

Menerapkan kemampuan yang telah diaktifkan ke pedang suci ... Berhasil!

Mengkompresikan energi ... Berhasil!

Mengkonsentrasikan energi ... Berhasil!

Menciptakan inti kehancuran dengan dasar energi dan kemampuan yang telah diaktifkan ... Berhasil!

Merubah inti kehancuran menjadi inti kekacauan ... Gagal!

Merubah inti kehancuran menjadi inti kekacauan sekali lagi ... Gagal!

Eh? Kenapa gagal terus?

Aku sempat bingung dengan apa yang terjadi. Proses akhir dari segalanya gagal dan gagal. Jika begini terus, inti kehancuran akan menjadi tidak terkendali dan aktif dengan sendirinya.

Merubah inti kehancuran menjadi inti kekacauan dengan bantuan skill [Absolute Ruler] ... Berhasil!

Untuk saat ini, aku tidak akan mempertanyakan skill [Absolute Ruler] itu. Karena, ini akan mengakhiri segalanya!

"... Kekacauan yang merayap, NYARLATHOTEP!"

Aku menusuk pedang suci itu dan inti kekacauan perlahan mulai aktif untuk mengacaukan segalanya.
------------------------------------
Referensi :

Nyarlathotep adalah salah satu dewa dari Mitos Cthulhu karya H.P Lovecraft. Julukan dari Nyarlathotep adalah Kekacauan Yang Merayap. Salah satu anime yang memparodikan Nyarlathotep adalah Haiyore! Nyaruko-san

Bagaimana Mungkin Aku Adalah Raja Iblis?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang