ALYSYA: BUNGA TULIP

431 22 1
                                    

Happy Reading

⚠siapin tissu sebelum tertawa dan siapin hati sesudah kenal dia;)

kalau kamu menangis karena cinta,
artinya kamu sedang mencintai orang yang salah.

-o0o-

Mamanya geleng-geleng dengan senyuman tipis, "Hanya Arsya yang tau,"

"Arsya tau? Gimana tanggapannya Ma? Apa Arsya udah gak mau sama Alysya lagi? Pasti gak mau kan Alysya udah kotor gak suci lagi, gak ada kehormatan buat Alysya. Alysya gak cocok lagi sama mereka. Mereka cuman pura-pura doang kan didepan baik tapi dibelakang ngomongin Alysya yang enggak-enggak? Hiks..,"

"Mama kenapa diam aja? Benarkan apa yang Alysya omongin?"

"Hikss.. mana Mama yang Alysya kenal? Mana HAH?! MAMA ALYSYA BUKAN ANDA! MAMA ALYSYA ITU selalu ada setiap saat. Selalu ngasih tau dan tegur hikss.."

"Mama gak ada ngasih tau ke Alysya kalau Arsya udah TAU SEMUA!" pekiknya dengan tiba-tiba membuat Mamanya sadar dari lamunan dan langsung memeluk anaknya dengan tangisan.

"Hiks.. maafin Mama udah gagal jadi Mama yang baik buat Alysya. Mama gak tau kalau selama ini Alysya ngerasa kesepian,"

"Tau darimana?"

Merasa pelukannya tidak dibalas, Karin mengusap pipi dan menatap anaknya dengan sayu.

Flashback

Saat Alysya dilarikan kerumah sakit, Karin menelpon Arsya, menyuruh cowok itu untuk datang ke RS Mertapati.

Sesampainya Arsya disana Karin langsung memeluk cowok itu dengan tangisan pilu dan dibalas pelukan erat dari Arsya.

Karin mulai menceritakan kenapa Alysya dibawa kerumah sakit saat dirasa dirinya mulai membaik, "Tante yang sabar pasti Alysya sembuh, perbanyak doa sama yang diatas. Tante harus tegar, aku tau kalau Alysya bukan gadis lemah. Dia kuat. Dia... beda dari yang lain,"

Sejauh ini hubungan Arsya sama Alysya memang sedikit renggang setelah cowok itu mengungkapkan isi hatinya.

"Tante minta maaf kalau udah ngerepotin kamu. Tante sibuk sama pekerjaan sampai gak bisa ngurusin anak tante sendiri hikss..,"

"Memang, karena sekarang Tante disibukkan sama kerjaan sampai-sampai Alysya pikir kalau Mamanya udah gak sayang sama dia,"

Karin dongak menatap cowok itu dengan kosong. Apa yang ia lakukan sampai anaknya sudah berpikir yang tidak-tidak. Sama saja dirinya menjauh dari anaknya dan lebih mementingkan pekerjaan.

"Tapi tenang. Arsya udah bilang ke dia kalau Tante kerja juga buat dia buat karena udah gak sayang dan lebih mentingin kerjaan,"

Cowok itu mulai mem-flashback saat ia sama Alysya didalam mobil.

"Alysya pengen sama Arsya. Kalau pulang sepi cuman ada Mama dan itu pun Mama nyelesain kerjaan,"

"Alysya sering kesepian. Alysya hanya ingin Mama ada setiap saat untuk Alysya. Menghabiskan waktu untuk Alysya bukan berkas-berkas jahat,"

Entah kenapa tiba-tiba saja memori bersama gadis itu muncul dibenaknya.

Flashback

"Hikss.. maafin Mama sayang, Mama gak tau kalau Alysya ngerasa kesepian. Maafin Mama, maafin," keduanya menangis sembari berpelukan. Hadeuh kayak teletabis

"Jadi benar kah cuman Arsya yang tau?" ulangnya dan dibalas anggukan dari Karin.

"Kalau begitu... kenapa Arsya gak jijik ke Alysya?"

"Kalau iya dia jijik gak bakal tuh jengukin, ngerawat sama nyentuh kamu. Mungkin iya cowok diluar sana bakalan jijik ke cewek yang udah dibobol orang. Tapi nyatanya apa? Arsya gak gitu. Dia spesies cowok langka, Sya. Dia udah baik sama kita. Mama hutang jasa ke dia,"

Awalnya gadis itu berpikir kalau Arsya bakalan jijik dan ninggalin dia. Nyatanya tidak. Memang benar apa yang diucapankan Mamanya, kalau Arsya itu tergolong cowok langka yang gak boleh disia-siain. Alysya bodoh?

"Arsya pernah nembak Alysya dipantai. Alysya sempat berpikir kalau Alysya kasih tau yang sebenarnya Arsya bakalan ninggalin Alysya. Dugaan Alysya salah,"

"Alysya harusnya bersukur masih ada yang perhatian sama Alysya contohnya Arsya..,"

Hanya Arsya nak? Mama enggak?

"...Mama dan teman-teman," sambungnya membuat keduanya tersenyum lalu terkekeh pelan sebelum pintu diketuk dan diiringi salam pelan.

"Waalaikumsalam," Karin dan Alysya saling pandang dan cewek itu mengendikkan bahu acuh seolah-olah mengerti maksud tatapan Mamanya.

Karin membuka pintu dan terkejut saat tau siapa yang berkunjung, "Masuk Arsya,"

Mata Alysya melebar saat tau kalau cowok yang baru saja mereka bahas datang dengan sepaket Bunga tulip. Langkah kaki cowok itu mendekat kearah Alysya yang memandang arah lain.

Ia menyodorkan sepaket Bunga tulip  pada Alysya yang menatapnya dengan mata berkaca-kaca, "Hai," Sapa cowok itu dengan senyuman kikuk.

Alysya menunduk dengan sesesunggukkan kecil lalu dongak menatap Bunga tulip, "Apa makna dari Bunga tulip?"

Arsya berdehem buat menghilangkan rasa gugup yang tiba-tiba menjalar, "Bu-bunga tulip melambangkan permohonan maaf, pernyataan cinta dan kepedulian. Secara umumnya, Bunga tulip melambangkan cinta yang sempurna dan keindahan cinta yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata," jelasnya dengan menatap tepat dimata manik gadis itu.

"Keintinya. Gua ngasih Bunga tulip buat permohonan maaf dari gue, mungkin kalau waktu itu gue gak nyatain perasaan lo gak bakalan kayak gini. Kepedulian gue ke lo bukan semata-mata buat pencitraan agar lo terima gue jadi pacar, itu asli dari hati gue. Gak ada paksaan apapun. Dan pernyataan cinta waktu itu asli gue kaget denger jawaban lo yang bilang kalo lo lagi dalam keadaan berbadan dua," Arsya terkekeh miris dengan pandangan menatap Alysya dengan kosong.

"Tuhan kejam ke kita ya Sya," Alysya kaget dan menatap cowok itu. Arsya mengangkat alis sebelah dan duduk dikursi samping brankar, "Bukan lo doang yang dipermainin Tuhan tapi gue juga,"

"Ma-maksud?"

"Terima dulu Bunga gue," suruhnya sembari menyodorkan lagi Bunga tulip dan diterima dengan malu-malu oleh Alysya, "Cewek pintar,"

"Tadi sampe mana?"

"Tuhan kejam ke kita ya Sya," ulang gadis itu.

"Lebih tepatnya lo," Alysya mengerutkan dahinya mendengar ucapan cowok itu seolah-olah dirinya telah dikibulin.

"Lo yang dipermainin Tuhan, dari lo yang tumbuh besar tanpa adanya seorang Ayah. Lo yang diambil paksa mahkota lo yang seharusnya masih ada. Tuhan lebih sayang anak lo sampe diambil kembali,"

Dan lo yang punya penyakit itu sampe kehilangan anak lo itu.

"Maksud Arsya apa?"

"Nothing ," jawabnya dengan acuh.

▪▪▪

VOTMEN♡

-TBC-

26 FEB 2021

ALYSYA (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang