Bagian 42 || Danau||

12 20 0
                                    

 "Apa kau yakin mereka ada di dalam sini?"

Yurippe menatap Karin dengan anggukan, sebenarnya ia tidak terlalu yakin dan sedikit takut. Terlebih saat mengingat ucapan dari Safa yang membuat ia takut gadis itu benar-benar akan melakukan tindakan bodoh itu. Ia memang sengaja membawa Karin ke apartemen Safa, agar jika terjadi sesuatu yang melenceng dari perkiraannya. Karin juga bisa menjadi saksi.

"Bukan kah ini mobil kak Alan?" ujar Yurippe saat melewati parkiran

"Aku rasa iya, tapi mengapa dia di sini?"

"Cepat kak, semoga kekhawatiran ku ini tidak benar!"

Karin dan Yurippe segera memasuki lift yang membawa mereka ke lantai 3, tempat apartemen Safa berada. Semakin dekat dengan pintu apartemen milik Safa, degub jantung Yurippe juga semakin tidak beraturan.

"Kau tau password nya?" ujar Karin menatap gadis di depannya.

Yuripper mengangguk, ia mendekati pintu di depan mereka. Mulai memasukkan kombinasi angka yang menjadi password dari apatermen Safa. Ia memejamkan mata hendak mendorong pintu itu,namun—Ckelk- Suara pintu dari dalam terbuka. Yurippe membelakkan matanya saat mendapati Alan yang membuka pintu itu. Lelaki itu juga sedang menatapnya tajam, seolah ia melakukan sebuah kesalahan. Karin yang berada di sebelah Yurippe juga terkejut ketika mendapati Alan yang berada di dalam ruangan itu.

"Yurippe? Kau datang---Eh? Kak Karin? Suruh mereka masuk saja Alan!" ujar Safa yang sedikit melirik ke luar. Alan menatap Karin dan juga gadis yang tepat di depannya, ia menyingkir sedikit dan membiarkan mereka berdua masuk. Alan menatap Safa yang memeluk Yurippe sambil menangis. Kekasihnya itu langsung menceritakan apa yang terjadi pada Safa. Sementara Karin masih berdiri di sebelahnya, seolah ingin mewawancarainya.

"Apa kau datang untuk bertanya masalah Kyler padaku?" ujar Alan menatap Karin sambil duduk di sofa

"Apa tidak ingin menjelaskannya padaku? Jika alasan mu bisa masuk akal, aku tidak akan menyeret mu lebih jauh. Cukup ceritakan saja apa yang terjadi pada kalian berdua saat itu!"

Menghela nafasnya dalam, Alan mulai menatap Karin dengan serius. Yurippe dan Safa juga ikut bergabung di sofa dan menatap Alan. "Aku tidak yakin kalian akan percaya dengan jalan cerita ini atau tidak. Tapi ini lah kebenaran dari apa yang menimpa Kyler. Saat itu, Kyler dan aku membuat sebuah taruhan, yaitu siapa yang kalah makan ramen ekstra pedas pak Wong harus mengambil foto Mizuki dengan mata yang terlihat. Kyler kalah dan dia berusaha menguntit Mizuki untuk mengambil foto itu. Dia berhasil mengambilnya, namun Mizuki marah. Itu sebab nya dia masuk Osis, aku rasa bagian itu kau cukup tau--!" seru Alan sedikit menjeda ucapannya.

Melihat Karin mengangguk, Alan lanjut bercerita "Usai dari ruang Osis, aku menyuruhnya untu naik ke atas rooftop. Dia menunjukkan kan ku foto Mizuki, Namun kami berdua sama-sama terkejut ketika Mizuki berada di belakang kami. Dia tidak melakukan apa-apa, namun Kyler langsung kabur. Tinggal aku dan Mizuki di rooftop, dia bilang jika aku tidak akan bertemu lagi dengan Kyler yang kabur meninggalkan ku sendiri. Awalnya aku hanya menganggap ucapan Mizuki hanya sebuah lelucon, namun insting ku berkata agar aku segera turun. Aku turun dengan harapan bahwa Kyler masih baik-baik saja. Namun aku berhenti di lantai 4 saat mendapati jejak darah di anak tangga lantai 4 dan aku begitu terkejut ketika menyadari bahwa itu adalah darah Kyler yang sudah jatuh bersimbah darah di lantai 3. Aku pikir tidak ada yang melihat itu, aku hendak membawa Kyler ke rumah sakit. Namun suara-Nya!" tunjuk Alan pada Yurippe yang duduk bersama Safa.

"Suaranya yang begitu keras membuat ku semakin gugup, karena aku juga syok mendapati Kyler yang sudah tidak bernyawa. Karena dia menyebutku pembunuh, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan kecuali kabur!"

The Last Weird (TAMAT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang