Bagian 44 ||Korban ke-4||

16 20 5
                                    

           Mobil Logan sudah sampai di garasi rumah besar itu dengan selamat, perjalan pulang terasa lebih cepat daripada perjalan pergi. Tristan menatap semua penumpang nya, masih tertidur dan bahkan belum sadar bahwa mereka sudah sampai. Namun Logan yang berada di sebelahnya mulai bergerak dan membuka matanya. Ia menatap sekeliling "Apa kita sudah sampai?" ujar Nya menatap Tristan yang masih memainkan ponselnya. Ia sekilas menatap sekeliling mereka dan aroma dingin yang menusuk kulit membuat rasa sadar Logan lebih cepat bekerja. 

"Sudah, aku turun lebih dulu. Bangunkan mereka berdua, aku sudah sangat kelaparan dan pegal. Kau membiarkan ku menyetir sendirian. Sangat kejam dan mengesalkan!" seru Tristan masih sempat-sempatnya berceloteh. Logan hanya membalasnya dengan senyuman ringan. Ia lalu menatap Xander yang tidur bersandar di kursi dan Alice yang masih tidur dengan kepala di pangkuan Xander. Tangan Logan menggoyangkan bahu Xander.

"Logan, kita sudah sampai. Bangun lah!"

Xander mengerjapkan matanya ketika meraskan goyangan di bahunya, ia menatap Logan yang juga sedang menatap nya.

"Bangunkan Alice, ini sudah hamper jam 6 pagi. Jika masih lelah, kita bisa menambah ijin sekolah untuk hari ini!" seru Logan menunjuk Alice dengan dagunya.

Xander menatap Alice yang masih memeluk tangannya dan masih tidur di pangkuannya. Ia bergerak untuk menegakkan duduknya, tidak bermaksud untuk membangunkan Alice. Namun, pergerakannya malah membangunkan gadis itu.

"Ada apa?" guman Alice samar-samar menatap Xander dan Logan yang berada di depannya. Ia mengerjapkan matanya, berusaha untuk mengumpulkan kesadarannya yang masih sangat tipis. Badannya masih terasa lelah dan ia masih ingin tidur.

"Kita sudah sampai, jika masih mengantuk. Lanjut tidur di kamar saja, itu lebih baik daripada di sini!" ujar Logan yang mengulurkan tangannya. Mengacak rambut Alice yang masih belum menaikkan kepalanya dari pangkuan Xander.

Alice langsung mengangkat kepalanya, ia lalu menatap kea rah jendela mobil. Ternyata benar, karena pemandangan pertama yang ia lihat adalah mereka sudah berada di parkiran rumah Xander. Mobil-mobil hitam milik Mr.Erick juga berjejeran di sana. Alice lalu membenahi duduknya, menatap Logan yang sudah lebih dulu keluar dari mobil dan merenggangkan badannya sambil mengeluarkan suara keras.

"Trimakasih, apa badan mu sakit karena aku?" seru Alice menatap Xander yang memukul-mukul kecil pahanya yang menjadi sandaran kepalanya sejak ia tertidur. Xander pasti merasa kebas.

"Sudah tau, tapi tidak apa. Aku akan ijin juga untuk hari ini,aku masih terlalu ngantuk!" ujar Xander segera keluar dan memasuki rumah besar itu. Meninggalkan Alice yang masih berada di dalam mobil dengan tatapan tidak percaya, baru saja beberapa hari ini Xander besikap baik padanya. Namun sekarang sudah kembali lagi pada tabiat aslinya. Dasar menyebalkan, Manusia es! Umpat Alice dalam hati. Ia membuka pintu mobil di sebelahnya dan merenggangkan badannya.

"Udaranya begitu dingin!" seru Logan

"Apa kau juga akan ijin sekolah hari ini?" ujar Alice menatap Logan yang masih melakukan gerakan-gerakan pemanasan kecil.

"Aku masih kurang tidur, jadi aku rasa aku akan ijin juga. Kau juga harus ijin, tidak mungkin kau ke sekolah sendirian. Itu masih terlalu berbahaya untuk mu. Lagi pula, aku rasa masih ada satu hal yang tersembunyi yang tidak kita ketahui!"

"Ya-ya-ya, aku juga masih ingin mencuci baju kotor ku. Tapi, aku tidak melihat Tristan. Dimana lelaki itu?"

"Holl, apa kau sedang menyukai Tristan Karena Xander menolak mu?" kekeh Logan menggoda Alice

The Last Weird (TAMAT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang