Selamat Membaca Kisah
Perjalanan MerekaNow playing : Letto - Sandaran Hati
***
Bab 3 | Bayangan Masa Lalu
Terbayang-bayang masa lalu dimana tak luput dari pandangan yang selalu menghantui
***
"Makasih ya sudah mau nungguin dan mengantar gue sampai ke rumah," ucap Alpha kala mereka sampai di rumah Alpha.
"Sama-sama lain kali, kalau lo perlu apa-apa jangan sungkan cari dan hubungi gue." Pysga tersenyum dan memberi nasihat kepada Alpha.
Alpha membalas senyuman Pysga sampai akhirnya Pysga memilih pamit untuk pulang karena memang hari sudah malam. Alpha hanya menatap kepergian Pysga yang melengang pergi tanpa sepatah katapun walaupun seuntai senyuman yang ia pancarkan saja. Walaupun sebenarnya Alpha ingin sekali membalas kebaikan Pysga tapi apa daya, ia tidak sanggup melakukannya maka dari itu Pysga memutuskan pergi tanpa sepatah katapun.
Entah bagaimana ia merasa segelisah ini, ketakutan melanda hatinya, kekhawatiran justru tampak jelas diraut wajah yang cantik seseorang yang kini ada di hadapannya. Seolah ia memberi kode atas ke gundah gulana hatinya dengan refleks mendekati Alpha dan berusaha untuk mendengarkan cerita apa yang sedang ia alami sekarang. Entah apa yang ia rasakan sekarang seolah ada yang disembunyikan darinya selama ini dan mudah-mudahan ia segera memberitahunya.
"Feli tahu kok sedang bingung bang," ucap sosok itu yang ternyata adalah Feli. "Sudahlah adik kecil jangan ikut campur urusan Abang." Alpha meledek Feli—adiknya.
"Baiklah baiklah, aku tidak akan ikut campur sama urusan Abang. Tapi ceritalah sedikit mungkin Feli bisa bantu abang," ungkap Feli dengan ramah.
"Pasti ada maunya nih?" tanya Ika selidiki. " Hehehe Abang tahu aja nih,"
"Emang adik kecil Abang ini maunya apa sih!?"
"Maunya pacar,"
Alpha mengerutkan keningnya, "Pacar!? Abang juga belum punya,"
"Keduluan sama adiknya hahahaha,"
Feli sontak kegirangan hingga akhirnya ia berlari menuju rumahnya meninggalkan abangnya yang masih menatap kepergian Feli, Alpha hanya menggelengkan kepalanya Meli aksi adiknya yang satu ini. Sungguh beda kalau punya adik perempuan, selama ini ia selalu berantem dengan kedua saudaranya yang lain yang sama jenis kelamin nya, tapi ternyata punya adik perempuan itu punya keunikan tersendiri.
Alpha mulai masuk ke rumah dan disana ia sudah disambut sama seorang wanita paruh baya yang muncul dari dalam kamar dan keluar karena mengetahui anaknya sudah pulang. "Sudah pulang nak, gimana kerja sama sekolah hari ini lancar," ujar wanita paruh baya itu.
"Alhamdulillah, lancar Bu."
"Syukurlah kalau gitu lebih baik kamu langsung mandi dan makan,"
Alpha mengangguk dan langsung melengang masuk ke kamar, setelah sampai kamar ia langsung menjatuhkan diri di kasur yang agak keras. Walaupun tidak se-empuk di rumahnya dulu akan tetapi hidup Alpha tenang dan nyaman disini. Alpha menatap langit-langit kamarnya, air matanya turun tanpa di duga entah apa yang ia tangisi mungkin kejadian di masa lalu yang membuat nya bisa berada disini.
Flashback on
Kejadian itu terjadi sekitar 5 bulan yang lalu. Dimana Alpha baru saja pulang dari sekolah dan mendapati wanita paruh baya tengah menangis di teras rumahnya disana ia melihat ayahnya—Wijaya berdiri dengan bertolak pinggang dengan begitu angkuhnya. Mereka iba apa yang ia lihat akhirnya Alpha mencoba mendekati wanita paruh baya itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
ASS [6] (Bukan) Si Sulung Alpha ✓
Teen FictionCover by : @DPrakansi "Ketika Keluarga dan Cinta adalah hal yang berharga" *** Begitulah tagline di atas yang melambangkan perjuangan seorang anak bernama Ridwan Alpha Mahawijaya-atau di panggil Alpha, anak sulung dari keluarga Mahawijaya. Sebagai a...