Selamat Membaca Kisah
Perjalanan MerekaNow Playing : Isyana Sarasvati - Untuk Hati yang Luka
***
Bab 4 | Untuk Hati Yang Luka
Sedikit bergeser dari segala rasa sakit dan pedih dengan surga dunia yang berhasil di ciptakan
***
Setelah makan malam selesai mereka semua melakukan aktivitas masing-masing, Feli masuk kamar untuk mengerjakan pekerjaan rumah nya sedangkan Sania sedang sibuk dengan mencuci piring di dapur sementara Alpha menikmati hawa segar malam hari. Entah kenapa masa lalu itu kembali menghantui padahal ia mencoba mengubur dalam-dalam masa-masa itu dan mencoba menghibur diri dengan kegiatan barunya Alpha menjadi seorang artis.
Tidak mudah baginya untuk melakukan itu sendirian karena bagaimanapun kedua saudaranya itu minim sekali dengan namanya gerak dan lagu mungkin Gamma masih bisa di ajari sedikit demi sedikit tapi Beta. Itu mungkin perlu proses yang panjang dan membutuhkan waktu yang beradaptasi agar bisa menguasai nya. Sekali lagi malam ini kembali memberikan inspirasi akan pentingnya hidup kala masa lalu hampir saja membelenggu dirinya.
"Miliki dirimu, sempurna kan hidupku. Kau gairah jiwaku ho...ho...kasihku." Alpha sedikitnya bersenandung sambil menggerakkan sedikit badannya menyelaraskan dengan apa yang ia mungkin.
"Dicintai dirimu tak ternilai bagiku. Kau lambung kan asal ku ho...ho... kasihku."
"Melayang-layang tinggi melayang seperti kecanduan kamu." kali ini bukan Alpha yang bernyanyi melainkan sosok orang lain yang membuat Alpha terkejut, siapa lagi kalau bukan Pysga—si anak musik yang kaku akan namanya cinta.
"Pysga," pekik Alpha.
Pysga berjalan mendekati Alpha. Dan setelah sampai ia langsung merangkul pundaknya Alpha dan mendongkrak kepalanya ke atas menatap langit yang penuh dengan bintang. Memang malam ini begitu cerah dan bagusnya malam ini di pakai untuk bersenang-senang di bawah bintang-bintang dan sinar rembulan.
"Candu-candu, candu-candu kecanduan kamu.... Rindu-rindu, rindu-rindu ingin dekat kamu," sahut Alpha melanjutkan lagu yang tadi.
Pysga mengulang lagu yang di nyanyikan Alpha dan seketika itu Alpha langsung menggerakkan seluruh tubuhnya tanpa rasa malu. Bergerak sesuai irama dan hentakan nada tanpa ada yang menganggu nya, Pysga melihat hal itu langsung berdecak kagum dan matanya tidak henti-hentinya berbinar melihat bakat terpendam dari seorang Alpha.
Tepuk tangan di layangkan Pysga kala Alpha menyadari kalau dirinya ternyata menari sesuka hati. Ia merasa malu sekali kesal sendiri di buatnya, tapi mau bagaimana lagi nasi telah menjadi bubur dan kini Alpha siap kalau harus di permalukan oleh Pysga.
Bakat siapa yang tahu ketika bakay sudah muncul maka bakat itu kan terus mengejar kesuksesan walaupun sampai kau ujung dunia pun. Bakat itu bagaikan sebuah mutiara yang tidak terlihat karena jauh dari dasar laut maka dari itu bakat adalah hal terpenting dalam apapun karena dengan bakat kita bisa mencapai apa yang kita inginkan.
Dan sekarang kita kembali ke Alpha, semenjak bergabung dengan Pysga dan yang lainnya. Membuat Alpha lebih terbuka kepada sekitar walaupun memang keras kepala terhadap sesuatu itu susah di hilangkan maka harap maklum karena memang semua butuh proses.
"Ga, kamu lihat?" tanya Alpha sambil bergidik ngeri. Pysga yang masih menatap kosong lalu terperanjat dan kembali menatap Alpha. Alpha yang merasa malu atas apa yang terjadi dan di lihat oleh Pysga, takut ia akan menghujani dengan beberapa pertanyaan dan juga ledekan yang mungkin akan memberikan dirinya makin merasa tidak berguna.

KAMU SEDANG MEMBACA
ASS [6] (Bukan) Si Sulung Alpha ✓
Ficção AdolescenteCover by : @DPrakansi "Ketika Keluarga dan Cinta adalah hal yang berharga" *** Begitulah tagline di atas yang melambangkan perjuangan seorang anak bernama Ridwan Alpha Mahawijaya-atau di panggil Alpha, anak sulung dari keluarga Mahawijaya. Sebagai a...