Suatu hari yang cerah, secerah cengiran bayi yang jadi figuran matahari di film telettubies. Di sebuah ruangan yang sunyi dan sepi, seperti jiwa yang ditinggal pergi oleh sang kekasih /jiahh, sampai seketika terdengar sebuah suara menggemparkan jagat raya...
“GAMAUUUU!!!!!!- hmphh,” dan si pelaku teriakan pun dibekap pakai dasi oleh sang sahabat sehati sejiwa di sebelahnya, dunia pun terselamatkan.
“KALAU MAU TERIAK DI TEMPAT KAROKE, JANGAN DI PERPUS! Ganggu yang lain aja.”
“Heh beruang gak usah teriak-teriak gitu! Dikata ini rumah nenek lu apa!”
“Iya mohon maap bu ini si Beomgyu lagi menghayati cerita di buku yang dia baca.”
“Lah woy dia buka-nya buku resep masakan, apanya yang mau dihayati sih anjir!”
“Capek lah gua sama kalian. Pengen resign aja terus jadi anak kepala sekolah.”
..
Apa yang terjadi sebenarnya?
Penasaran?Oke, akan kita kupas tuntas setelah yang satu ini.g
..
Jadi, di siang hari yang terik ini, kelas 11-IPS 2 sedang dilanda jam kosong dimana hal tersebut merupakan salah satu kenikmatan yang ah mantap. Dan waktu senggang itu pun dipakai oleh Beomgyu yang tengah mengadakan perkumpulan bersama kawanannya, sebut saja genk doa ibu karena mereka sayang bapak.
Tak ada hubungannya memang, tapi genk ini bisa dibilang termasuk salah satu genk ter-famous se-antero sekolah. Sampai tukang cilok idoy yang mangkal di depan gerbang sekolah saja tau.
Dan kali ini lokasi perkumpulan mereka yaitu di perpustakaan sekolah mereka. Kenapa? Simple saja, wifi dan ac, paham sampai sini alasannya?
“Jamkos gini enaknya ngapain yah sadulur?” Somi bertanya sambil berpangku tangan di meja tempat baca perpustakaan.
“Gak tau. Bete banget nih gua. Mana si Dongpyo, Jeongin sama Euiwoong kaga ikut lagi, sibuk osis, jadi kaga ada yang bisa gua jailin.” Itu si Chenle yang menyahut sambil muter-muter di kursi yang sedang bocah China itu duduki. Keliatan banget tuh anak gabutnya.
“Ho’oh. Si Eunsang sama Hyeongjun juga lagi disuruh-suruh sama itu guru bawel, resiko murid pinter sih jadi murid rasa babu.” Minhee misuh-misuh sendiri pas inget kalau dua teman sepergang rumahnya, Eunsang dan Hyeongjun, yang hanya manut-manut nurut saja saat disuruh ini itu oleh wali kelas mereka.
“Gak ada yang punya ide gitu? Wonjin tampan bak pangeran bosen tau. Chat aja gak dibales-bales sama doi.”
“Lah emang lu udah punya doi?” Si Daehwi bertanya yang hanya dibalas cengiran tak berdosa oleh oknum Ham Wonjin.
Seonho berdecak malas, “ngimpi lu ketinggian belaga terlalu tampan lagi kaya Ari Irham.”
“Yeu si Sono, punya impian itu harus setinggi bintang di langit. Jadi banyak-banyaklah bermimpi biar kalau impian yang satu gak tercapai, masih ada impian yang lain yang bisa dicapai.” Wonjin menjawab sambil memicing ke arah Seonho.
“Terus kalau impian yang lain juga gak bisa tercapai, gimana?” Giliran si Beomgyu menyahut yang daritadi nyimak kaya radio butut.

KAMU SEDANG MEMBACA
I. Dec to Jan of Us || TAEGYU ||
FanfictionKata orang.. waktu itu singkat. Ketika aku menutup mata sekejap saja, aku sudah melewati berbagai macam hal dalam hidup. Termasuk bertemu dengan mu. Dinginnya natal dan meriahnya kembang api pada tahun baru membuat ku tersadar, Aku bersyukur memilik...