Sasaeng fans memotret Johnny dan Hannah di depan gedung SM Entertaiment saat Hannah mengembalikan dompet Johnny yang tidak sengaja terjatuh kedalam paperbag nya. Jepretan itu mendadak viral 2 tahun kemudian, ketika Hannah baru saja kembali dari stud...
Johnny menceritakan semua hal yang menimpanya kepada Hannah.
"Hannah kumohon kepadamu, mulai sekarang kau hanya boleh percaya dengan apa yang keluar dari mulutku. Banyak orang diluar sana yang ingin memisahkan kita, jadi kumohon jangan mudah terpancing" ucap Johnny.
"Maafkan aku Johnny" ucap Hannah sambil menggenggam tangan Johnny.
Johnny menatap Hannah lekat.
"Ku pikir aku akan meninggalkanku, aku tidak siap untuk kau tinggalkan. Tapi, jika suatu saat kau tidak mencintaiku lagi dan kau ingin meninggalkanku, katakanlah padaku terlebih dahulu. Kau harus memberitahuku" ucapnya serius.
"Johnny, apa yang kau katakan huh? Aku tidak akan meninggalkanmu" ucap Hannah lalu memeluk Johnny.
Johnny pun mengelus rambut Hannah dengan lembut, lalu menciumnya.
"Jangan mencium rambutku, aku belum keramas" ucap Hannah lalu langsung mendorong badan Johnny.
Johnny pun tertawa melihat Hannah yang langsung berdiri dan menjauh darinya.
"Aku akan mandi disini, pinjami aku baju" ucap Hannah lalu berlari kearah kamar mandi yang ada di kamar Johnny.
Johnny yang melihat itu pun menggeleng-gelengkan kepalanya sambil terus tertawa melihat tingkah Hannah yang random itu.
Beberapa saat kemudian, Hannah pun keluar dari kamar Johnny.
"Wah tanganku tenggelam" ucapnya kepada Johnny.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Johnny pun menarik lengan sweater yang Hannah gunakan keatas.
"Sudah tidak tenggelam lagi kan?" ucap Johnny.
"Tidaaak" ucap Hannah imut. Lalu Johnny pun mencubit pipi Hannah gemas.
Saat Hannah mandi tadi, ia memesan pizza. Dan pizza itu sudah datang sekarang.
"Aku akan mandi dulu ya. Jangan habiskan pizza nya, mengerti?" ucap Johnny.
"Iyaa, aku akan menyisakan pizza milikmu" ucap Hannah lalu memasukkan pizza kemulutnya.
*** *** ***
Setelah beberapa hari kepulangan Johnny, Hannah disibukkan dengan segala hal tentang cafenya yang sudah hampir siap dibangun. Dia juga mempersiapkan cake dan minuman apa saja yang akan ia keluarkan, dan mendiskusikan design interiornya dengan Jessica.
Begitupun dengan Johnny yang makin sibuk untuk mempersiapkan tur konsernya ke Amerika bersama NCT minggu depan.
Mereka jarang bertemu belakangan ini karena kesibukkan masing-masing. Tetapi mereka masih menyempatkan untuk melakukan videocall di waktu senggang untuk bercerita tentang hari mereka yang melelahkan tersebut.
Hannah sedang mengemudikan mobilnya, ia berencana untuk mengajak Zoe ke myeongdong. Tetapi saat dijalan, ia melihat Hyerim sedang terduduk di pinggir jalan sambil mengeluarkan ekspresi kesakitan.
Tanpa pikir panjang ia pun meminggirkan mobilnya lalu berlari kearah Hyerim.
"Astaga Hyerim, perutmu berdarah" ucap Hannah.
Hyerim yang dalam keadaan lemah tersebut pun memegang tangan Hannah dengan erat.
"Hannah tolong aku" ucapnya.
Hannah pun memanggil ambulance dengan cepat lalu menutup perut Hyerim yang terluka itu dengan tangannya.
Taklama Ambulance pun datang dan membawa Hyerim ke Rumah Sakit.
"Hyerim, aku akan mengikutimu dari belakang. Jadi jangan khawatir ya, aku akan menemani mu" ucap Hannah dan Hyerim pun mengangguk lemah.
Sesampainya di Rumah Sakit, Hyerim langsung ditangani oleh dokter-dokter disana. Hannah pun lalu terduduk di kursi rumah sakit dengan lemas. Ia sangat kaget melihat keadaan Hyerim yang penuh dengan darah, perutnya seperti ditusuk pisau.
Ia pun melihat kearah tangan dan bajunya yang penuh dengan bercak darah. Ia pun berjalan ke toilet untuk membersihkan dirinya, tetapi tiba-tiba Johnny melakukan panggilan video.
"Hannah, kau kenapa huh? Kau terluka?, kau dimana sekarang? kenapa wajahmu ada bercak darah, dan bajumu juga. Astaga bahkan ditanganmu!" ucap Johnny panik.
"Tenang Johnny, aku baik-baik saja. Bukan aku yang terluka, tapi Hyerim" ucap Hannah.
"Hyerim?" tanya Johnny.
"Iya. Aku melihatnya di jalan tadi, dia terluka parah. Perutnya seperti tertusuk pisau, sepertinya ada yang sengaja mencelakainya. Jadi aku langsung bawa dia ke Rumah Sakit" jelas Hannah.
"Setelah apa yang ia lakukan, kau masih mengasihani nya?"
"She's human too. Aku tidak pernah menyimpan dendam kepada siapapun Johnny. Dan bagaimana aku bisa diam saja jika melihat seseorang yang sedang kesakitan, tidak ada orang disana tadi. Ah aku sangat cemas sekarang, kuharap dia akan baik-baik saja" ucap Hannah sambil memegang keningnya.
"Hannah, that's what makes me love you more and more every day! Hati dan wajahmu sama-sama cantik!" ucap Johnny. Hannah pun tersenyum mendengar perkataan Johnny.
"Aku akan menghubungimu lagi nanti, aku harus membersihkan diri dulu. Atau mungkin sebaiknya aku pulang lalu kesini jika ia sudah dipindahkan ke ruang inap" ucap Hannah.
"Hmm, baiklah. Hati-hati dijalan sayang" ucap Johnny, Hannah pun menutupkan panggilan videocallnya. Kemudian ia pun pulang ke Apartemennya setelah memberitahu staff Rumah Sakit untuk menelfonnya setelah Hyerim sudah dipindahkan ke ruang inap nanti.