Oliver menatap sosok yang sedang berbaring di atas ranjang rumah sakit, ia berusaha untuk memendam amarahnya saat ini. "Apa yang terjadi pada mu Rey? Mengapa kau bisa menjadi seperti ini?" seru Oliver. Menatap Rey yang di gips, tulang-tulang lelaki itu semuanya bergeser dari tempatnya yang seharusnya. Semua badan Rey terkenal cakaran, hanya menyisakan wajahnya yang sama-sekali tidak tergores barang sedikit pun. Mata Rey menatap Oliver, lalu menatap sosok yang sedang duduk dengan buku yang dibolak-balikan di atas tangan nya sedang berada di atas sofa. Duduk tenang, seperti tidak ada yang terjadi.
"Dia—dia yang melakukan ini pada kami!" ujar Rey dengan air mata nya yang mengalir. Menunjuk Aldo yang masih membaca buku.
Merasa dirinya di tunjuk dan ditatap, membuat Aldo menutup bukunya. Dan menatap Oliver yang menatap nya dengan keningnya yang sedang berkerut. "Dia benci pada ku sejak kau menjebak ku untuk bergabung dengan mu Oliver!" ujar Aldo ikut berdiri, berjalan ke sebelah sisi ranjang Rey. Bersebrangan dengan Oliver yang tetap menatapnya.
"Katakan yang sebenanrya Rey, jika kau benci padanya. Setidaknya berikan lah alasan yang cukup. Anak buah ku menemukan mu terkapar di tengah hutan, yang dihuni oleh harimau ganas. Apa kau diserang harimau?" ujar Oliver
Rey menatap Aldo yang masih mengelak dengan tajam "Dia yang menyerang ku dengan harimaunya Oliver. Kau harus percaya padaku, aku sudah melayani mu sejak dulu!" guman Rey dengan sorot mata memohon kepercayaan Oliver.
"AKu tidak mungkin sempat melakukannya meskipun aku punya harimau peliharaan. Lagi pula aku melakukan tugas yang kau berikan pada ku semalaman Oliver. Dan, setelah aku pulang. Aku masih bercinta dengan gadis ku!" seru Aldo dengan raut wajah tenang membuat Aldo semakin benci dengan lelaki itu.
"Bohong, dia membawa ku kerumah nya saat--!"
Brukk—Katakan yang sebenarnya Rey atau aku akan membunuh mu saat ini. Aldo benar, aku memberinya tugas semalam. Dan dia sudah kembali saat anak buah ku membawa mu ke mari. Lagi pula, anak buah yang aku perintah kan mengikuti mu berkata bahwa kau lari dari jaluar. Mereka--!" tunjul Oliver pada sosok anak buahnya yang semalam membantu Aldo mencari apa yang dia perintah kan "Juga berkata bahwa semalaman Aldo bersama dengan mereka!"
"Benar tuan, hamba memang tidak terlalu suka dengan ketua Aldo. Namun meski demikian, kami bersamanya semalaman. Dan kami juga kembali ke sini bersama nya!" jawab salah-satu pria bertubuh kekar dengan tato yang memenuhi lengannya.
Rey menggeleng, "Tidak, Aldo tidak bersama dengan kalian. Dia membunuh semua pasukan yang kau kirim dengan ku Oliver. Aku rasa dia hanya menipu mu Oliver" seru Rey berharap bahwa Rey akan percaya dengan nya
"Tidak tuan, aku rasa Rey hanya tidak suka dengan ketua Aldo. Buktinya, selama ini ketua Rey selalu berusaha agar tidak satu pun dari kami menemaninya. Dan ketua Rey juga menjelek-jelek kan Aldo di depan kami. Namun semalam, kami benar-benar bersama dengan nya!"
"DIAMM!" teriak Oliver membuat sosok lelaki bertato dengan tubuh kekar nya itu berhenti dan menundukkan kembali kepalanya. Tidak berani menatap Oliver maupun Aldo yang sejak tadi menatap lelaki itu.
"Aku percaya pada mu Rey, tapi itu beberapa menit yang lalu –Dorr—bunyi pistol itu terdengar mengisi ruangan itu. Tidak ada yang berani angkat bicara, bahkan saat Oliver dan semua anak buahnya sudah meninggalkan ruangan itu. Meninggalkan Aldo dan Rey yang sekarat.
Aldo terkekeh, menatap Rey yang kesulitan bernafas. Sementara Rey, menatap kepergian Oliver yang meninggalkan nya dengan sebuah tembakan peluru di dadanya. Sesak, nafas Rey terasa begitu sesak. Dada nya naik turun. Oliver, lelaki kepercayaannya itu malah membunuh nya seperti ini. Sakit, rasanya begitu sakit saat dada nya tiba-tiba panas. Darah mengalir ke seluruh tubuh Rey. Namun di saat terakhirnya itu, Rey masih bisa menatap Aldo yang hanya menatap nya. Tatapan iba yang benar-benar ia benci saat ini. Dengan nafas tersenggal dan tubuh penuh dengan keringat, ia menatap Aldo dengan benci. Dendam yang akan ia balaskan nantinya, Rey tidak akan melepaskan Aldo.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Last Weird (TAMAT)
Mystery / ThrillerAlice berada di dalam sebuah 'teror' yang terus memaksanya untuk mengingat apa yang ia lupakan. Xander hadir saat gadis itu merasa ingin menyerah menghadapi masalah-Nya. **** Memiliki kekuatan aneh yang 'katanya' adalah sebuah kecelakaan yang dilaku...