Bagian 64 ||Iblis tampan||

5 3 0
                                    

            Oliver menginjakkan kakinya di ruangan yang cukup minim pencahayaan. Mirip seperti rumah nya yang juga minim pencahayaan. Ia sudah cukup sabar dengan kata-kata omong kosong yang selalu dikatakan oleh Aldo padanya. Namun kali ini Oliver benar-benar akan mengunjungi sosok yang selama ini selalu ditakuti oleh Aldo. Lelaki itu berkata bahwa musuh yang harus hadapi untuk mendapatkan Alice adalah Xavier. Iblis yang memiliki kekuatan yang bisa dikatakan cukup besar dan sedang mengincar Alice dan kedua sahabat nya juga. Setelah kematian dari Rey sang tangan kanan nya, Oliver benar-benar merasa di kuasai oleh kemarahan. Ia ingin semakin cepat untuk membawa gadis itu padanya, agar misi nya bisa tercapai.

Langkah Oliver semakin memasuki ruangan itu, dan semakin ke dalam. Semakin besar rasa aura hitam yang menguar dari dalam ruangan itu. Dan sekarang, nyali Oliver sedikit menciut saat menatap mahluk yang ada di depan matanya. Tidak menyerupai bentuk manusia, namun ini benar-benar tidak bisa dideskripsikan. Oliver meneguk liur nya saat sosok itu berbalik dan menatap mata dengan tatapan merah nya itu.

Sementara Xavier, sosok yang sedang menunjukkan bentuk aslinya itu menatap kehadiran sosok manusia yang cukup harum. Belum pernah ia merasakan aroma seharum ini. Ia yang awal nya sedang beristirahat setelah memakan hati terakhir yang diberikan oleh Mizuki terbangun. Ia benci jika dipaksa bangun jika bukan karena sesuatu yang penting. Namun, jika biasanya ia marah jika terbangun dengan bukan karena kemauannya. Kali ini berbeda, Xavier merentangkan tangan-tangan nya yang sedang membentang di setiap sudut. Mata-mata yang ada di setiap sisi tubuhnya berkedip. Membentuk gerakan lambat karena selama ini ia cukup jarang terkenal cahaya.

Aroma kebencian yang begitu ketara di depannya membuat nya tersenyum. Namun wajah nya malah luruh saat ia tersenyum. Gigi nya hilang berceceran, mata nya berserakan dan tidak memiliki bentuk. Membuat Oliver seketika menahan nafas nya, kali ini ia benar-benar ingin pergi. Namun sebelum ia melarikan diri, sosok yang tidak memiliki bentu di depannya itu sudah menghalangi langkah nya.

"Manusia dengan aura kebencian memang begitu harum. Mengapa kau datang ke rumah ku dengan keadaan seperti ini hmm?" seru Xavier yang menahan Oliver yang hendak kabur. Ia jelas tau bahwa lelaki itu pasti ingin kabur darinya. Dan itu tidak akan pernah terjadi bagi seorang Xavier. Ahh—sudah cukup lama ia memakai nama Xavier sebagai nama manusianya. Nama-nama manusia itu memang keren-keren, jadi ia ingin mengadopsi salah-satu nama. Dan saat pertama kali ia berada di bumi dengan ikatan yang tidak lengkap. Ia melewati salah-satu manusia pendek yang mengenakan seragam bernama Xavier. Sosok teman nya yang lain, seorang lelaki memanggil lelaki itu. Jadi, ia tertarik dengan nama itu. Dan berakhir dengan ia memiliki nama keren itu.

"S-saya tidak ingin bermaksud apa-apa, aku hanya ingin mengajak mu kerja sama. Aku dengar aku juga melayani beberapa manusia yang memnta tolong pada mu!" seru Oliver dengan suara yang terlihat jelas sedang ditegar-tegarkan. Seolah tidak ingin terlihat lemah di hadapan sosok yang ada di depan nya saat ini.

Tangan-tangan panjang Xavier kembali bersatu, tubuh-tubuh nya yang tadi juga berserakan kini kembali menyatu. Dengan perlahan, tubuh itu mulai membentuk wujud manusia. Dan sempurna, sosok lelaki berwajah rupawan dengan rahang tegas tersatu dengan begitu sempurnanya. Menciptakan sosok yang pasti tidak akan pernah luput dari perhatian para gadis-gadis. Sesama lelaki, Oliver bahkan terpana dengan paras ke-eropaan yang di miliki oleh sosok di depannya. Sangat berbeda 180 derajat dengan wujud aslinya yang bisa membuat tubuh lemas ketika melihatntya.

"Bekerja sama? Apa kau sedang menginginka sesuatu sehingga aroma tubuh mu begitu harum?" kekeh Xavier lalu berjalan mendekati lelaki itu. Ia menjentikkan tangan nya dan seketika ruangan gelap yang mereka tempati sudah terang-benderang. Semua lampu-lampu yang ada di setiap sudut sudah menyala. Menambah karisma dan tingkat ketampanan dari Xavier. Sebagai iblis, ia memang memiliki tubuh manusia yang begitu tampan.

The Last Weird (TAMAT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang