Usai Gordo pergi beberapa menit yang lalu , ketiga orang itu lanjut kembali dalam kegiatan mereka. Namun tiba-tiba bulu kuduk Logan berdiri, serta gelangnya yang berdiri. Alice juga menatap kalungnya yang tiba-tiba mengeluarkan sinar. Mereka saling menatap satu-sama lain dengan mawas diri. Logan segera merapat pada Xander dan juga Alice. Mereka saling menatap satu-sama lain , Xander berdiri. Memasukkan semua barang-barang mereka dengan segera dan memakai ransel mereka masing-masing. Logan menatap Xander, mereka saling mengangguk dan segera merapalkan mantra yang sudah diajarkan oleh Mr.Erick pada mereka semalam. Pintu perpustakaan terbuka dengan cukup keras. Membuat semua tatapan yang ada di dalam perpustakaan itu tertuju pada pintu itu. Mereka saling menatap namun tidak terlalu peduli.
"Sekarang!" seru Alice lalu mereka segera berlari keluar dari dalam perpustakaan
"Alice, awas!" teriak Logan menarik Alice dari sebuah tangan kasat mata yang hendak menari kaki gadis itu. Alice membentur Xander, namun ia merasa seperti ditarik. Ia lalu menatap Xander yang menarik tangannya sambil berlari ke luar dari perpustakaan. Dengan aba-aba dari Logan, mereka terus menghindar dan tidak peduli dengan tatapan orang-orang yang menatap mereka bertiga dengan heran. Bahkan Gordo yang baru saja keluar dari ruang OSIS menatap Alice, Xander dan Logan yang melewatinya dengan berlari, membuat ia menatap mereka sampai mereka menghilang di balik belokan. Gordo lalu menatap ke arah perpustakaan, dan ternyata bukan hanya dia yang menatap mereka bertiga dengan heran. Para manusia berkaca mata tebal, yang biasanya tidak peduli dengan apa-pun itu juga keluar dari perpustakaan dan masih menatap lorong dimana tiga orang itu menghilang.
Gordo menggelengkan kepalanya, itu bukan urusannya meski ia penasaran apa yang membuat ketiga manusia genius itu berlari-lari di sekolah yang mengundang banyak perhatian.
"Gordo, mana data yang bapak minta?"
Gordo yang hendak mengambil handpone nya langsung menyimpan nya lagi dan menatap Mr.Tanaka yang bertolak pinggang sambil menatapnya dengan kacamata 5 centi nya. Gordo menghela nafas nya kesal, baru saja ia ingin istirahat sebentar saja. Namun ia sudah di suruh lagi, menjadi ketua OSIS memang sama saja sebagai pembantu kepala sekolah. Gordo menghela nafas nya dan langsung membawa tumpukan kertas itu lagi.
Sementara Mizuki yang tiba-tiba merasakan aura tidak enak langsung menatap kea rah perpustakaan. Tiga orang itu sudah tidak berada di sana lagi membuat perasaannya semakin kalut. Ia khawatir bahwa Xavier tiba-tiba menyerang mereka dalam keadaan yang tidak siap dan tidak mengerti sama-sekali. Mizuki lalu merasakan kemana aura Alice pergi dan tebakan nya benar. Pasti mereka sedang diserang sekarang. Mizuki lalu berlari mengejar mereka yang melewati lorong itu. Mizuki terus mengikuti aura mereka.
Alice menatap Xander yang terus menghindar dari arahan Logan, Alice segera berlari mendekati Logan yang hampir terjatuh. "Apa kau masih bertahan?" seru Alice menatap Logan yang sudah kelelahan.
"Awasss!" teriak Logan lalu mendorong Alice, Brukk—Alice membentur ding-ding tembok sekolah. Mereka sudah sampai di sekitar taman yang tidak jauh dari sekolah mereka. Mobil mereka bahkan tertinggal di dalam sekolah. Logan menatap Alice yang merintih kesakitan.
"Xander, sekarang. Dia berada di sekitar mu!" teriak Logan membuat Xander yang tad terus menghindar langsung melakukan teleportase dan "Asuokaaaaa!" seru Xander menebarkan serbuk itu. Tidak lama setelah ia menebarkan butiran itu, tangan-tangan panjang yang menarik kakinya perlahan terlihat.
"Alice, sekarang!" seru Xander
Brukk—Sosok satan itu langsung terbelah dua dengan pedang kecil yang menusuk nya. Alice menyerang satan itu dengan kekuatan yang ia punya. Blrussshhh—Satan itu tiba-tiba terbakar berkat pisau yang sudah dilumuri dengan serbuk itu lebih dulu. Logan segera membantu Alice untuk berdiri, Xander mendekati mereka. Mereka menatap keadaan taman lebih dulu.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Last Weird (TAMAT)
Mystery / ThrillerAlice berada di dalam sebuah 'teror' yang terus memaksanya untuk mengingat apa yang ia lupakan. Xander hadir saat gadis itu merasa ingin menyerah menghadapi masalah-Nya. **** Memiliki kekuatan aneh yang 'katanya' adalah sebuah kecelakaan yang dilaku...