Bagian 68 || Ungkap kebenaran 1 ||

6 3 0
                                    

            Mereka ber-empat beranjak dari ruangan mr.Erick, dan berdiri di depan lorong dengan pencahayaan minim. Alice, Logan dan Xander melangkah memasuki lorong itu. Namun Tristan masih berada di tempat semula ia berdiri saat mendengar suara-suara itu. Membuat Xander ikut berhenti karena tidak merasakan Tristan berjalan di sebelah nya. Xander lalu menatap lelaki itu masih berdiri di tempat semula. Membuat Logan dan Alice tiba-tiba berhenti saat Xander berhenti.

"Ada apa dengan mu?" seru Xander menatap Tristan

"Jangan bilang sekarang kau takut!" ujar Alice menatap Tristan dengan datar

Logan yang memakai kekuatannya tidak berkata apa-apa, karena selain pintu yang dimaksud oleh Tristan. Tidak ada yang mencurigakan di sini, hanya saja di balik pintu dimana Tristan menyegel satan itu, benar-benar menyeramkan. Bahkan Logan tidak tahan menatap bentuk satan itu.

"Kau sebaiknya tidak usah ikut!" final Xander saat Tristan masih berdiam diri di tempatnya semula. Sama-sekali tidak bergerak barang sedikit pun membuatnya kesal

"Tunggu!" teriak Tristan lalu segera berlari dan berjalan di tengah, tepat di sebelah Alice yang masih memegang tangan Logan.

"Penakut!" cibir Alice yang hanya ditanggapi dengan kekehan oleh Tristan. Sebaiknya ia memang tidak berbohong bahwa sekarang ia benar-benar takut. Bagi Tristan sendiri, lebih baik menghadapi sesuatu yang nyata dan sudah jelas, dibandingkan dengan apa yang mereka jalani saat ini. Benar-benar abstrak dan tidak memiliki kejelasan.

Logan mengembalikan penglihatannya karena merasa sedikit lelah, mereka lalu berjalan dengan penerangan yang minim. Melewati pintu yang mengeluarkan aura yang aneh. Rasa aura itu terasa berbeda bagi Alice dan juga Xander. Lebih kuat daripada sebelumnya. Dan itu sedikit membuat Alice menatap pintu itu cukup lama. Namun tangan nya tiba-tiba digenggam dan Alice terkejut bahwa Xander yang menggeggam tangan nya.

"Jangan lari dari tujuan kita!" seru Xander membawa Alice kembali bersama dengan mereka.

Alice, Logan, Xander dan Tristan berhenti di depan tembok itu. Dan apa yang dikatakan oleh Alice dan juga Xander memang benar adanya.

"Lihat? Tidak ada jalan di sini, aku rasa ada sesuatu yang disembunyikan di sini!" ujar Alice yang menatap tembok itu. Logan kembali dari arah kiri, begitu juga dengan Tristan yang kembali dari arah kanan.

"Benar-benar buntu, tapi kemana pergi jika begitu?" ujar Tristan meraba tembok di depan nya. Namun tidak menemukan apa-apa. Ia lalu menatap tiga orang yang sedang menatap nya. "Aku rasa kita harus lekas kembali, jika tidak mau kita dalam masalah!" seru Tristan

"Aku rasa juga begitu!" guman Logan, menyerah dengan apa yang tidak mereka dapati. Alice dan Xander juga sama, mereka lalu berjalan ke luar dari lorong itu dan masuk ke dalam ruangan mr.Erick dan lelaki itu masih belum berada di sana. Tidak terlalu peduli, Alice dan Xander begitu juga dengan Logan langsung kembali ke dalam soal-soal mereka. Sebentar lagi mereka akan Ujian pertengahan semester, dan ujiannya kali ini akan terasa lebih berat. Terlebih saat Logan masih belum mendapatkan petunjuk mengenai proyek akhirnya.

"Apa kau sudah dapet ide?" seru Xander yang berhenti sebentar dari bank soal di tangan lelaki itu dan menatap Logan yang juga ikut menghentikan mata nya yang membaca entah apa di dalam ponsel nya itu.

Logan menggeleng sedih, antara ingin menyerah atau kembali pada kelompok Alice dan Xander. Namun Logan tidak ingin hanya menumpang nama saja. Ia benar-benar ingin lebih baik tahun ini dan mendapatkan jurusan kulaih di universitas yang sama dengan Alice dan juga Xander.

The Last Weird (TAMAT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang