Pada malam itu, Tsukishima Kei tidak mengikuti latihan volley dan memilih pergi menuju rooftop rumah sakit untuk mengakhiri hidupnya. Namun rencananya tersebut gagal ketika seorang pasien wanita berhasil memergokinya.
───────────────────────────────...
Setelah Tsukishima berlatih selama dua minggu terakhir ini, hari dimana Turnamen Spring pun dimulai. Turnamen ini dilaksanakan pada saat musim semi datang, dan Turnamen ini sekarang sudah jalan selama tiga hari. Melody memutuskan untuk membolos diam-diam tanpa sepengetahuan Kakak laki-lakinya untuk menonton pertandingan Tim Karasuno. Meski tak dipungkiri jika Melody juga ingin melihat Tsukishima bermain. Beruntung sekali Melody telah siap sedia membawa pakaian cadangan yang akan ia gunakan pada saat ia menonton Turnamen Spring tersebut. Ia hanya ingin menonton dengan pakaian yang nyaman, tentu saja tanpa terikat dengan hal-hal tentang sekolahnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sesampainya di Sendai City Gymnasium, Melody segera pergi menuju toilet untuk berganti pakaian dan menunggu Tim-tim volley segera memasuki area pertandingan. Ia hanya tidak ingin bertemu Tsukishima pada saat seperti ini karena ia tahu bahwa ia Tsukishima akan memarahinya.
Melody POV
Sesampainya di Sendai City Gymnasium, aku pun segera pergi ke toilet dan mengganti pakaian ku. Tak lupa juga aku memakai bedak dan lipcream ku lagi agar masih terlihat fresh. Setelah ku rasa situasi mulai aman, aku pun keluar dari toilet wanita dan pergi menuju arah venue yang dituju. Setelah memasuki venue, aku pun duduk di salah satu kursi penonton yang berada di paling depan.
Terlihat Tim Karasuno mulai memasuki venue bersama dengan Takeda Sensei, Kak Kiyoko, dan Pelatih Ukai. "Me-melody..?!" Aku menoleh ke arah sebelah kiri ku dan mendapati Yachi yang tengah terkejut melihat ku. Mata ku seketika terbelalak karena aku baru saja sadar bahwa seseorang yang duduk di sebelah ku ternyata adalah Yachi.
"Yachi? Ya ampun aku kira kamu ikut masuk ke lapangan.." Ucap ku. Yachi tertawa kecil dan kemudian mengusap rambutnya dengan kikuk. "Ya sayangnya manager yang dibolehin masuk cuman satu hehe, ya gapapa si sebenernya.." Jawab Yachi. Tak lama kemudian pertandingan pun dimulai, dipertandingan pertama ini Karasuno harus melawan Aoba Johsai.
"Semoga.. Semoga.." Aku mengepalkan kedua tangan ku karena gugup. Mendengar Karasuno berhasil mengalahkan Date Tech saja sudah membuat ku lega. Date Tech dan Aoba Johsai adalah Tim Volley yang sama-sama kuat, meski sebenarnya Shiratorizawa jauh lebih kuat dibandingkan dua tim tersebut.
Dibandingkan pertandingan-pertandingan sebelumnya, entah mengapa kali ini aku jauh lebih gugup dari biasanya. "Mel? Kenapa?" Aku menoleh ke arah Yachi yang tampak khawatir melihat ku gelisah. Dengan cepat, aku pun menggelengkan kepala ku dan kemudian tersenyum menatap Tim Karasuno. "Gak tau kenapa dibandingkan pertandingan sebelumnya, kali ini aku jauh lebih gugup dari biasanya." Ucap ku.
Yachi pun menyodorkan sebotol minuman untukku, aku pun menerimanya dan meneguk minuman tersebut. Tampak dari kejauhan, Kak Oikawa terlihat melambaikan tangannya ke arah ku. Ya, aku dan dia pernah menjalin suatu hubungan meski hubungan tersebut tidak berlangsung lama.
"Mel, tau gak? Gak tau ini firasat ku aja apa gimana, sejak Tsukki deket sama kamu, aku ngerasa dia jadi orang yang beda dari yang dulu.." Ucap Yachi. Aku mengernyitkan dahi ku karena tidak mengerti apa maksud dari perkataan Yachi. "Hah? Gimana?" Tanya ku. Yachi terlihat menunduk dan kemudian tersenyum seraya mengusap minumannya.