P, 9 Mei 2021
23.32 WIBPeringatan :
-Bijak dalam menambah bacaan
-Typo tersebar dimana-mana
-VOMENT sebelum membaca, keharusan!!!
-Follow Author sebelum cerita ini ditambahkan, Keharusan !!!💭💭💭
-Jangan bisanya jiplak/copas cerita ini sebagian atau secara keseluruhan
💭💭💭
Stevie PoV.
Aku menuangkan air panas secara perlahan kesebuah gelas yang sebelumnya sudah ku isi dengan gula dan selembar teh celup, aromanya begitu menyejukkan, dan suara dentuman setiap molekul air yang saling bertabrakan menambah kenikmatan pagi ku kali ini. Huuhh, hal sederhana yang dapat aku lakukan untuk menenangkan pikiran yang sedang keruh ini.
Aku memejamkan mataku, menikmati dunia fana yang penuh dengan misteri ini. Setidaknya pagi ku tidak seburuk perjalan hidup yang pernah menemaniku.
Aku menghentikan kegiatanku dalam menuang air. Kulihat secangkir teh hangat yang benar-benar siap untuk ku santap.
Hmm... Aromanya.
Sembari menghirup aroma teh milik ku, aku berjalan keluar dari ruangan yang, yahh... Mungkin bisa dibilang dapur.
"Hiks..."
Sambil memegangi secangkir teh yang baru saja ku seduh, aku terus berjalan sampai akhirnya langkahku terhenti tepat di ruangan yang dihuni oleh sahabat sekaligus kakak bagiku. Aku mendengar sebuah suara, suaranya seperti isakkan yang terdengar sedikit bergetar.
Aku mempertajam pendengaran ku, jika aku tidak salah, suara ini memang berasal dari kamar Alcys.
"Hiks... Ibu, kau dimana"
Nah, benar. Suara itu muncul lagi.
Seketika keningku langsung berkerut, suara apa itu? Apa mungkin Alcys sedang menangis?
Aahh, tidak-tidak. Dia bukan sosok yang lemah. Dia selalu tegar dan selalu mengajari ku untuk tegar.
"Hikkss..." Tapi, aku belum tuli, suara ini memang berasal dari kamar Alcys.
Seketika rasa penasaran menggerogoti ku, lantas saja aku kembali melangkahkan kaki ini, mencari informasi untuk menuntaskan rasa ke penasaran ku.
Sampainya aku diambang pintu, mata ku berhasil membulat sempurna.
Sungguh.
"Ibu."
Ini benar-benar mengejutkanku.
Aku melihat tubuh Alcys yang meringkuk didalam selimutnya. Dia terlihat menggigil dan sesekali sesugukan karena menangis.
"Alcys?"
Teriakku panik sembari bergegas dengan terburu-buru mendekati ranjangnya. Aku lantas saja duduk di ranjang itu dan melihat keadaan Alcys.
Wajahnya tampak keruh, keringat yang semakin bercucuran membanjiri wajahnya. Aku mendekatkan tangan ku ke wajahnya.
Panas.
Apa Alcys demam?
"Alcys?" Panggil ku lagi.
"Alcys, kau kenapa?" Teriakku lagi.
Aku berusaha menggoyangkan tubuhnya, Berniat untuk membangunkan Alcys yang seolah tak sepenuhnya sadar.
"Hikks... Ibu."

KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Tonight [ SLOW UPDATE ✓ ✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓]
Romance✓ Ga ada Prolog-prolog-an !!! ✓ Yang belum follow, silahkan follow dulu sebelum cerita ini ditambahkan. ✓ Jangan lupa tinggalkan jejak setiap chapter nya ✓ Yang kurang kreatif atau bahkan nggak kreatif samasekali, menyingkirlah! ✓ Kalau kepo, langsu...