Semua ujian udah dilewati, tinggal nunggu pengumuman nih sama perpisahan. Hari hari ini gue sama Yugo selalu pergi bareng, setiap hari, tanpa jeda. Nggak tau kenapa Yugo pengen banget ngabisin waktu bareng.
Seneng sih, bahkan seneng banget. Bisa bayangin kan, orang yang disayang selalu ada disetiap waktu dan dalam segala kondisi.Gue bersyukur punya Yugo yang selalu ngertiin gue, ditambah imannya yang wuhhhh bikin gue selalu melting tiap doa bareng Yugo. Yugo jago banget suruh doa spontan. Dia juga nggak malu bikin tanda salib di depan umum. Respect banget dahh pokoknya.
Dddrrrttttt
Yugo: besok aku mau konvoi. Mau ikut?M.Asa: Bole?
Yugo: Boleh dong
M.Asa: Oke deh
Yugo: besok aku jemput pagi ya
M.Asa: okee
Wuuhhhh Yugooo, dia sekarang udah bener bener beda dari yang dulu, dia lebih asik, nggak batu kayak dulu. Dia juga udah gampang nimbrung orang lain. Biasanya kan Yugo nggak suka keramaian, eh ini malah mau ikut konvoi.
Lope-lope dahhh buat Ugo.****
6.00
Tok tok tok
"Permisiii" teriak seseorang dari luar"Iya sebentar" gue cepet cepet keluar.
Pas gue buka pintu
"Morning dear""Astagaa Yugo, morning too" sapaku balik.
"Kok pagi banget sih Go?" Tanyaku"Sengaja, pengen cepet-cepet ketemu kamu" jawabnya sambil melepas sepatu.
"Yaudah yuk masuk dulu" ajakku.
Yugo masuk dan menunggu di ruang tamu.
"Kok sepi Sa? Pada kemana?" Tanya Yugo."Oohhh, pada pergi dari kemaren sore, Tanteku ada hajat" jawabku sambil memakai kaos kaki.
"Gimana Go, udah cocok ikut konvoi kan?" Kataku sambil menunjukkan diri dengan seragam putih abu-abu."Udah dong, cieelahhhh yang udah siap dicoret coret" kata Yugo.
"Iya dong, udah siap nih, yuk berangkat" ajakku
"Oke ayok"
Gue sama Yugo pun berangkat. Suasana pagi ini sungguh menggambarkan kondisi hati yang menggembirakan, apalagi diatas motor bareng Yugo, wuhhh rasanyaa ah mantap.
Yugo hanya mengendarai motor dengan sangat pelan, tak seperti biasanya. Suasana pagi masih berembun dan dingin, mengarahkan tanganku pada kantong Hoodie Yugo dan menyandarkan dagu pada pundaknya.
Kulihat dari spion, Yugo hanya tersenyum dan kurasa ia menikmatinya.
Pundaknya kini menjadi tempat ternyaman setelah kasurku. Motor Yugo pun telah menjadi saksi perjalanan asmaraku dengan Yugo.Gue sama Yugo menuju titik kumpul anak anak konvoi yang lain. Setibanya di lokasi, ternyata sudah ramai. Temen temen gue yang udah siap dengan seragam putih abu-abu siap mengekspresikan kebahagiaan.
Sebenernya konvoi dilarang, tapi dari tahun ke tahun, itu sudah menjadi tradisi tersendiri bagi tiap angkatan kelas XII.
"Teman teman" teriak seseorang menggunakan toa. "Sudah siap?"

KAMU SEDANG MEMBACA
Ayo Jatuh Cinta [Completed] ✓
Novela Juvenil"Sa" panggil Yugo. "Apa" jawabku deg degan. Kenapa tiba-tiba suasana jadi menegangkan gini. "Saat ini gue ga lagi jatuh cinta" Yugo diem. Gue mikir dia ga mau pacaran. Tapi dia lanjut ngomong "tapi bangun cinta, dan itu sama Lo Sa." Deg Jantung gue...