Hukum Ketertarikan
Dia akan merespon getaran apa pun yang Anda pancarkan dengan mendatangkan getaran yang lebih banyak
Tak peduli apakah getaran itu positif atau negatif. Hukum ketertarikan akan mendatangkan getaran yang sama, bahkan lebih banyak jumlahnya
Termasuk saat melihat seseorang.
Dalam kasus jatuh cinta..
Biasanya mencakup 'Dua muatan'
Yaitu aku dan kamu.ΩΩΩΩ
_______________________________
Matahari semakin naik, Lee Gon menoleh ke arah jendela dengan masih terengah. Sudah sangat siang memang, namun dia telah kehilangan selera bekerja. Mungkin dia akan melanjutkannya pada malam hari.
Kemudian Lee Gon melihat ke samping, dimana ada sosok wanita yang juga masih sama terengahnya, mengatur nafas.
"Kau baik-baik saja?" Tanyanya.
Wanita itu melihat padanya, lalu mengangguk pelan. Meskipun kerutan di dahi tercetak jelas. Lee Gon terkekeh. "Kenapa berbohong? Kalau sakit bilang sakit, aku akan meminta Lady Noh mempersiapkan air hangat untukmu. Juga obat pereda nyeri"
Terlihat pipi wanita itu mulai bersemu, dengan cepat Lee Gon mendekat ke arahnya lagi untuk mencium bibirnya rakus.
Setelah beberapa saat akhirnya dia melepas tautan tersebut. Membelai bahu telanjang wanita itu sebentar dan beranjak.
"Istirahatlah dulu Minha-ssi, nanti Lady Noh akan segera datang." Ujarnya sembari memakai jubah tidur.
Minha memaksakan tubuhnya duduk, dengan tangan yang menarik selimut, lalu ia membungkuk. Itu aturan untuk menjawab ucapan Rajanya. Tidak perduli tengah dalam situasi apapun. "Ye Pyeha.."
"Aku pergi, sampai jumpa"
Minha menunduk, dia terus berada di posisi seperti itu sampai Lee Gon sudah keluar dari ruangan tersebut.
Setelah itu Minha langsung merebahkan lagi dirinya ke atas kasur. Sungguh mendebarkan, dia hampir pingsan tadi ketika sang Raja menyetubuhinya dengan cukup kasar. Pria itu seperti tengah marah. Dan meluapkan padanya. Benar-benar melelahkan, namun dia tidak menyangkal, bahwa itu juga sangat panas.
Tak lama pintu terketuk, dia terbangun cepat. Ternyata Lady Noh yang muncul dari balik sana. Minha pun tersenyum, menyapa wanita paruh baya itu.
"Kau baik-baik saja? Ini obat pereda nyerinya." Lady Noh mengulurkan obat dan air yang segera diambil oleh Minha. "Terimakasih Kepala Noh.."
Minha pun langsung meminumnya, tentu dengan di awasi oleh Lady Noh. Ini juga salah satu aturan, termasuk sebelum dia melayani sang Raja, dia akan meminum obat pencegah kehamilan terlebih dahulu, karena Rajanya tidak menyukai memakai pengaman ketika melakukan seks. Dan Rajanya juga belum ingin memiliki anak, entah kenapa. Padahal pasti banyak wanita yang rela menjadi selirnya saja.
*****
Tiga hari berlalu dari kejadian saat itu, Tae Eul belum pernah melihat wajah sang Raja semenjak disini. Terakhir yang dia tahu dari catatan agenda, Rajanya ada kunjungan ke Seoul kemarin, dengan ditemani oleh perdana Menteri dan juga Seo Ji Ah. Mereka berangkat sangat pagi, jadi dia tidak sempat melihat. Sedangkan dia disini mengurus segala rekapan data yang tercecer karena kepergian partnernya itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Excellency 👑
FanfictionKau percaya akan takdir yang sama, dengan orang yang juga sama pada masing-masing alam semesta? Jika memang begitu, bagaimana dengan kehidupan di dunia kita? Karena kesalahan mereka, lalu kita ikut menanggung segala dosanya? Karena takdir mereka ya...