"Tuhan, aku merindukannya. Tolong temukan aku dan dia pada lingkaran kebahagiaan. Dan bila temu itu tercipta, jangan biarkan semesta memisahkan kami lagi."
rasyidahaz12
The End Of Wandering.
.
Sebelum baca part ini dipastikan dulu baca al-kahfi ya readers THEOW😚
Happy Reading
Jangan lupa share cerita ini ke teman-teman kamu ya. Supaya bisa nularin kebahagiann juga. XixixiApa kabar kakakku?
Aku harap kau dalam keadaan baik-baik saja.
Kabarku? Kau jangan khawatir dengan diriku. Sebab berjalannya waktu, aku mulai terbiasa dengan semua ini. Hidupku memang memilukan. Tapi, jikaku terus terpuruk itu akan membuatku semakin sakit. Seperti kata orang, jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia. Begitulah prinsip hidup yang ku terapkan sekarang, kak.Oh ya kak, aku ingin bicara tentang Kim. Ternyata dia lelaki yang baik, kak. Dia mencurahkan segala perhatian, cinta, dan ketulusan kepadaku. Tapi tetap saja aku tidak mencintainya. Aku tahu itu salah, tapi dia tidak akan bisa mengisi kekosongan hatiku. Tidak akan pernah. Bagiku hubungan ini hanya sebatas aku yang mengasuh dan membimbing Ara untuk menjadi anak yang sholeha. Sudah ya kak, aku harus memasak, karena sebentar lagi Kim akan pulang. Salam rindu dariku.
Bibir Variela berulang kali merapalkan kalimat panjang yang ia kirimkan dua hari yang lalu melalui email. Namun sampai sekarang belum ada balasan dari Zaid. Apakah lelaki itu benar-benar telah membencinya?
****
Jemarinya sejak kemarin ragu untuk membalas pesan email dari Variela. Ragu itu hadir karena rasa bencinya kepada Variela yang senantiasa memanggilnya dengan sebutan kakak.
"Rindumu hanya sebatas kakak beradik, tapi aku tidak. Terasa pedih menahan rindu yang semakin memberontak untuk bertemu. Aku rindu dengan sifat bawelmu, rasa ingin tahumu yang tinggi. Aku rindu denganmu yang setiap kali ada masalah, aku selalu menjadi pendengar setiamu, menasehatimu lalu kau mengatakan, 'Sekarang aku sudah baik-baik saja. Itu berkatmu kak Zaid.' Tapi sekarang semuanya sudah berubah," lirih Zaid menatap hamparan biru yang terbentang luas disertai deburan ombak yang menghantam kapal pesiar yang ia naiki.
"Merindukan adikmu?" tanya seorang perempuan memposisikan dirinya berdiri di samping Zaid.
Zaid diam dengan mata yang tidak terlepaskan dari birunya lautan.
"Jikaku merindu seseorang, biasanya aku memejamkan mataku sembari berucap dalam hati, Tuhan, aku merindukan dirinya. Tolong temukan kami di lingkaran kebahagiaan. Dan bila telah bertemu, jangan biarkan semesta memisahkan kami lagi. Jadi gitu, sekarang kau harus mencobanya," ujar Ayunda antusias dengan tangan yang semakin kuat menggenggam besi sebagai pembatas akhir dari kapal pesiar itu.
"Ampuhkah?" tanya Zaid kurang percaya.
Lengkung sabit terbingkai indah di wajah Ayunda. Ia mengangguk penuh percaya. "Lakukanlah," ujarnya menatap netra Zaid penuh kagum.
Zaid mulai memejamkan matanya. Mengatakan ulang kalimat yang Ayunda rapalkan tadi dengan penuh penghayatan. Terbesit rasa kurang percaya hal itu akan terjadi. Namun jika pinta itu akhirnya termakbul, maka Zaid akan menjadi orang yang paling bahagia di dunia ini.
Suara nyaring Ayunda menyadarkan Zaid dari lamunannya. Ia pun membuka mata kembali dan menatap wajah permai Ayunda.
"Lihat! Zaid, lihatlah," seru Ayunda antusias dengan telunjuk mengarah pada hamparan biru.
"Ada apa sih?" tanya Zaid bingung.
"Itu, lihat. Wajahmu jangan liatin aku mulu. Iya aku cantik, sampai kau tidak rela untuk berpaling," ujar Ayunda mengundang gelak tawa Zaid.

KAMU SEDANG MEMBACA
The End Of Wandering
Mystery / ThrillerMenceritakan tentang seorang gadis yang menjadi korban dari jiwa tantenya yang sangat tergila-gila dengan Korea. Mulai dari aktris maupun aktornya, drama Korea, boy band dan girl band Korea, dan kehidupan Korea, membuat tantenya berharap gadis yang...