Perihal yang terlewat kan

11 2 0
                                    

Di sudut sunyi nya malam itu, setelah diantarkan pulang oleh David. Mamah Rika (ibu kandung lisa) pun keluar...


(Mamah Rika)
Abis dari mana kalian?

(David&lisa)
Hanya sekedar berjalan menikmati indahnya senja sampai larut malam


(Mamah Rika)
Mama khawatir, David ini jam 11 malam. Rumah kamu jauh bukan? Istirahat lah disini sampai jelang pagi

(David)
Apa tidak masalah?


(Mamah Rika)
Tak apa.. "Sini masuk" (Ucapnya)

Selang waktu berjalan, David tak sengaja menemukan Handphone milik lisa di meja makan. Lisa sudah terlelap sedangkan David tak tertidur menunggu pagi. Bagai satpam satu malam dirumah itu.
Tak sengaja ia membuka isi dari handphone lisa dan David menemukan isi percakapan Rio dengan lisa 1 bulan yang lalu

(Rio)
Selamat malam kamu..

(Lisa)
Malam juga untuk kamu

(Rio)
Sedang apa kamu?

(Lisa)
Sedang mikirin seseorang

(Rio)
Aku?

(Lisa)
Ih, ge-er banget

(Rio)
Ngaku aja ndak usah berbohong

(Lisa)
Siapa juga yang bohong. Kamunya aja yang kepedean


(Rio)
Gapapa, kan aku rindu kamu

(Lisa)
Apaan si, ga nyambung banget


(Rio)
Biarin, wleee~

David yang melihat isi percakapan tersebut agak membuat nya sadar diri..
Sebuah hubungan, sebuah komitmen yang ia rasa kian mulai rapuh, David sadar bahwa ia tidak berhak menuntut orang yang ia sayangi untuk menuruti perkataan nya. Karena baginya percaya adalah sebuah kunci. Tapi apakah kunci itu digunakan untuk ruangan yang tepat ?


(David)
Ahh... Ternyata yang ku takutkan memang benar terjadi. Tapi tak masalah. Ini bukan salahnya. Ini salahku yang terlalu percaya kan hatiku padanya. Yang pada akhirnya aku sadar bahwa aku tak lebih sedikit pun dari dia yang memiliki segalanya. Dihubungan kita yang kian menuju 1 tahun. Tenang lah... Ini bukan perselingkuhan, hanya diriku saja yang terlalu cemburu. Ku rasa ku sudah menemukan pintu untuk keluar dari zona ini.
(Jawabanya dalam hati)

Rhapsody 4' You&MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang