Bab 9 | Malu Tapi Mau

17 6 0
                                    

Selamat Membaca Kisah
Perjalanan Mereka

Now Playing : Gita Gutawa - Malu Tapi Mau

***

Bab 9 | Malu Tapi Mau

Ekspresi apapun bisa kita tunjukan dan pahamilah setiap ekspresi serta bahasa tubuh disekitarmu

***

Sungguh bahagia mungkin itu yang dirasakan oleh Alpha,  semua hati dan pikiran nya kini tertuju kepada sosok yang telah sudi memotretnya, eh maksudnya Jd Eleven. Entah dari mana Fera bisa kenal sama Ixora itu mungkin bisa jadi alibi dirinya untuk mengetahui lebih jauh tentang Ixora.

Tapi kalau sekadar mengetahui Ixora tidaklah masalah,  namun masalah sesungguhnya ada pada sosok Fera dan Pysga yang dimana Pysga tipikal orang yang cemburuan. Sekali cemburu ia akan marahnya setengah hati dan susah untuk membuat moodnya kembali. Mungkin Alpha harus meminta bantuan Pysga agar bisa punya waktu untuk ngobrol masalah Ixora empat mata.

Pemotretan berlangsung selama setengah jam. Waktu belajar mereka harus di pake untuk sekadar pemotretan yang berlangsung ini, mudah-mudahan usaha mereka membuahkan hasil yang setimpal dengan pengorbanan waktu dan pendidikan mereka demi karir masa depan.

"Oke cukup." Ixora menghentikan kegiatannya.

Semua bisa bernapas lega, akhirnya memilih melepaskan dahaganya dengan minum air mineral yang mereka beli tadi, setelah puas dengan menikmati istirahat yang sangat melelahkan itu mereka menikmati makanan yang di beli Feli di kantin. Feli memang tidak mengikuti pemotretan itu karena ia memilih belajar dari pada harus melihat abang dan teman-temannya bergaya dengan yang bikin orang tertarik.

"Kirain bakal makanan enak. Eh malah mie rebus di kantin sekolah," keluh Theta.

"hehehe maaf kalian ini masih debut perdana jadi harus dari bawah dulu apalagi soal makan. Lebih baik menghemat dulu aja," jawab Feli so dewasa.

Semua menatap Feli dengan tatapan aneh. Seorang Feli Tiara Selvintris bisa ngomong layaknya orang dewasa biasanya ia menjadi sosok yang heboh dan juga pecicilan. Kini entah kenapa ia mendadak bijak seperti ini,  "jangan koment apapun,  makan aja makanan yang ada selagi kalian masih belum jadi artis."

Mereka menelan silvananya kaget bercampur takut akhirnya mereka menyantap makanan yang sudah di sediakan Feli. Sementara itu Alpha di sela-sela menyantap makanannya ia terus memandang sosok Ixora yang masih membereskan alat alat pemotretan. Namum pemandangan itu sedikit meleset dari dugaan nya ternyata oh ternyata lampu untuk pencahayaan foto mendadak jatuh secara misterius padahal angin tidak terasa disini tapi entah kenapa benda itu jatuh?

Alpha bangkit dan langsung menarik tangan Ixora tanpa memberi peringatan terlebih dahulu, tanpa aba-aba ia menarik dan jatuh tepat di atas tubuh yang menahan bebab Ixora agar tidak ada yang luka. Untung saja jarak antara dirinya dan lampu itu jauh jadi tidak ada luka apapun.

"Kamu gapapa?" tanya Alpha ragu.

Pertanyaan Alpha tidak di gubris Ixora seolah ada daya tarik magnet yang membuat matanya terus memandang Alpha dan juga membuat kedua telinganya di buat tuli. Alpha juga tidak henti-henti menatap Ixora, napasnya terus memburu,  dadanya kembang-kempis mencari ruang agar bisa bernapas dengan lancar.

ASS [6] (Bukan) Si Sulung Alpha ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang