ChapterDuaPuluh

3.8K 184 5
                                    

"Hoamm nghh."

Resha menggaruk pipi nya yg terasa gatal. Matanya masih sedikit terpejam.

"Jam berapa si?" Gumam Resha. Meraba nakas samping mencari ponselnya.

Ketemu, langsung ia membuka nya. Lockscreen ponsel menunjukkan angka 05.45, itu artinya ia masih mempunyai waktu sekitar lima belas menit lagi untuk melanjutkan tidurnya.

Saat hendak berbaring, tiba-tiba tangannya ditarik seseorang membuatnya kembali terduduk.

"Emhh apa sihh?" Rengek Resha.

"Bangun.. Lo gak sekolah?" Tanya Revan.

"Hoamm ya sekolah lahh masa nggak!" Kata Resha dengan mata tertutup.

"Makanya bangun! Ayok bangunn!!"

Revan menarik kedua tangan Resha agar berdiri. Namun Resha nampak enggan bergerak. Revan tersenyum miring, ia mempunyai ide untuk membuat Resha bangun.

Resha membuka matanya perlahan kala Revan melepas tangannya dan malah ikut berbaring disamping nya.

"Yaudah kalo lo gak mau bangun. Gue juga mau disini aja sama istri gue." Bisik Revan dengan suara seksi. "Sampe siang." Lanjut Revan.

Seketika mata Resha terbelalak lalu berdiri menatap ngeri Revan.

"Maksud l-lo?"

"Jangan pura-pura polos sayangg." Ucap Revan, menggoda diakhir.

"Heh! Lo jangan macem-macem ya!!" Teriak Resha menodongkan bantal guling nya kearah Revan.

Revan tersenyum smirk dan detik berikutnya Resha berlari menuju kamar mandi, menutupnya dengan rapat lalu menguncinya.

"Hahaha... Ohh kamu mau main didalem sayanggg." Goda Revan berteriak.

"Gak yaa!! Awas aja lo Van!" Resha melempar gayung nya hingga menimbulkan bunyi keras.

Brakhh

Tawa Revan terhenti, setakut itu kah Resha sampai melempar gayung? Padahal ia hanya bercanda, tapi kalau Resha mau ya gaskeun. Jika ditanya apa Revan tidak ingin melakukan nya? Tentu saja ingin, ia juga lelaki normal.

Tapi ia akan menunggu Resha hingga dia siap dengan garis besar 'jangan lama-lama'.

Revan dan Resha kini sedang sarapan diruang makan.

*Yaiyalah diruang makan masa disungai gimana sih min. Oke back to topik.

Tak ada percakapan diantara mereka, hanya hening dan suara dentingan sendok yg mendominasi.

"Permisi Tuan, maaf mengganggu waktu nya sebentar." Ucap Bimo tiba-tiba datang.

Revan menghentikan kegiatan makannya. "Ada apa?"

"Nanti siang anda mempunyai jadwal meeting bersama perusahaan wijaya's group." Ujar Bimo sopan.

"Jam?"

"Jam dua siang Tuan."

"Baik akan saya usahakan." Bimo menunduk. 

Glekk

Resha meneguk minumannya.

"Emang harus ya?" Tanya Resha.

"Melihat meeting tersebut penting, jadi Tuan Revan harus menghadiri nya Nyonya." Jawab Bimo.

"Kenapa? Ntar gue suruh Bimo jemput lo kok." Ucap Revan, tak biasanya Resha menanyakan itu.

PERFECT BABY[SLOW UP]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang