[⚠️BELUM DI REVISI! DI REVISI SETELAH TAMAT⚠️]
[Follow Baru Baca]
Rosa Agatha Beatrix, seorang remaja cantik pindahan dari SMA Cendrawasih yang jutek, cuek, namun baik hati.
Remaja? Ya dia Remaja cantik yang sekarang duduk di Sekolah Menengah Atas t...
Pantaskah aku untuk di sebut wanita yang baik? Hidupku akan di mulai dengan rasa jijik!
~Rosa
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Suasana pagi nan indah, kicauan burung-burung yang merdu, dan ayam yang berkokok membuat Rosa terbangun dari tidurnya. Hari ini Rosa tidak ingin ke sekolah. Dia tidak enak badan.
"Huwek... Huwek..." Rosa langsung bergegas ke kamar mandi. Dia sangat mual. Mulai dari semalam Rosa tidak enak badan. Perutnya yang terasa mual, kepala terasa sangat berat dan pusing, serta kurangnya nafsu makan.
Apa mungkin gue hamil? batin Rosa.
Dengan tergesa-gesa, Rosa langsung bersiap-siap untuk pergi ke apotek membeli test pack. Karena uang yang ditinggalkan mama Rosa tinggal sedikit lagi, jadi dia pergi dengan berjalan kaki. Hitung-hitung untuk menghemat.
•Sesampainya di apotek•
"Kak, beli test packnya 2 dong," ucap Rosa.
"Harga 1 test packnya sepuluh ribu ya mbak," ucap seorang Apoteker tersebut.
"Clarissa!" panggil seoarang pria yang berdiri tegap di hadapan Clarissa.
"Iya kak?"
"Gue belum lihat Rosa satu hari ini. Dia gak masuk sekolah?" tanya Bryan.
"Iya nih kak. Rosa gak masuk sekolah hari ini. Mana gak izin lagi sama guru. Sama kita-kitapun nggak ada pemberitahuan kalau dia gak masuk. Kan buat khawatir." jawab Clarissa dengan wajah khawatir.
Kemudian, Bryan pergi menuju parkiran mengambil motor besarnya dan pergi meninggalkan sekolah untuk mencari keberadaan Rosa.
Saat di perjalanan, Bryan melihat Rosa keluar dari apotek. Bryan melihat Rosa dalam keadaan lemas. Bryan memberhentikan motor besarnya di sebuah kedai.
"Ros!" panggil Bryan.
Terkejut mendengar suara berat itu, Rosa mempercepat langkahnya. Dia yakin betul bahwa suara itu adalah Bryan.
Sialan! Kenapa kak Bryan dateng di saat yang gak tepat, sih? batin Rosa.