♡◉◉ 6 ◉◉♡

38 9 0
                                    

♡Hai Alstroemeria

Apa kabar?
Semoga baik-baik aja ya 。◕‿◕。

Maaf ya baru up lagi, tugas banyak terus😟

Semoga kalian suka sama chapter ini

Maklumi ya kalau masih banyak typo bertebaran:)
Kalian bisa komen kalau liat typo biar aku bisa perbaiki.

Keep smiling and cheer up
Enjoy~~~

Keep smiling and cheer upEnjoy~~~

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

~~~

"Bang, kenapa lo ga bilang sih kalau mereka kesini? Tau gitu oliv di kamar aja seharian," gerutu cewek itu pada baren yang sedang berusaha membuka kunci pintu rumah mereka.

Baren dan oliv baru saja ingin memasuki rumah mereka, setelah dirasa teman-temannya sudah pergi sehabis mengambil motor masing-masing.

"Semalem mereka nginep. Abang udah ke kamar, taunya lo udah tidur. Ehh tiba-tiba malemnya lo malah ke ruang game, yaudah jadinya sekalian prank mereka hehe. Terus abang juga ga tau kalau pagi-pagi lo udah bangun," cengir baren sambil berjalan memasuki rumahnya diikuti oliv.

Sehabis pulang dari cafe kemarin, oliv langsung tertidur dan bangun saat magrib. Setelah itu ia menghabiskan waktunya untuk nonton drakor yang belum sempat ia selesaikan. Karena malamnya oliv tidak bisa tidur, dan biasanya disaat dalam keadaan seperti itu ia harus menggenggam tangan seseorang agar bisa tertidur. Itu adalah suatu kebiasaan baginya setelah kejadian 2 tahun yang lalu.

Alhasil oliv ingin meminta baren menemaninya, tapi ia tidak dapat menemukan siapapun dikamar baren, jadilah ia ke ruang game. Dan ya, saat melihat baren membuka pintu oliv langsung menghamburkan pelukannya, tanpa melihat keadaan sekitar.

Baren menoleh ke samping, dan mendapatkan wajah adiknya yang ditekuk, "udah gapapa, kalaupun lo tutupin juga mereka bakalan tau sendiri," ucapnya dengan tangan kanan yang mengusap-usap kepala oliv.

"Ihh bukan masalah itu bang, gua ga masalah kalau mereka tau. Tapi__" oliv terdim sejenak. "Tau ahh oliv mau ke kamar aja," oliv melepas tangan baren, lalu berjalan menuju kamarnya dengan menghentak-hentakkan kaki.

Sebenarnya oliv tidak mempermasalahkan siapapun tau jika dirinya dan baren adik kakak, toh nanti juga semua akan tau. Ia juga dari awal memang tidak menutup-nutupin, cuma jarang aja ada moment mereka bareng. Tapi disini yang memjadi permasalahannya yaitu jika ia tau ada teman-temannya dirumahnya, oliv tidak akan keluar dan memeluk jeffry, atau setidaknya ia bisa memastikan siapa orang yang akan dipeluk.

JELIV (On going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang