Chapter 15 || Keceplosan 🍃

71 20 81
                                    

__________________

Suara bel istirahat berbunyi, menggema di tiap penjuru sekolah. Guru-guru yang masih mengajar, mau tak mau harus berhenti dan segera keluar dari kelas.

Gadis cantik berambut sebahu, mengenakan seragam sekolah khas SMA Adhinata itu, sedang merapihkan semua alat tulisnya yang berada di meja.

"Ayo Freya buruan! nanti seblak nya keburu antri," teriak Naya yang sudah berada di depan kelas. Sesekali melirik kebawah, mencari keberadaan sang sahabat yang dihukum oleh Pak Bambang tadi.

Setelah semua bukunya dapat dipastikan sudah aman di dalam tas, ia menghampiri Naya yang tengah merapihkan rok serta baju seragamnya. "Rambut gue dah rapih belum? Liptint gue ga acak-acakan kan? Bedak gue ketebelan ga? Bando nya engga miring kan?" ucap Naya yang sudah ribet setengah mati, dengan pertanyaan yang beruntut membuat Freya naik darah.

Freya menarik nafasnya dalam-dalam, dan membuangnya secara kasar. "Otak lo kusut!" ucapnya ketus.

Naya tersenyum tipis, "Otak doang mah gakpapa, yang penting gue laku. Dapet cowok cakep, tajir melintir, pinter, sukses, aah idaman ...," Cerocosnya seraya menghitung dengan jari, yang tanpa ia sadari Freya sudah tidak ada dihadapannya.

Tadi, Kepala Freya seperti sudah dibanjiri oleh rasa kesal yang semakin menyeruak, akhirnya memutuskan untuk pergi.

Melihat keberadaan Freya yang sudah berjalan lebih dulu, buru-buru Naya merapihkan rambutnya dan berlari mengejar Freya. "Freyaaaa ... tungguin gue!"

• • • •

Usai mendengar suara bel istrirahat berkumandang, Farel buru-buru naik ke kelasnya. Baju seragam nya tak lagi tertata rapih, lengan baju tergulung, 2 kancing bagian atas baju nya sudah terbuka, bajunya pun sudah tidak lagi dimasukkan. Berantakan.

Ia menaiki tangga satu persatu dengan keringat yang saling bercucuran.

Saat tiba di koridor kelas, ia bertemu dengan seorang gadis yang amat ia kenali. Seketika, terlintas pikiran jahilnya.

"Ceewek," Goda Farel seraya tersenyum manis, menebarkan segala pesonanya.

Namun, gadis itu melewatinya begitu saja, tanpa meliriknya sedikit pun. Langkahnya begitu cepat.

Farel menatap punggung gadis itu dari belakang"Cewek aneh! tapi gue suka anjir, bisa-bisanya gue suka sama orang aneh, berarti gue aneh dong?" gumamnya tak jelas di dalam hati.

Tak lama, ada seorang gadis lagi yang melewatinya sambil mengaca di hpnya.

"Kenapa lu muka di tekuk begitu? Dah jelek gak usah di jelek-jelekin." Orang yang Farel maksud malah menatap Farel dengan memanyunkan bibirnya. "Ini tuh senyum Fareel ... bukan cemberut!"

"Freya kenapa?"

"Lagi marah, kesel, sebel, gara-gara gue dong. Hahaha, keren kan? Iyalah! Secara, Naya Audiva putri gitu, anak paling hits dan tercantik di SMA Adhinata," ujar Naya bangga.

Farel menatap sahabatnya itu terheran-heran. Ia memegangi kening Naya, memeriksanya barang kali Naya demam. Ia mengangguk-anggukan kepalanya dan berjalan ke kelas meninggalkan Naya. Melihat Farel yang pergi meninggalkannya, ia berdecak sebal, "Ck! Ayo aja semuanya ninggalin gue, emang ya gue tuh selalu disia-siakan."

Tinggal beberapa langkah lagi, Farel akan duduk di kursinya. Namun, hal itu terhambat. "FAREEL ...." Suara melengking itu datang secara tiba-tiba, mengganggu pendengarannya.

Freya Anandita || by SfnalifTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang