Part 20

169 19 0
                                        

" Jika anda sangat menyayangi ku, kenapa anda pergi? " tanya Kevin dengan mata berkaca-kaca.

" Ibu hanya kau hidup bahagia dengan ayahmu." jawab Lydia

" Ayah, jadi papa Adrian itu, belum sempat Kevin menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba Lydia berkata,

" Iya,  ibu mu bukanlah perempuan yang baik, demi uang saya rela menyerahkan kehormatan."

Flashback on

Malam itu seorang datang ke tempat kerja ibu, kebetulan hari itu adalah giliran saya melayani tamu kami berkenalan,namanya Adriansyah,kami berbincang cukup lama lalu ,ia berkata, Aku ingin memiliki anak, maukah kamu mengandung anakku, jangan khawatir aku akan memenuhi kebutuhan kalian."

" Lalu bagaimana jika istri anda mengetahui hal ini?"

" Dia tidak boleh tahu,jika sudah waktunya berikan bayi pada istriku kau bilang saja, bahwa kau tidak bisa merawat bayi mu karena tuntutan pekerjaan.

" Baik, saya bersedia."

Flashback off

Ibu memang tidak bersamamu tapi ibu percaya mereka pasti memberikan segalanya yang terbaik untukmu. jelas Lydia sambil tersenyum.

" Ibu tahu semuanya tapi kenapa ibu tidak pernah menemui ku?" tanya Kevin.

" Ibu hanya ingin menjaga perasaan keluarga mu."jawab Lidya.

" Apa ibu tahu kalau papa meninggal?" tanya Kevin

" Ibu tahu, karena itulah ibu memilih tinggal jauh dari Jakarta." jawab Lidya.

" Mulai hari ini aku ingin ibu tinggal bersamaku." ucap Kevin.

" Tidak,ibu sudah bahagia, melihat mu sukses, hanya satu pesan ibu tetaplah hormati mama meskipun kamu sudah mengetahui rahasia ini." jawab Lidya.

" Ibu, ijinkan aku membahagiakan mu, tinggal bersama ku untuk beberapa hari saja." sahut Kevin.

" Ibu bersedia ikut, jika mama mu juga mengijinkannya." ujar Lydia.

" Baiklah, aku akan segera bicara padanya." jawab Kevin tersenyum.

Ia berusaha menghubungi sang istri.

" Sayang,apa kau bersama mama?" tanya Kevin

" Iya,ada apa,kau mau bicara?" sahut Mila

" Tidak, bisakah kau menjauh sebentar, aku ingin bicara penting denganmu." ucap Kevin.

" Baik, tunggu sebentar." jawab Mila.

" Ma aku ke toilet sebentar ya." pamit Mila

" Iya sayang." jawab mereka bersamaan.

" Katakan ada apa?" tanya Mila

" Aku sudah bertemu bu Lidya." jawab Kevin

" Syukurlah,lalu apa rencana mu selanjutnya?" tanya Mila.

" Hari ini, aku berencana mempertemukan mereka." jawab Kevin

" Baiklah, aku akan mengaturnya." sahut Mila tersenyum.

" Good terima kasih." jawab Kevin.

" Iya.kalau pulang hati - hati." sahut Mila.

" Siap nyonya, aku merindukan mu." ujar Kevin.

" Aku juga." jawab Mila sambil tersipu.

Setelah menerima telpon dari sang suami,Mila segera mengajak Marissa pulang

TerlambatTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang