-08-

718 53 0
                                    

Setelah beberapa menit berganti pakaian , Freya keluar dengan pakaian yg diberikan bi marni pada nya.

Cklek....

Happy Reading♫︎

"non sudah..." ucapan bibi menggantung ketika melihat penampilan nona mudanya , 1 kata cantik, ah tidak sangat cantik.

"Subhanallah non cantik sekali"ucap bi Marni menatap Freya kagum , pasalnya sedari dulu Freya tidak pernah mau memakai hijab alasannya sangat klise sekali 'saya gak mau bi , gerah banget pasti' seperti itulah kira kira .

Nabila Aah.. maaf kita panggil saja dia Freya mulai sekarang , baiklah mulai di part ini kita panggil Nabila dengan Freya karena sekarang jiwa Nabila berada ditubuh Freya.

Nabila tersenyum ketika mendengar bi Marni memujinya .

"bibi juga cantik , maaf ya bi kalau selama ini Fe gk dengerin ucapan bibi untuk segera memakai hijab "ucap Freya dengan senyum

"Iy non tidak apa apa , yang terpenting sekarang non sudah mau memakai hijab, non tambah cantik pakai hijab seperti ini " ucap bi Marni menatap wajah Freya dengan kepala yang terbalut hijab namun ada perban yang masih terlihat di kening Freya ,

naaun hal itu tak membuat kecantikan Freya luntur . Alis yang tidak terlalu tebal berwarna cokat tua , mata yang tidak terlalu lebar dengan lensa berwarna hijau nyala membuat matanya seakan seperti serigala dengan bulu mata lentik , hidung yang mancung bagai seluncuran anak Playground , bibir pink alami , kulit yang putih mulus , dan jangan lupa aurat yang tertutup menambah kesan istimewa pada diri Freya yang sekarang.

" bi kalau boleh tau apa papa dan abang abang tidak pernah menjenguk Fe saat Fe koma? " ucap Freya ketika ia mendapat ingatan dari Freya asli bahwa ia dibenci oleh keluarganya sendiri.

"I-itu non tuan besar dan tuan muda ,tidak sama sekali kesini non...."ucap bi Marni memelankan suara diakhir kalimat

Freya hanya bisa tersenyum miris , sesakit inikah rasanya ketika dibenci oleh keluarga sendiri. Freya sungguhlah kuat ,ia bertahan sedari ia kecil sampai ia dewasa sebelum akhirnya ia memilih menyerah dan Nabila lah yang menggantikan posisi nya sekarang .

Mata Freya berkaca kaca kala Freya asli memberinya ingatan akan siksaan dan caci maki keluarganya , pada Freya yang sudah sangat lelah akan dunia yang menuduhnya berbuat apa yang tidak ia lakukan.

Freya segera sadar ketika ia menyadari bahwa ada cairan bening turun dari mata cantiknya.

bi Marni yang seakan tau apa yang dipikirkan oleh nona mudanya langsung memeluk Freya, saat dipekukan bi Marni saat itu juga Freya menangis namun senyap , karena ia hanya menangis dalam diam ia mungkin tak akan sanggup menjadi Freya . Walaupun dirinya ia tak pernah bertemu dengan Freya asli baik dalam mimpi pun ia belum ditemui oleh Freya dan diberikan alasan yang kuat oleh Freya .

"hiks.. bi-bi Hiks.. Fe gak kuat , Fe akan pergi dari sana bi Fe akan pergi"ucap Freya dengan sisa tangisnya

"Jangan non , nanti bibi sama siapa disana ? bibi gak mau non pergi dsri rumah non sendiri "ucap bi Marni tak mengizinkan Freya pergi dari kediaman Alexis .

"tapi.. hiks.. bi.. aku gk mau hiks.. hiks.. buat mereka hiks.. terbebani hiks... "ucap Freya

Bi Marni yang mendengar hal tsb langsung berkaca kaca

Bila takdir berkata lain(𝕋𝕣𝕒𝕟𝕤𝕞𝕚𝕘𝕣𝕒𝕤𝕚)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang