Mati Dalam Diam (Jiwa-Jiwa Sepi)

1 0 0
                                    

Kegelapan malam menyelimuti dunia
Melihat bukan lagi dengan mata
Berpikir bukan lagi dengan logika
Yang terang menjadi gelap gulita

Ini hati manusia
Sifat egois menjadi mata untuk dunia
Kekerasan hati mengabaikan logika
Logika dan fakta tak lagi benar di hatinya

Pagi yang cerah menghidupkan dunia
Dia melihat dengan mata
Dia berpikir dengan logika
Yang terang semakin bercahaya

Ini hati manusia lainnya
Mata yang mampu memandang sempurnanya dunia
Kelembutan hatinya masih dipimpin oleh logika
Hatinya tunduk dengan fakta dan logika

Sungguh mulia manusia itu
Dimana manusia itu?
Apakah dia ada?
Iya, tentu dia ada

Manusia itu ada di dalam kesunyian
Di sudut yang sepi dia menangis
Yang dia lakukan hanya bayangan
Jiwanya ditekan oleh manusia yang egois

Manusia itu
Tak ada tempat untuk mengadu
Dunia tak lagi satu
Dunia ini milik individu

Manusia itu masih hidup
Dia menatap dunia dengan dengan matanya yang redup
Jiwanya masih hidup
Hatinya juga masih hidup

Tapi kau tak lagi menemukannya dalam keadaan hidup
Tatapannya sendu tanpa gairah hidup
Jiwanya menjadi redup
Apakah hatinya masih hidup?

Dia hidup seperti mati
Kesehariannya menjadi sepi
Kehidupannya seakan tak berarti
Apa gunanya hati ini?

—Zhany, 2021.

Puisi Pena Zhany 2021Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang