Poor Heechul

840 55 0
                                        

10 Agustus 2006, adalah hari dimana rasa penyesalan dahsyat melanda Leeteuk. Ia langsung bergegas ke rumah sakit tenpat dimana Heechul di rawat. Ia tidak bisa menahan tangis pilu yang menyesakkan dadanya. Di temani oleh Kyuhyun, ia menangis sejadi - jadinya selama beberapa jam di depan ruang penanganan.



Kecelakaan tersebut membuat Heechul mengalami patah kaki di 5 tempat termasuk tulang paha, lutut, dan pergelangan kaki. Luka lainnya adalah robekan di lidah yang membutuhkan jahitan serta beberapa luka ringan. Heechul pun harus dioperasi karenanya.



Pandangan Leeteuk kosong, tubuhnya mematung. Sementara Kyuhyun bingung harus bagaimana lagi untuk menenangkan hyungnya itu.



"Hyung... Semuanya akan baik-baik saja." Ucap Kyuhyun pelan.



Masih menatap ke depan, Leeteuk berbicara seperti mayat hidup.



"Ini salahku... Harusnya aku bersikeras untuk menemaninya..."



"I, ini bukan salah Hyung..."



Air mata Leeteuk kembali mengalir di pipinya.



"Aku tahu kalau dia lelah, aku sadar bahwa ia mengantuk. Tetapi aku malah... Aku..." Teukie kembali menangis terisak.



Kyuhyun berpikir, jika Leeteuk ikut bersama Heechul, maka akan semakin buruk. Mereka berdua akan ditimpa kecelakaan bersama-sama. Tetapi ia tidak mau mengucapkannya.



Pada 2001 silam, mobil yang ditumpangi Heechul dan Leeteuk mengalami kecelakaan gara-gara dikejar penggemarnya. Leeteuk berpikir lebih baik ia yang mengemudi. Tidak apa-apa jika naas masih harus menghampiri, setidaknya Heechul tidak akan terluka separah itu.



Setelah 6 jam di operasi, Dokter mengatakan bahwa Heechul masih harus menjalani rehabilitasi.



Hanya satu orang yang diperbolehkan untuk masuk sebentar. Leeteuk memaksakan senyum di dalam isakan yang ia tahan walau air matanya mengalir deras karena melihat Heechul terbaring dengan perban di sebagian besar tubuhnya beserta selang infus dan obat yang malang melintang tidak tahu kemana arahnya. Ruangan itu begitu sunyi, yang terdengar hanya suara mesin medis.



Dengan hati-hati Teukie membelai lembut rambut Heechul. Di tatapnya setengah wajah yang ditutupi masker oksigen.



Bibirnya bergetar karena sekuat tenaga menahan isakan dan memaksa untuk tetap tersenyum.



"Kau akan segera sembuh, semua akan baik-baik saja..."



Dengan senyumannya yang di hiasi dengan air mata yang bergulir di pipinya, ia perlahan mendekat dan mencium kening Heechul dengan lembut. Lalu bibirnya beralih ke telinga Heechul untuk membisikkan sesuatu.



"Aku akan selalu menjagamu. Cepat sembuh. Jika kau sembuh, aku akan mengatakan padamu kalau aku..."



"Maaf, jam besuk sudah habis. Pasien tidak boleh terlalu lama di ganggu."



Suara dokter yang tiba-tiba muncul membuat Leeteuk langsung membenarkan posisi berdiri.



Teukie pun berjalan keluar meninggalkan dokter dan perawat yang memeriksa kondisi Heechul. Sambil memegang kenop pintu, perlahan ia menutupnya dan perlahan pula Heechul menghilang dari pandangannya.



***



Heechul merasa ingin membuka mata, tetapi tidak tahu mengapa rasanya begitu berat. Dan seluruh tubuhnya seperti berakar dan tidak bisa bergerak sama sekali.



Setelah beberapa saat, ia mencoba membuka matanya lagi, cahaya yang tiba-tiba muncul membuat ia kembali memejamkan matanya. Akhirnya ia berhasil membuka mata. Samar-samar ia melihat seseorang yang duduk di sampingnya. Kemudian entah mimpi atau bukan, Heechul merasa seperti pernah mendengar suara Leeteuk.

Story Of 83 Line (TEUKCHUL) ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang