“Sso-ya, mau makan di mana?”
“Di mana saja, terserah padamu. Aku akan ikut.”
“Di warung tenda dekat kampus dulu juga mau?”
Mengalihkan tatapannya dari ponselnya, So Eun menatap Min Young yang baru saja mengajukan pertanyaan tadi dan mengangguk. “Mau. Ayo kita ke sana.” Jawab wanita Kim itu kemudian.
“Kau serius? Tidak takut dimarahi kakakmu?”
“Tidak. Dia juga sering ke sana.” Menjawab cepat, So Eun lalu membereskan beberapa berkas di atas meja sebelum memasukan ponselnya ke dalam saku celananya. “Tapi, kau tidak ada janji dengan kekasihmu, kan? Aku tidak mau kalau dia datang lagi dan mengatakan bahwa kau melupakannya karena aku.”
“Tidak.” Jika tadi So Eun, kali ini Min Young yang menjawab cepat. Wanita cantik itu juga beranjak dari duduknya dan mengikuti So Eun yang sudah berjalan keluar ruangan. “Aku sudah menghubunginya tadi. Katanya dia akan menemani Hye Sun ke toko... Aku lupa toko apa. Pokoknya mereka akan pergi bersama.”
“Tentu dengan Min Ho oppa.”
“Sepertinya.”
Keduanya lalu melanjutkan obrolan mereka dengan topik ringan selama perjalanan kecil dari ruangan So Eun di lantai sembilan pada sebuah bangunan mewah. Hanya candaan kecil yang ada bahkan hingga mereka pergi dari gedung itu ke sebuah warung tenda di pinggir jalan yang tidak jauh dari kampus tempat mereka berkuliah dulu.
Min Young masuk lebih dulu setelah meminta So Eun untuk mencari tempat—sedang ia pergi untuk memesan makanan. So Eun sendiri hanya mengangguk, sebelum melangkahkan kakinya untuk mencari tempat. Tapi, saat ia belum menemukan tempat yang pas, sebuah tepukan ringan pada pundak kirinya membuat ia sedikit tersentak sebelum menatap ke arah pelaku yang menepuk pundaknya.
“Kya, oppa?” Tanya si cantik saat maniknya bertemu dengan manik Min Ho. “Kau di sini?”
“Dengan siapa kau ke sini?” Min Ho bertanya balik setelah memberikan anggukan kecil untuk pertanyaan So Eun sebelumnya.
“Min Young.”
“Makan?”
“Apa lagi? Aku tidak ke sini untuk berbelanja, oppa.” Menjawab cepat, So Eun lalu menggerakan matanya untuk mencari dengan siapa lelaki di depannya itu datang. “Oppa sendiri, dengan siapa ke sini?”
“Denganku. Mau apa kau?” Tapi, belum sempat Min Ho menjawab pertanyaan wanita Kim itu, jawaban datang dari Hye Sun yang muncul dari balik punggung Min Ho. Wanita bermarga Goo itu tidak sendiri, ada seorang lagi yang bersamanya tapi So Eun tidak kenal.
Melempar tatapannya ke arah Hye Sun, So Eun lalu menggeleng pelan sambil memberikan senyum kecilnya. “Tidak apa-apa. Aku hanya bertanya.”
“Kalau begitu, minggirlah! Aku mau lewat.”
Bergeser sedikit untuk memberikan Hye Sun jalan, pemilik marga Kim itu hanya menatap apa yang Hye Sun lakukan setelahnya. Hingga tanpa sengaja, maniknya bertemu dengan manik seseorang yang datang bersama Hye Sun itu. Manik itu indah sekali dan entah apa yang salah, ia merasa manik itu begitu menjeratnya hanya dengan tatapan singkat mereka.
“Sso?” So Eun kembali tersentak, saat Min Ho kembali menepuk pundaknya. Lalu, saat ia menoleh, pria yang lebih tua darinya itu nampak menatapnya dengan tatapan heran. “Kenapa? Kau melihatnya seperti ada sesuatu?”
“Dia siapa?” Tapi, bukannya menjawab pertanyan Min Ho, So Eun malah mengajukan pertanyaan yang lain.
“Yang bersama Hye Sun?” Dijawab si cantik dengan anggukan cepat. “Kim Bum. Kim Sang Bum, sahabat Hye Sun dari kecil.”
Mengangguk lagi, So Eun lalu kembali menatap orang yang bersama Hye Sun tadi—yang kata Min Ho bernama Kim Bum itu—selama beberapa saat sebelum kembali menatap Min Ho.
“Dia tampan.”
“Kalau dia tampan, kau mau apa?”
Mengendik acuh, So Eun sesekali melirik ke arah Kim Bum lagi. “Sekarang ini aku memang tidak mau apa-apa. Tapi, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Mungkin, aku akan mau dia.”
“Kau? Dengan Kim Bum?”
“Kenapa? Tidak boleh?”
“Boleh. Tapi...” Sengaja menggantung ucapannya, Min Ho ikut menatap ke arah di mana Kim Bum dan Hye Sun berada. “Dia bukan orang yang bisa kau dapatkan dengan mudah.”
“Oh ya?” Lalu ketika Min Ho mengangguk sebagai jawaban, senyum cantik So Eun merekah begitu saja. “Aku jadi penasaran.”
“Tapi jika kau mau mendekatinya karena penasaran, lebih baik tidak usah..”
“Kenapa begitu?”
“Dia tidak seperti semua orang yang selama ini kau temui. Kim Bum terlalu berbeda dan tidak akan bisa kau tebak.” Kembali melirik ke arah Hye Sun dan Kim Bum, Min Ho kembali menatap si cantik bermarga Kim yang tengah menunggu lanjutan ucapannya. “Tapi jika kau serius, oppa akan mendukungmu. As long as you happy. Aku tidak mau kau sakit lagi.”
Ucapan Min Ho setelah itu membuat So Eun diam selama beberapa saat. Ia menatap Min Ho cukup lama sebelum mengukir sebuah senyum kecil dan mengangguk. “Terima kasih, oppa.”
“Oh ya, tadi aku tidak sengaja bertemu Young Hwa di kantormu.”
“Young Hwa? Maksud oppa Jung Young Hwa?”
Dijawab Min Ho dengan anggukan pasti. “Dia temanmu, kan?”
Kali ini So Eun yang mengangguk. “Apa yang dia lakukan di sana? Aku sudah lama tidak bertemu dengannya.”
“Katanya mau lamar kerja?”
“Kenapa harus melamar? Terima saja dia. Beri dia pekerjaan yang bagus, kalau bisa sekretarisku, aku kan tidak punya.”
“Baiklah, nanti akan oppa urus. Kau terima beresnya saja.” Lalu ketika So Eun mengangguk sebagai jawaban, Min Ho mengulurkan tangannya untuk menunjuk Hye Sun dan Kim Bum yang sudah duduk di salah satu meja. “Oppa ke sana dulu.”
Dijawab So Eun dengan anggukan kecil. “Selamat makan. Sampaikan salamku untuk Kim Bum.”
So Eun pikir, mungkin dia akan gila karena teman kakak sepupunya yang bernama Kim Sang Bum itu.
•be ambitious•
Haiii...
Welcome to 'be ambitious' World...
Semoga betah ya... Heheh..
310321
Thank you...

KAMU SEDANG MEMBACA
be ambitious
FanfictionBumsso Awalnya, hidup keduanya terlampau biasa saja, terlalu datar dan hanya berjalan apa adanya. Tapi tidak lagi setelah mereka bertemu. Karena setelah hari itu, ada ambisi rahasia di diri masing-masing, membuat hidup yang awalnya biasa-biasa saja...