Kami jatuh cinta sejak pertemuan kami yang pertama.
Janji tidak dapat dihindari.
Aku terus bertanya, apakah waktu itu tiba sekarang?
Aku tahu kenyataannya, tapi aku selalu harap keinginan itu bisa terus berlanjut.
Bunga telah mekar, jatuh berkali-kali dalam waktu singkat.Dalam hidup ini, takdir kita yang berantakan telah menyentuh hatiku.
Aku tidak tahu apakah kita bisa bertemu di kehidupan selanjutnya.
Aku menyimpan sekuntum bunga persik sebagai cinderamata untuk mengakhiri takdir kita yang singkat.
Melalui mataku, masih terlihat bahwa aku merindukanmu.Satu inci tanah, satu tahun umur kayu, sekuntum bunga, sebatang pohon, dan keserakahanku.
Emosi adalah akar dan mekarnya bunga adalah tanda dari cinta yang tersesat.
Melupakan perjalanan, kenangan-kenangan lama, lupakan hatiku, kau dan permulaan.
Bunga tersimpan di jalan cinta kita.Dengan tulus aku berharap pada takdir di kehidupan kita yang selanjutnya.
Bunga persik sudah pergi bertahun-tahun lamanya.
Perasaan kehilangan itu terulang kembali setelah bertahun-tahun.
Aku mulai mendengarkan tetesan hujan dan melihat ke danau.Cinta sulit untuk dikatakan.
Kenangan tersimpan di jalan cinta kita.~ G.E.M - Janji Bunga Persik ~
(Salah satu lagu kesukaanku juga. Ada di mulmed yaw.)
.
WENZHOU'S STORY
Peach Blossom PromiseWen KeXing menatap tanpa ekspresi melihat ChengLing-aku di atas ranjang, tak jauh berada di hadapannya. Murid dari Zhou ZiShu itu tutup usia pada delapan puluh delapan tahun.
Wen KeXing bahkan tidak lagi peduli dengan sekitar; termasuk pada ketiga anak Zhang ChengLing yang menatap sendu sang ayah. Adapun kelima cucu ChengLing termasuk Zhang WeiXing yang paling muda menangis memanggil-manggil nama sang kakek dengan suara menyayat hati.
Seakan ditampar oleh kenyataan, Wen KeXing segera pergi dari sana. Lagi-lagi dirinya tidak menyukai suasana seperti ini. Suasana yang membuatnya mengingat pada perasaan kehilangan yang sangat dibencinya.
Dalam hidupnya, Wen KeXing sudah sangat sering melihat kematian. Satu persatu orang yang dikasihinya pergi meninggalkannya disaat dirinya sendiri selalu berharap bisa mati dengan cepat namun malah tak kunjung mati juga.
Jika mengingat hal ini, rasanya begitu menyakitkan.
Ayah dan Ibunya mati karena melindunginya. Ini luka pertama dari kepergian pertama yang Wen KeXing terima saat umurnya baru menginjak enam tahun.
A-Xiang, gadis yang sudah dibesarkannya sejak belia pun berakhir mati saat hari pernikahannya sendiri yang seharusnya menjadi hari paling membahagiakan untuk mereka. Padahal hari itulah yang sejak dulu dinanti-nantikan oleh Wen KeXing.
Salah satu mimpi terbesar Wen KeXing adalah menikahkan A-Xiang. Melihat gadis itu berdiri di atas altar bersanding dengan pasangan hidupnya, menemukan kebahagiaannya sendiri setelah sekian lama mengikuti dirinya.
A-Xiang dan WeiNing dibunuh oleh guru dari pengantin prianya sendiri. Itu adalah ironi yang menyisakan luka dan kebencian mendalam di dalam hati Wen KeXing.
Dia selalu berpikir, bagaimana bisa dalam sekejap mata seluruh kebahagiaan itu berubah menjadi kesedihan yang tidak memiliki akhir. Dengan kalap, Wen KeXing membantai habis seisi Perguruan di Sekte QingFeng, seperti permintaan terakhir A-Xiang di detik-detik sebelum menghembuskan napas terakhir dalam pelukannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Our Story [END] ✅
FanficKumpulan Fanfic/Ficlet/Ficsong/Drabble about Wen KeXing dan Zhou ZiShu (terselip juga sedikit cerita Gong Jun dan Zhang ZheHan) from Word of Honor (Faraway Wanderers by Priest) aka Shan He Ling.