'-happy reading-'
▪ ▪ ▪
"Sya. Gue mau bicara," tegas Arsya saat keduanya duduk santai didepan tivi yang sudah dimatiin.
Alysya noleh, "Gak makan siang dulu? Kepala Arsya udah gak pusing?"
Cowok itu geleng-geleng, "Gak laper dan udah sembuh,"
Alysya mengangguk-ngangguk dan merapat kearah Arsya, "Emang mau bicara apa?"
"Gue pusing," cetusnya membuat Alysya mengerutkan muka, "Lah? Katanya udah gak pusing,"
"Pusing bukan gara-gara bau cumi tapi ada hal lain yang gue pikirin," Arsya terus memijat kepalanya yang berdenyut.
"Apa? Sekolah Arsya keganggu?"
"Gak. Sekolah mah baek-baek aja. Cuman kali ini..." memperbaiki posisi duduknya dan menatap Alysya yang melihatnya dengan polos.
Sontak hal itu membuat Arsya meringis, "..nyangkut masa depan lo dan gue,"
"Ha? Masa depan Alysya nyangkut ke Arsya?" Arsya mengangguk pelan.
"Nyangkut kemana?" lagi dia bertanya dengan polos membuat cowok itu meringis lagi.
"Rumah tangga,"
"Rumah tangga?" beonya dan diangguki Arsya, "Gak ada pilihan lagi selain lo dan gue nikah,"
Alysya melotot kearah Arsya, "A-apa?"
Arsya menatap Alysya dengan teduh, "Lo bakalan hamil anak gue. Gue gak mau nanti pas lo udah lahiriin anak gue terus nikah. Gue gak mau nikah pas anak udah lahir. Gue maunya nikah sebelum lo hamil,"
Mata cewek itu menyipit, "Tau darimana kalo Alysya bakalan hamil?"
"Malam itu gue gak pake pengaman dan lo gak minum obat pencegah hamil. 100% lo bakalan ngandung anak gue,"
"I-iyakah?"
Arsya mengangguk mantap, "Lo masih ragu?"
"Sedikit,"
"Ada yang mau lo tanyain?"
Mengangguk dan melihat Arsya, "Ada,"
"Lanjut,"
"Soal Mama. Apa dia udah setuju kita bakalan nikah?"
Cowok itu menghela nafas panjang, "Gue belum ngasih tau ke Tante dan bonyok gue,"
"Apa itu yang buat Arsya pusing? Iya?"
"Gak cuman itu. Ada banyak lagi yang gue pikirin,"
"Apa aja?"
Melirik sinis kearah cewek itu, "Lo gak perlu tau. Cukup ngelakuin perintah gue udah cukup,"
"Kata Xena, orang kalo mau nikah harus berbagi keluh kesah. Jangan mau jadi pihak yang nerima cerita senang aja. Ked..."
"Lo gak bakalan paham apa yang gue pikirin. Ini resiko gue. Tanggung jawab gue sebagai cowok. Lo cukup nurut dan gak bantah, udah bikin gue seneng,"

KAMU SEDANG MEMBACA
ALYSYA (COMPLETED)
Dla nastolatków[Follow dulu sebelum membaca] Dilarang plagiat! Selamat membaca cerita ALYSYA🤗 Gita Alysya Zauza gadis malang yang direnggut kesuciannya secara paksa oleh seorang cowok brandalan dengan tato dilengan kirinya. Gadis itu menangis sekeras-kerasnya, me...