🕛: flashback
─── ・ 。゚☆: *.☽ .* :☆゚. ───
"Bolos lagi?"
Hyunjin duduk di sebelah Jeongin yang sedang menyetel gitarnya. Mereka saat ini sudah duduk berdua di pojok sekre UKM musik. Sedikit menepi dari hiruk pikuk kegiatan mahasiswa sore itu.
"Jatah absenku belum aku pakai, jadi bolos dulu." Jawab Jeongin sembari tersenyum lebar, "Ada tugas gak tadi?"
"Ada, tugas kelompok."
Jeongin menghentikan jemarinya pada senar gitar begitu mendengar jawaban dari Hyunjin. Ia dengan cepat menatap kekasihnya horror. "Urut dari absen apa cari sendiri?"
"Cari sendiri."
"Aku sama kamu?"
"Kan kamu tadi gak masuk."
Lelaki dengan lesung pipi itu sontak meminggirkan gitarnya. Membuat Hyunjin yang sedang duduk di sampingnya sedikit terdorong karena kekasihnya yang meletakkan gitar tepat diantara mereka. Senyum seolah luntur dari wajah Jeongin, digantikan oleh tatapan tajam yang seakan siap untuk membunuh Hyunjin kapan saja. Lelaki yang ditatap dengan lekat masih terlihat tidak terganggu, sibuk dengan buku yang berada di tangannya.
"Kok kamu ninggalin aku?"
Hyunjin mengalihkan atensinya, melirik Jeongin yang ternyata sudah memandangnya lekat.
"Kamu gak mau sekelompok sama aku ya?" Ia kembali mengulangi kalimatnya, "Padahal aku gak punya temen di kelas. Orang-orang pasti udah pada berkelompok dan aku gak dapet kelompok. Aku nanti harus chat satu-satu ke mereka, kalau gak ada yg mau dimasuki harus ngadu ke dosen, trus belum lagi kalau dimarahin dosen. Dapet ceramah dulu se—"
"Iya..."
Jeongin menghentikan kalimatnya, masih menekuk wajah manisnya karna jengkel. "Iya apa?"
"Aku tadi cuma bercanda, kamu satu kelompok sama aku."
Lelaki manis itu mendengus kesal, kembali mengambil gitar yang ia letakkan dan menyingkirkannya. Hyunjin yang melihat wajah masam kekasihnya merubah posisinya menjadi tidur dengan paha Jeongin sebagai bantal. Ia melanjutkan untuk membaca bukunya. Melakukan hal yg dibilang tidak asik oleh Jeongin.
"Udah jangan manyun mulu," Hyunjin memandang Jeongin yang masih menekuk wajahnya, "Cium nih kalau masih kek gitu terus."
"Aku tendang sekarang kalau berani cium-cium."
Yang diancam hanya terkekeh kecil, kembali menyisir paragraf per paragraf dari novel yang berada di tangannya. Suasana sekre UKM musik sangat sepi, tidak ada orang lain yang terlihat di dalam ruangan selain dua remaja yang sedang dimabuk cinta. Menjalani hubungan tanpa ada orang lain yang mengetahui cukup menyusahkan mereka berdua, terlebih ketika mereka ingin menunjukan afeksi satu sama lain seperti ini. Hyunjin dan Jeongin harus saling menahan diri setiap berada di depan orang lain, berpura-pura menjadi dua sahabat meskipun kenyataannya lebih dari itu. Beruntung Jeongin yang menjabat sebagai ketua UKM musik memiliki privilege penuh untuk membawa kunci ruang sekre, yang kemudian bisa ia manfaatkan untuk sekedar mengobrol berdua dengan Hyunjin seperti sekarang ini.

KAMU SEDANG MEMBACA
Till Forever Falls Apart (Hyunjeong)
FanfictionMereka telah saling berlari menjauh, meninggalkan luka yang nyatanya belum sepenuhnya kering. Mereka telah saling melupakan, menganggap satu sama lain adalah sebuah kesalahan. "Namun jika ini kesalahan, tidak mungkin semesta kembali mempertemukan ki...