Keesokan harinya, Tzuyu duduk manis di meja makan bersama ayahnya membaca koran. Ibunya sedang sibuk menyiapkan sarapan dan Taehyung baru saja turun dari lantai atas dengan pakaian rapi untuk pergi bekerja.
Taehyung dan Tzuyu saling bertatapan segera Taehyung memutuskan kontrak matanya dan tersenyum manis pada ibunya yang datang.
"Eomma? Hari ini aku pulang larut malam, ada beberapa hal yang perlu dilakukan di kantor."
Taehyung duduk di sebelah Tzuyu, dia mulai melipat kemeja pergelangan tangannya dan mengambil garpu dan sendok. Tzuyu menatapnya, "Jadi aku sendirian di rumah?"
Taehyung mengangguk, "Terserah kamu apa yang ingin kamu lakukan selama kamu tidak pulang terlambat, oke?" Tzuyu berdehem, mengunyah makanan di mulutnya.
Mereka berbicara sampai seseorang membunyikan bel pintu, Tzuyu bergerak menuju pintu utama. Ketika dia membuka pintu, dia melihat sosok yang sedang dia pikirkan.
"Mina.." Tzuyu membukakan pintu agar Mina tersenyum manis padanya, "Apa aku mengganggumu?"
Tzuyu menggeleng pelan, "Tapi kenapa kamu disini?" Tzuyu bertanya padanya, karena seperti biasa Tzuyu akan menjemput Chaeyoung dari rumahnya. Saat ini, sepertinya dia tidak bisa menjemput Chaeyoung saat Mina ada di rumahnya.
Kemungkinan mereka akan melakukan pertarungan mata-ke-mata jika keduanya bertemu.
Tzuyu menyuruhnya masuk, mereka berdua menuju ke ruang makan, pemuda Chou meliriknya sejenak lalu memutar matanya yang malas. Tzuyu membiarkan Mina duduk di tempatnya. Sedangkan dia duduk di depan Mina.
Mina berusaha tersenyum manis, apalagi ia berhadapan langsung dengan orangtuanya Tzuyu. Nyonya Chou tersenyum manis, "Kamu gadis yang sangat sopan.."
Mina tersenyum padanya, pipinya terlihat memerah saat Tzuyu mengusap bibirnya bahwa ada sesuatu yang menempel padanya.
"Ekhem! Aku masih di sini!" Kata Taehyung melihat orang tuanya dan adiknya sibuk bermesraan di hadapannya jomblo ini.
Mereka semua tertawa termasuk Taehyung, Mina bisa merasakan kehangatan orang tua Tzuyu. Selesai makan, Tzuyu sibuk berdiri di depan cermin menata rambutnya, Mina melihatnya tanpa henti tersenyum.
"Kalian berdua seperti pasangan yang sudah menikah." Komentar Nyonya Chou terkekeh pelan saat melihat Mina menyerahkan jaketnya pada Tzuyu.
"Lebih romantis dari kalian berdua, bukan Mina?" Tzuyu langsung menarik lengannya setelah mengambil kunci mobil.
Sesampainya di mobil, Tzuyu membukakan pintu untuk Mina yang tersenyum manis padanya, "Terima kasih." Tzuyu mengangguk.
Mereka berdua tampak sangat perhatian, dengan cepat mereka berdua melupakan sesuatu yang menciptakan suasana yang canggung.
Tzuyu menyalakan mobilnya dan menjalankan mobilnya. Saat itu, Jihyo menatap mobil yang kini menjauh, Jeongyeon yang baru saja keluar langsung melemparkan jaketnya ke wajah Jihyo.
"Yah! Jangan melamun!" Jihyo berdecak kesal, langsung masuk ke dalam mobil Jeongyeon. Gadis Yoo tidak henti-hentinya menggeleng kepalanya melihat tingkah teman dekatnya.
Mereka berdua tiba di kampus, menarik perhatian orang karena Tzuyu selalu bersama Chaeyoung tapi kali ini dia bersama Mina. Apalagi, mereka berdua sama-sama tidak punya janji untuk memakai baju yang sama, hanya karena kebetulan.
Beberapa melihat mereka, cemburu, iri, kagum, dan banyak lagi. Tzuyu menoleh saat mendengar suara mobil yang diketahuinya, saat itu Chaeyoung menatapnya langsung memutus kontrak mata.
Mina tahu itu dan langsung bertanya, "Kalian berdua bertengkar?" Tzuyu menggeleng pelan, "Tidak apa-apa."
"Kalau begitu, aku akan pergi dulu." Kata Mina sambil mengelus lengannya, Tzuyu tersenyum padanya.
Tzuyu menunggu Chaeyoung yang baru turun dari mobil, "Maaf, Chaeng. Tiba-tiba dia datang ke rumahku." Jelas Tzuyu memeluk teman kecilnya seperti biasa.
"Tidak apa-apa, dia tidak sering datang ke rumahmu," Chaeyoung meraih tangannya dan langsung menuju ke ruang kelas mereka.
Tanpa sengaja bertemu Nayeon yang menatapnya. Ada perbedaan saat mereka melihat wajahnya. Nayeon mencoba tersenyum untuk Tzuyu tapi tidak untuk teman Tzuyu yang sedang menatapnya datar.
Selama tiga bulan tersebut, Tzuyu masih belum terbiasa digandeng gadis-gadis untuk menarik perhatiannya, bahkan beberapa kali Mina sering pergi ke rumahnya.
Ibunya langsung memeluknya seperti menantu yang baru saja pulang kerja. Anaknya diabaikan di depan pintu, "Siapa anakmu?" Kata Tzuyu sambil bersandar di pintu.
Mina tertawa, langsung menariknya untuk membiarkan ibu Tzuyu memeluk anaknya.
"Kebetulan minggu depan ada hari libur. Jadi Mina bisakah kamu bergabung dengan kami?"
Tzuyu yang sedang duduk di ruang tamu, "Sejak kapan kalian berdua peduli dengan liburan?"
"Sejak Mina datang, " Taehyung yang berada di belakang Mina menjawab. Pemuda Chou itu baru saja pulang dari kantornya.
"Kamu sangat pintar." Kebiasaan Mina pun langsung memeluk lengan Tzuyu yang berdiri di sampingnya.
Belakangan ini Mina selalu menang dan Chaeng kesal melihat mereka berdua. Selain itu, Nyonya Chou terkesan dengannya. Bahkan tidak ragu untuk mempercepat pernikahan mereka berdua jika bisa.
Keesokan harinya, Mina pulang sore sehingga Tzuyu pulang sendiri. Tanpa sengaja bertemu Jihyo, gadis taman itu seperti sedang menunggu seseorang.
Tzuyu menepuk pundaknya dan langsung memberikan senyuman manisnya, "Siapa yang kamu tunggu?" Jihyo kaget mencoba untuk tidak menatapnya, "Temanku."
Tzuyu mengangguk tapi dia tidak pergi, malah duduk di sebelahnya.
"Kamu tidak mau pulang?" Tzuyu menggeleng pelan, "Bagaimana aku bisa pulang jika kamu masih disini?" Jihyo mengerutkan keningnya.
"Aku dapat menjaga diriku sendiri. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan," Jihyo enggan menatapnya. Bagaimana dia bisa melihat sosok secantik itu di sampingnya.
Tzuyu hanya berdehem, tanpa menatapnya. Dia tetap duduk di sampingnya hingga hari sudah makin gelap. Tzuyu berdiri mengambil mobilnya meninggalkan Jihyo sendirian di pemberhentian bus.
Gadis Park itu dengus kesal, dia mengira bahwa Tzuyu akan menghantarnya pulang. Dia sempat kaget melihat Tzuyu menuruni jendela mobilnya.
Dia keluar dengan sebuah jaket, lalu memberikan pada gadis Park. "Pakai ini, aku sudah menyalakan mobilku dalam waktu yang lama, kemungkinan di dalam dingin."
Jihyo menatap lama kemudian dia berdiri mengikuti langkah Tzuyu. Gadis Chou itu membuka pintu mobil untuk Jihyo.
"Terima kasih.."
Dalam perjalanan menuju ke rumah Jihyo, di dalam mobil sangat hening. Tiada perbicaraan antara mereka berdua.
Gadis Park tak menyangka akan menjadi begini, dia berusaha mencari cara untuk mengajak gadis Taiwan itu berbicara. Namun sayangnya, gadis Taiwan terlalu fokus hingga Jihyo mengurungkan niatnya.
Tzuyu melirik ke Jihyo yang kini tidak gelisah sekarang. Dia mengerutkan kening dan Tzuyu melihatnya, "Kenapa? Apa aku salah jalan?"
"Ah, Aniya.."
"Sesuatu yang mengganggumu?" Tzuyu bertanya tanpa memandangnya, Jihyo menoleh ke Tzuyu dan mengangkat bahu, "Mungkin."
Tzuyu berhenti tepat di samping rumah Jihyo, Jihyo membuka pintu mobilnya, dan menoleh ke Tzuyu dengan senyuman manis, "Terima kasih telah menghantarku pulang."
Tzuyu langsung tergagap melihat senyumnya, "Ah, ya."
Tzuyu memerhatikan gerak-geri Jihyo yang menjauh dari pandangannya, "Dia unik."
Senin, 26 April 2021.
Jitzu udah🤭 Chapter next Satzu tu..😏

KAMU SEDANG MEMBACA
Cause I Like You ✔
Fanfiction[ C o m p l e t e d ✔ | 2 0 2 1 ] A Fantiction Of Chou Tzuyu ❝Kerana aku menyukaimu...❞ © Ayeennella, 2021