(Tabahkan hati kalian karena bab ini banyak bahasa Inggrisnya, masak iya ngomong sama guru bahasa Inggris nggak gaul dikit? Aowkwkwkw!! Ga bisa? Makanya belajar..)
(Iqbal in multimedia as the baddie Vincent)
Gatot kemudian berdiri dan menelan ludah dengan dalam-dalam. Dadanya masih berdebar-debar dengan sangat kencang. Ia merasakan kedua tangan dan dahinya mulai berkeringat. Dia sama sekali tidak berani menoleh ke wajah teman-teman sekelasnya akibat insiden drama paskah tahun lalu. Semenjak kejadian itu pun, dia lebih memilih untuk hanya berteman dengan Nina dan Bagas karena mereka adalah satu-satunya orang yang tidak pernah secara sengaja meledeknya tentang kejadian tersebut.
"Selamat pagi pak-"
"English please!" Tambah Pak Ferdinand. Gatot menarik nafas hendak berbicara, namun Pak Ferdinand memotongnya.
"Wait.. You are that phenomenal Gatot of the previous year's Sociology 3, right?" Pertanyaan itu membuat Gatot terkejut. Pasalnya, Vincent dan kawan-kawan sedang menertawakannya. Pak Ferdinand membalas tawaan mereka sangat tenang dengan angkatan sebuah jari di mulutnya yang memerintahkan untuk diam. Dengan tatapan dingin itu, tak butuh lama untuk membuat mereka diam seketika.
"Yes, I am sir!" Jawab Gatot akhirnya.
Pak Ferdinand tersenyum kemudian menatap seisi kelas. "Kids, we need to learn from Gatot. He might have failed his role dramatically in last year's drama, however, no one has every really seen how he crazily fought for his role, how he learnt his dialogs.." Ucap Mr Ferdinand.
"No success comes instantly, that time Gatot fought his failure. Most people only see failures on him, but what they don't see is, how that incident gives him a first-hand experience and would make him stronger one day! Who knows he plays bigger role since then?" Ucapan Pak Ferdinand ini menangkap perhatian banyak teman-teman Gatot di kelas. Kemudian ia kembali menatap Gatot dengan senyum cerah.
"Remember Gatot, whenever anyone picks you up because of that incident, just feel proud of yourself because you, went totally out of your comfort zone!" Ucap Pak Ferdinand membuat Gatot merasa tersentuh. Seolah beban berat dan takut untuk ditatap oleh orang-orang itu tidak terasa berat lagi. Dia tersenyum dan mengangguk. Banyak anak-anak bertepuk tangan mendengar ucapan Pak Ferdinand yang sangat berkarisma.
"Thank you, sir!"
"My pleasure, please introduce yourself!"
"Good morning, sir. My name is Gatot, and I'm 15 years old. My full name is Julius Gatotkaca Wicaksono. My hobbies are solving puzzles, eating hot foods and playing games.." Kata Gatot.
"I see.. What about your routines? What do you usually do?" Tanya Pak Ferdinand.
"Nothing much, but I've been helping my parents bakery, usually in the morning and in the afternoon before dinner" Jawab Gatot.
"Wow! Impressive! So must be keen with bread, and cakes, don't you?" Balas Pak Ferdinand.
"Yes, I do, sir!" Jawab Pak Ferdinand.
"Okay, Gat! You can pick a friend before you sit back!" Perintah Pak Ferdinand.
"Nina, you're next!" Ucap Gatot.
Nina terkekeh, menutup wajahnya dengan kedua tangannya singkat sebelumi ia bangkit. Ia merasa berdebar-debar bukan karena teman-temannya, namun ia memang terpesona dengan sosok Pak Ferdinand yang secara natural memang tampan dan sangat atraktif.

KAMU SEDANG MEMBACA
Bittersweet Liars
RomanceSemuanya dimulai dari sebuah keisengan. Dari hal sesimpel tersebut, Gatot menemukan banyak sekali koneksi yang kemudian membawanya ke suatu hal yang sangat tak terduga dan mencengangkan. Semua itu membawanya kembali ke sebuah pemikiran bahwa siapapu...