***
Sekarang mereka berada di toko fashion yang ada di dalam Mall dan yang termasuk toko dengan fashion yang terkenal dan tentu saja harganya yang tidak main main.
"Kamu mau beli apa?" Bhetrys menatap ke sekeliling toko, memperhatikan pakaian, tas, sepatu dan berbagaimacam lainnya
"Mm, gak tau bingung"
"Ya udah yuk liat liat dulu siapa tau ada yang menarik menurut kamu" Bhetrys menggandeng tangan Syila membawanya mengelilingi toko
"Eh tunggu tunggu" ucap Syila membuat langkah Bhetrys berhenti, ia menatap Syila dengan menaikkan salah satu alisnya seperti sedang bertanya 'ada apa?'.
"Kayanya aku mau beli baju aja deh, kamu tunggu sini aja ya? Biar aku milih milih dulu, cuma sebentar kok, yah?"
"Iya, aku tunggu di sana yah" Bhetrus menunjuk bangku yang dekat dari sana, Syila hanya mengangguk lalu pergi untuk memilih pakaian.
Nah dari sini mari kira ikuti Syila
Syila melihat lihat pakaian yang ada, dia sedang mencari pakaian yang sekiranya bagus dan nyaman di pakai dan yang paling penting pakaian yang tidak ia punya di apartemennya.
"Hm, bagus mana ya? Merah atau item?" Syila melihat pada baju dres dengan panjang selutut yang memiliki pernak pernik dibagian dadanya.
"Tapi setau gue, gue punya baju kaya gini gak sih? Kayanya ada deh, yaudahlah gak jadi" ia meninggalkan dres itu lalu berpindah pada pakaian lain.
"Mending beli atasan aja deh, lagian dres kayanya jarang gue pake"
Syila memilih milih baju atasan hingga beberapa menit lamanya, tapi tidak ada juga yang menarik menurutnya.
"Iiihh, kok gak ada yang bagus sih nih baju. Perasaan banyak banget pilihan, tapi kok kaya cuma dikit doang ya? Terus itu yang nge gantung sepanjang gue jalan apaan?! Bajukan, tapi kenapa gak ada yang bagus?! Yaudahlah beli celana aja si" Syila melangkah pergi dari sana
Tapi baru beberapa langkah dia berhenti "Emang gue mau beli itu celana?"
"Eh ya udahlah, siapa tau ada yang menarik" Syila mengankat bahunya, melanjutkan langkah yang tadi sempat tertunda.
"Nah sekarang gue bingun." ucapnya pada diri sendiri dengan tatapan menatap banyaknya jenis celana yang ada di depannya. "Gue mau beli celana yang gimana emangnya?"
Syila berjalan menuju celana dengan model pendek se atas lutut dampai di bawah lutut.
Lama dia memilih milih dan pada akhirnyaKetemu!, tapi...
"Bagus sih, bisa buat jalan jalan nih, tapi... GUEKAN GAK BOLEH PAKE CELANA DIATAS LUTUT!, lah kalo dipake di rumah buat apa bagus bagus?"
"Akh!, sumpah ya ni celana gak ada yang bener. Nyusahin semua, bikin pusing!" Syila mengacak ngacak rambutnya, seolah dia sedang frustasi dengan pilihannya
Tanpa Syila sadari sedari tadi dia sedang di tatap oleh orang di sekitar dengan tatapan yang aneh dan juga pengawas toko yang bersiap siaga, siapa tau orang yang sedari tadi ia awasi adalah orang gila?
KAMU SEDANG MEMBACA
BHETRYS
Teen FictionDisarankan untuk umur 15+ (Mengandung kekerasan⚠⚠❗❗❗) "Menangislah sayang, aku suka suaramu. Sangat merdu" Bhetrys membuka maskernya membuat wajahnya terlihat, dia menghirup tangan kanan wanita itu dengan rakus. "Hah wangi sekali darahnya ini, ing...