'Dunia ini adalah perhiasan. Dan Sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang sholehah'
_HR. MUSLIM_+++++++++++++++++++++
Dibelahan dunia yang lain ada dua laki-laki tengah santai berjalan ditengah padatnya kota berlambang singa tersebut.
"Eh Bos, sekarang kan masih jam segini nih. Kita mampir ke toko oleh-oleh dulu yuk disana. Gue mau beliin oleh-oleh buat anak bini dirumah"
Ali melihat jam tangan yang bertengger di lengannya.Seketika ia juga teringat dengan Prilly.
"Boleh deh, yuk"Keduanya memasuki toko oleh-oleh yang dimaksud, Ali melangkahkan kakinya kearah tempat aksesoris. Sedangkan Ahmad, dia sudah lebih dulu melenggang ke tempat mainan anak-anak.
Ali terlihat kebingungan, karena sebelumnya ia tak pernah membelikan suatu barang untuk seseorang. Bahkan Mama dan adiknya pun tak pernah ia belikan oleh-oleh. Ia lebih memilih memberikan uang cash daripada suatu barang pemberian. Karena menurutnya, ia takut barang pemberian darinya tidak sesuai dengan kemauan sang Mama dan adik.
Ali mengamati satu persatu benda yang dipajang disana. Belum ada barang atau benda yang menurutnya cocok untuk Prilly. Hingga lensanya tak sengaja menangkap sesuatu yang menurutnya sangat cocok diberikan untuk sang istri.
Ia juga mampir ke tempat kue-kue kering yang terdapat disana.
+ + +
"Bun, ii kan sekarang udah ngga pa pa. Udah sehat nih. ii mau berangkat ke pondok lagi ya.."
Ully menengok ke arah sang putri yang sedang membantunya menyetrika baju."Kamu beneran udah sehat?" Prilly mengangguk
"Padahal Bunda masih kangen loh sama kamu"
Prilly mencabut kabel setrika yang ia pakai, lalu ia duduk disamping sang Bunda dan memeluknya dari samping.
"ii juga, tapi kan kalo ii kelamaan dirumah batal semua target ii"
"Berat banget sebenernya, tapi yaudah lah ya, kan selesai 3 bulan ini kita bisa kumpul lagi kaya dulu"
Prilly terdiam mendengar penuturan sang Bunda.Haruskah ia mengatakan yang sebenarnya pada sang Bunda sekarang?
"Jadi, ii boleh kan berangkat lagi?"
Bunda mengangguk pelanPrilly mencium pipi sang Bunda lalu memeluknya lebih erat.
"Makasih Bunda""Iya sama-sama sayang"
.
"Oh ya Bun, dilemari ii kok ada baju koko sama sarung. Itu punya Papa atau punya nya Raja?"
Ully terdiam"Bunda salah masukin ke lemari ii ya?"
Ully masih terdiam, ia bingung harus bilang apa."Yaudahlah ya, ntar gampang Aku balikin"
Prilly kembali bangun dan mencolokkan kabel setrikaan lagi. Ia melanjutkan aktifitas menyetrika nya.+++
Brakkk
Pintu kamar terbuka keras oleh sang pemilik.Ahmad mengikuti langkah Ali.
"Astaghfirullah, kok bisa ya ada perempuan kaya gitu"
"Perempuan model kaya gitu udah jadi tren kali bos sekarang, udah ngga aneh lagi"
"Ya tapi... Astaghfirullah" Ali mengusap kasar wajahnya
"Kita percepat penerbangan hari ini"
Ahmad mengangguk lalu ia meraih ponselnya untuk mengubah jadwal penerbangan mereka sesuai permintaan dari bos nya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Until Jannah
FanfictionBagi setiap insan, MENIKAH adalah suatu hal yang sakral. Namun apa jadinya, jikalau suatu pernikahan terjadi tanpa hadirnya mempelai wanita. Bahkan semua keluarga seakan menutup-nutupi hal itu darinya. Akankan Prilly dapat menerima pernikahan terse...