𝒘𝒆 𝒏𝒆𝒗𝒆𝒓 𝒉𝒂𝒔 𝒆𝒙𝒑𝒆𝒄𝒕𝒂𝒕𝒊𝒐𝒏, 𝒕𝒉𝒂𝒕 𝒍𝒐𝒗𝒆 𝒄𝒂𝒏 𝒉𝒖𝒓𝒕 𝒍𝒊𝒌𝒆 𝒕𝒉𝒊𝒔
'bagaimana cara mengatakan kalau aku menyukainya?' -Yn
'gadis itu! aku akan mendapatkannya!' -Jimin
'apa aku mulai menyukainya?' -Yoongi
cerita ini me...
Hari ini gadis berambut hitam mengkilap ini sudah semangat menenteng tas ranselnya, bersiap untuk berangkat ke tempat dimana ia menuntut ilmu.
'dia pasti akan menyukainya' ucap Yn sambil tersenyum melihat bekal makanan yang berada di tangannya
setelah 15 menit perjalanan menuju sekolahnya akhirnya gadis lugu ini sampai ditempat tujuannya. seperti biasa ia selalu memperhatikan setiap tempelan poster di mading lobby sebelum memasuki kelasnya sambil tersenyum gembira.
'hmm.. sepertinya aku harus mengganti beberapa topik disini' ucapnya pada beberapa poster disana
yup, Yn adalah satu satunya anggota jurnalistik di sekolahnya. Bagaimana tidak, semua siswa siswi disana sama sekali tidak berminat bergelut dalam dunia jurnalis selain Yn.
Kebanyakan siswi disana lebih memilih bergabung dalam eskul dance, cheers, voly demi menyelamatkan harga diri mereka sebagai wanita, sedangkan siswanya memilih untuk masuk kedalam eskul basket dan futsal karena memberikan kesan manly untuk setiap laki laki yang tergabung didalamnya.
-
'dia belum datang rupanya' ucap Yn ketika memasuki kelasnya yang hanya berisikan 5 orang padahal jam sudah menunjukan pukul 06.55 dan kelas akan dimulai pukul 07.00
Yn duduk di bangkunya yang terletak di depan dengan senyum yang merekah. ia terus menerus memperhatikan bekal yang ia bawa dari rumah tadi sambil membayangkan hal yang menyenangkan.
jam sudah menunjukan pukul 07.00 namun orang yang ditunggu Yn belum juga menampakan batang hidungnya.
hingga seorang guru akhirnya hadir memasuki kelas Yn dan segera memulai mata pelajaran hari ini.
'selamat pagi...' ucap Sang guru laki laki yang masuk dengan mengenakan kemeja dan rambut yang sedikit di belah hingga menampakan jidat paripurnanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
'pagi seonsaengnim' ucap Yn namun berbeda dengan murid lainnya, terutama siswi wanitanya.
'hai pagi tampan' begitulah kira kira.
sang guru hanya tersenyum mendengar ucapan dari muridnya dan tetap melanjutkan ucapannya.
'kenapa hanya 15 orang yang hadir dari 30 murid? kemana yang lain?' tanya laki laki tersebut
'mereka akan datang sebentar lagi sayang, bersabarlah' ucap salah satu gadis yang memang terkenal di sekolah ini.
laki laki bernama Kim Seokjin ini tersenyum simpul sebelum menjawab ucapan siswinya itu.
'sebelum kulanjutkan pelajaran kita, Alangkah baiknya kau memanggilku seonsaengnim Alea, karena aku adalah gurumu, bukan pacarmu' ucap Seokjin lalu memulai pelajaran pagi hari ini.