Gadis cantik yang terjebak perasaan kepada sahabat nya sendiri pada masa SMP dan kemudian dipisahkan oleh jarak pada waktu SMA selama empat tahun dan didekatkan kembali oleh semesta.
Mungkin bagi Nayla semesta tak adil baginya namun bagi Kavin, ia s...
Haiii cerita ini dengan senang hati menerima masukan dan saran ya jadi kalian kalo ada saran atau kalo misalnya ada typo atau kalimat yang kurang tepat kalian bisa koreksi ya dikomen tolong dukungan nya!!!! Selamat membaca ><
***
"Halloo... " ucap Nayla dengan suara seraknya khas bangun tidur.
"Pagi, bangun gak? Gue udah didepan." ucap sang penelfon disebrang.
"Kok ga bilang sihhhh! Mandi dulu gue sabar." ucap Nayla, hingga terdengar suara bising yang disebabkan oleh dirinya.
"Jangan dandan ya cantik, udah mau telat."
"Bawel!" ucapnya setelah itu ia mematikan sambungan telfon secara sepihak.
Tak butuh waktu lama bagi Nayla untuk hanya sekedar mandi dan memilih pakaian untuk sekedar pergi berangkat ke kampus, karna dia bisa memakai pakaian apapun untuk pergi dan mengikuti kegiatan belajar di kampus. Dan hanya sekedar mem-poleskan bedak bayi serta sedikit lip tint gadis cantik itu sudah siap untuk pergi.
Nayla membuka pintu mobil vios berwarna hitam yang sudah sedari tadi terparkir didepan pagar kost nya itu.
"Lama." keluh seorang laki-laki yang ada dikursi kemudi.
"Bacot ya Vin, cepet jalan telat gue." omel Nayla.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ya memang benar didalam mobil tersebut sudah ada Kavin yang sedari tadi menunggu Nayla, setelah pengakuan bahwa ke-dua nya mempunyai perasaan yang sama mereka sama-sama memilih untuk menjalin hubungan.
"Lupa lo kalo kita sekelas?" ucap Kavin sambil melirik Nayla sekilas.
"Iya juga," ucap Nayla membetulkan perkataan Kavin.
Kavin mulai menyalakan mobilnya, setelah berpacaran dengan Nayla bahkan sudah terhitung selama dua minggu menjemput Nayla sudah seperti kebiasaan nya, bahkan di saat mereka tak memiliki jadwal kelas dikampus mereka tetap pergi bersama hanya untuk berkumpul di sekre dengan anggota yang lain.
"Ntar siang makan dimana?" tanya Kavin.
"Luar aja boleh ga? Bosen gue dikantin mulu." jawab Nayla.