-18-

459 39 0
                                    

♫︎HAPPY READING♫︎


POV Freya

setelah aku keluar dari mobil aku langsung berlari menuju kelas , memang benar SMA Galaksi sedang mengadakan ujian untuk kelas XII tapi ada beberapa kelas yang tidak diliburkan kenapa?
karena kelas kami tidak dalam masa renovasi.

Saat aku hendak memasuki kelas ,yang awalnya sangat berisik sekarang menjadi hening . mereka semua menatap ku seakan akan ingin menelan ku hidup-hidup , hei ada apa? Ingin sekali aku bertanya namun kuurungkan karena Mr. Meri tiba tiba masuk kekelas dengan membawa jangka

tunggu!!itu... seperti JANGKA MILIKKU , bagaimana bisa?baiklah ayo kita cari tau bagaimana asal usul jangka ku yang bisa ada ditangan Mr. Meri .

"Freya Austinius A."panggil Mr. Meri dan tentu saja aku langsung mau kedepan setelah menaruh tas ku kekursi yang aku tempati

Saat aku maju kedepan banyak pasang mata para gadis tertuju padaku , mereka menatap ku seakan akan aku adalah mangsa yang siap untuk dimakan hidup hidup, hfft... pasti karena mereka mengira bahwa aku akan merebut Mr tampan mereka

Hello!! Aku masih menginginkan para pemuda yang sepantaran denganku , lagian Mr. Meri lebih tepat menjadi kakak iparku dari... kak Karin tentunya .

"iya Mr. Apakah saya membuat kesalahan?"tanya ku sat tiba didepan meja guru dengan pandangan menuju arah lain

"jangkamu Miss Alexander "ucapnya seraya menyodorkan jangka berwarna hitam itu

"bisakah anda taruh saja dimeja , nanti akan kuambil"bukannya apa apa , kan memang jikalau ada yang ingin memberikan sesuatu itu harus diletakkan dulu supaya.. tidak bersentuhan . Tapi itu semua untuk yang bukan mahram saja

seperti aku dengan Mr. Meri yang bukan mahram , benar bukan?

Mr. Meri langsung menaruh jangka itu di meja , lalu aku mengambilnya dan berterimakasih

"terima kasih Mr. Meri , apakah saya boleh kembali duduk?"tanya ku padanya , dia hanya mengangguk saja

sepertinya dia sedang senang , bagaimana aku bisa tau? Tentu dsri kedutan dari bibirnya , memang aku hanya melihat sekilas namun aku tau bahwa ia sedang berusaha mati-matian menahan senyum yang akan terbit .

"senyum itu ibadah jika di agamaku , tersenyumlah sebagai amalan itu tak apa "ucapku pelan sebelum akhirnya kembali menuju kursiku

Saat aku duduk kembali Mr. Meri langsung berpamitan untuk keluar , karena memang sekarang bukanlah saatnya Matematika melainkan Fisika .

kulihat ada seorang yang aku tau ia adalah si slenderlina , kenapa aku memanggilnya seperti itu? Karena gaya pakaian serta make upmya yang mirip seperti hantu didalam game

rambut terurai , dismoothing pulak , berpakaian kurang bahan , pipi merah seperti habis ditabok sendal swallow , mata jedir hihihi... bukan hanya itu dia seperti memakaikan wig (Ram gak tau penulisannya jadi kohon dibenarkan jika salah) bibi yang di Filler , Maybe;) dan... yang paling penting lagi 1 kancing terbuka menampakkan pakaian **l*m-nya .

owh yaya... aku tau apa yang akan ia tanyakan padaku kali ini , pasti tentang jangka ini

"hei kenapa Mr. Meri memberikan jangka kepadamu"kan benar dugaanku , baiklah mari kita mulai drama kolosal terbaru diabad ini .

Bila takdir berkata lain(𝕋𝕣𝕒𝕟𝕤𝕞𝕚𝕘𝕣𝕒𝕤𝕚)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang