Suara riuh para murid terdengar bising saat bel tanda pelajaran usai berbunyi nyaring. Tentu hal itu yang paling dinantikan oleh setiap murid tidak terkecuali Chayra, sekalipun ia terkenal pintar di kelasnya.
"Balik bareng gue apa naik bus?" tanya Syren sambil memerhatikan teman akrabnya itu sedang sibuk merapikan berbagai macam peralatan tempurnya. Syren juga terlampau hafal bahwa Chayra terlalu malas mengendarai kendaraannya sendiri dari rumah maka dari itu hampir setiap hari anak itu akan lebih memilih menumpang pada Syren atau menggunakan fasilitas umum.
Chayra mendongak dengan cengiran khasnya. "Dapet tumpangan baru dong gue!"
Mendengar itu seketika membuat Syren mengernyit bingung. "Anak mana lagi yang lo porotin?"
"Ngaco lo." elak Chayra kini sambil berjalan pelan keluar kelas diikuti oleh Syren di sampingnya.
"Ya, terus?"
"Lo liat aja nanti, gue lagi males jelasin, ntar aus lagi puasa."
Tanpa basa basi Syren dengan kekuatan tenaga dalam langsung saja menoyor kepala Chayra sampai sang empunya kepala oleng menabrak tembok.
"Anjir!" sentak Chayra.
"Puasa apaan lo tadi makan bakso sampe nambah dua mangkok, emang dasar perut karung!"
Baru saja ingin membalas perbuatan biadab temannya, tetapi mata Chayra justru jatuh pandangannya ke arah cowok yang sedang santai berjalan sendiri menuju parkiran sekolah.
Tidak bisa dibiarkan, ia tidak mau ditinggal, pikir Chayra.
Jadi dengan kaki seribu nya, Chayra langsung melesat lari meninggalkan Syren di belakangnya yang hanya bisa ternganga takjub atas tingkah random Chayra itu. Syren juga tidak mengerti bagaimana bisa ia tahan berteman lama dengan manusia penuh akal aneh macam Chayra.
"GALEN!" teriak Chayra dari kejauhan yang tentu saja di dengar Galen, karena bagaimana tidak jika suaranya bahkan bisa lebih keras kalau disandingkan dengan toa mesjid. Namun, Galen dengan segala sikap menyebalkan, tidak merespon apa-apa dan terus tetap berjalan pergi membuat Chayra semakin mempercepat langkahnya.
"Heh! Ganteng-ganteng conge, lo ya?" sahut Chayra kembali ketika dirinya berhasil berdiri tepat di depan cowok itu dan menghadang langkahnya.
Galen mendelik. "Lo cewek kalo ngomong bahasanya bisa sedikit normal, nggak?"
"Nggak bisa kalo sama manusia nggak tau diuntung kaya lo!" balas Chayra semakin menantang sehingga Galen semakin kesal, tetapi karena malas menanggapi ia kembali melangkahkan kaki melewati Chayra.
"Ih Galen! Gue aduin ke tante sama om, lo ya! Gara-gara lo tadi pagi poin gue sama bu Sri nambah, sialan!"
Ya, tadi saat kejadian Galen tau kalau ia pingsan di tanah penuh tai kucing, Galen tanpa berpikir apa-apa langsung masuk kembali ke dalam rumah dan segera mandi berkali-kali hingga menghabiskan waktu 20 menit lamanya. Jangan tanya bagaimana emosinya Chayra menunggu cowok itu selesai mandi di ruang tamu, karena hampir saja ia ingin mendobrak pintu kamar mandi kalau dalam hitungan jari Galen tidak keluar juga.
Namun, apa yang di doakan tetap tidak menjadi keberuntungan Chayra. Sebab, saat mobil Galen berhenti di area sekitar sekolah, gerbang menjulang tinggi yang membatasi gedung sekolah nya telah tertutup rapat, jangan lupakan bagaimana ekspresi ganas bu Sri ketika melihat kembali wajah Chayra di rentetan murid-murid telat tadi pagi.
Hingga akhirnya, dengan sumpah serapah Chayra juga Galen harus bergantian membersihkan kamar mandi murid, guru, hingga petugas sekolah yang bahkan jika dijumlahkan total lebih dari 10 bilik.

KAMU SEDANG MEMBACA
Our Side
Teen FictionVantaside adalah titik mula dimana kisah dari kedua insan tersebut dimulai. _______________ Dilarang keras mencuri dan mengikuti isi dalam buku.