2. Mimpikah?/kenyataan?

12 2 0
                                    

*
*
*
' apapun jawabannya, ayah akan tetap memberikan tahta istana ini kepada mu'

'tapi ayah aku tidak ingin menjadi ratu! Aku tidak ingin memikul tugas dan tanggung jawab seorang ratu'

'historia! Beraninya kamu membantah ayah!'

'Memangnya kenapa ayah?! Aku sudah muak! Selama ini aku dikekang oleh ayah, mengikuti segala perintah ayah dan menjalani tugas sebagai putri.
Orang-orang bilang hidupku yg terbaik karna menjadi seorang putri kerajaan, tapi kenyataannya bahkan mental ku yg terkorban. Ayah melarang ku memiliki seorang kekasih dan sekarang dia pergi meninggalkan ku. Ini semua karna ayah! Aku benci ayah!'

'Historia! Jangan pergi! Kembali lah!'

"Nett.."

"Nettha..."

"Yak..Anettha! Hudang siah!"

Anettha terbangun dari tidurnya

Ralat, Anettha tertidur!

Diapun mengerjap kan matanya

"Anettha apa-apaan sih lu pake ketiduran segala"

"Tunggu ini dimana?"

"Dirumah gw"

"Kenapa gw bisa ada disini?"

"Lu harus bersyukur gw yg nemuin lu ketiduran di taman dan bawa lu kesini "

"What?! Jadi gw ketiduran? Ditaman?"

Yg ditanya menganggukkan kepalanya

"Hah gitu ya"

Sebenarnya Anettha masih linglung dengan keadaannya

Diapun meraba lehernya dan terbelalak karna menemukan kalung permata, tapi bukankah dia itu tadi bermimpi?

"Ada apa net?"

"Key kapan lu nemuin gw ketiduran di taman? Dan sebelum itu apa lu liat gw ngobrol sama orang gk?"

"Pokoknya dari pulang sekolah. Niatnya tadi mau pinjem buku lu eh lu nya nyelonong pergi dah gitu gw ikutin lu dan malah nemuin lu molor disana!,dan gw liat lu gk ngobrol Ama siapapun kok. Lu gimana sih?! Gimana kalo ditemuin Ama om-om terus diperawanin?!"

"Ish jaga bahasa nya juga kali key!"

Kalo Keysha bilang gw GK ngobrol Ama siapapun.. berarti itu cuman mimpi trus ini kalung punya sapa??
-Anettha

"Eh ini jam berapa key?"

"Jam setengah lima sore" jawabnya dgn santai

Sedangkan Anettha terbelalak dan berdiri tergesa-gesa

"Lah! Gw pulang dulu ya bhay!"

Dan Anettha pun pergi meninggalkan rumah temannya itu




*
*
*

Setelah sampai rumah Anettha perlahan membuka pintu rumahnya.

Tidak ada siapapun di ruang tengah

Aman..

Dia pun berjalan dengan berjinjit kaki menuju tangga lalu ke kamarnya

Cklek

"Dor!"

"Aaaaakkk!"




















*Orang yg mengejutkan Anettha:)*

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*Orang yg mengejutkan Anettha:)*

"Ish dasar bang Wooyoung tuh suka ngagetin!"

"Hihi bodoamat"
Jawab Wooyoung dan dia naik lagi kekasur netha untuk, Rebahan

"Tumbenan pulsek jam segini?"

Anettha yg sedang menyimpan tas nya di meja mendadak berhenti bergerak

"A- eu main di rumah temen dulu"

Dan Wooyoung pun cuman berOh sj.

"Keluar lo bang gw mau ganti baju!"

"Ganti ya ganti aja.. emangnya kenapa kalo ada gw? Kalo seandainya aja gw jadi mama mungkin gw bisa liat Lo buka baju" ucap nya dengan santai dan bermain hp

"Ish! Dasar mesum! Hueee MAMA... Ada om pedo di kamar ku.."


"Ish Anettha! Jangan teriak-teriak mama lagi sakit gigi"
Jawab mama dari kamarnya disebrang . Kamar mamanya terhalang kamar Wooyoung.

"Hahaha malah diteriakin"

"Nyebelin tau gk sih lo pedo"

Anettha pun menggebuki Wooyoung dgn bantal

"Ahahaha ah iya iya ini gw keluar"

Dia pun keluar.
Anettha menutup pintunya dengan keras dan menguncinya dari dalam.

Dia pun menghela nafas dan mulai membuka kancing seragamnya

Setelah dia memakai baju ganti ia pun melepaskan kalung permata-kalung yg diberikan oleh historia- itu dan dia menatapnya lekat

"Historia..."

Terdapat nama sang pemilik terukir di kalung itu

"Sebenernya lu siapa sih"

"Apa yg tadi siang itu mimpi?"

"Haaah pusing ah"

Nettha pun menyimpan kalung trsbt di atas nakas samping ranjang tidurnya dan mulai menutup matanya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 02, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Who Is My destiny?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang