Setelah apa yang Leksana temuin dirumah pohon Fajar itu dia benar-benar selalu kepikiran seperti apa sebenarnya cowok itu.
Bahkan ini sudah 5 hari dan Fajar tidak pernah sekalipun terlihat lagi baik disekolah maupun dirumah pohonnya tidak peduli seberapa lamapun Leksana menunggunya.
Leksana berbaring dikasur sambil mandangi langit-langit kamar, wajah Fajar selalu terlintas dipikirannya.
"Fajar lo dimana...." lirih Leksana.
Sebenarnya dia masih benar-benar penasaran dengan apa yang dia temuin di rumah pohonnya Fajar itu tapi sekarang Leksana lebih penasaran lagi tentang keberadaan cowok itu dimana.
Leksana akui kalau dia sangat cemas dengan Fajar apalagi dia yang benar-benar gak tau harus nyari Fajar kemana dan cara ngontaknya gimana.
Leksana menghela napas dan mengacak rambutnya sendiri saking frustasinya hingga tiba-tiba Leksana ingat dengan perumahan yang pernah dia dan Fajar datangi waktu itu.
Iya! Anak yang pernah mereka bantu jualan itu Leksana harus nemui dia siapa tau anak itu tau sesuatu tentang Fajar! Maka dengan bergegas Leksana bangkit dari kasur dan berlari ke walk in closet buat ganti baju seadanya.
Aduh sebenarnya dia gak terlalu ingat jalan keperumahan itu, akhirnya Leksana coba buat ke sekolah dulu lalu ngikutin alur yang dari sekolah sesuai dengan apa yang ditunjukin Fajar seingatnya.
Setelah cukup lama mutar-mutar akhirnya dia nemu jalan masuk buat ke perumahan itu membuat Leksana menghela napas lega.
Semoga aja ya itu anak ada dirumah dan gak lagi jualan atau kerja, lalu Leksana jalan kearah rumah anak itu dan mengetuk pintunya pelan hingga tidak berapa lama pintunya terbuka.
"Eh..temannya kak Fajar yang waktu itu ya?" Tanyanya membuat Leksana tersenyum tipis.
"Iya" ucap Leksana.
"Silahkan masuk dulu kak" persilahkannya yang Leksana angguki dan mengikuti anak itu untuk masuk.
"Aku buatkan minum dulu kak"
"Eh...gak usah repot-repot, kakak cuma bentaran doang kok" cegah Leksana.
"Oh yaudah kak"
"Kenapa ya kak?" Tanyanya membuat Leksana menghela napas pelan.
"Em kakak cuma mau tanya tentang Fajar aja"
"Kak Fajar? Kenapa?" Tanyanya bingung.
"Kamu tau alamat rumah dia gak?" Tanya Leksana.
"Alamat ya? Aku gak pernah tau soal itu kak"
"Kalau nomor hpnya? Atau apapun yang bisa buat hubungin dia" tanya Leksana.
"Gak ada juga kak"
"Memangnya kenapa kak?" Tanyanya.
"Gak papa, kakak cuma lagi ada sedikit urusan tapi Fajarnya beberapa hari ini absen sekolah" ucap Leksana, aduh dia jadi tambah bingung kalau begini ceritanya.
"Aku bertemu kak Fajar ketika lagi jualan dan dia tiba-tiba aja nawarin bantuan tenaga ke aku, dia juga selalu datang kesini buat bantuin anak lainnya atau ngajarin mereka yang gak pernah ngerasain bangku sekolah selama ini, semua anak-anak disini sayang kak Fajar karena dia baik dan semua yang dia lakukan itu tulus pada kami, dia lucu dan sangat penyayang kami nyaman bersama dia tapi memang sejak awal dia tidak pernah membicarakan apapun terkait dirinya dan tidak satupun dari kami yang ingin bertanya karena kami takut hal itu akan menganggunya" jelas anak itu membuat Leksana terdiam.
"Kami memang dekat dengan dia tapi kami tidak tau sedikitpun tentang dia" sambungnya, heh Sama seperti Leksana!
Leksana memijat pelan pelipisnya yang rasanya sudah nyut-nyutan, terus sekarang gimana caranya dia nyari Fajar!
Setelah pamit Leksana memutuskan nyoba buat cari Fajar ketempat yang pernah mereka datangi dan setelah tidak menemukan disitu dia sampai mencari ke tempat yang kemungkinan ada cowok itu tapi akhirnya tetap nihil.
Leksana jadi teringat hutan dipinggir pantai yang pernah dia datangi bersama Fajar waktu itu, dan dengan sedikit modal kenekatan Leksana langsung menuju tempat itu.
Sebenarnya dia cukup ragu buat masuk dalam hutan ini tapi dia berusaha buat tetap nekat dan berjalan pelan kedalam sambil berusaha mengingat jalan untuk keluar.
"FAJAR....!" Panggil Leksana berharap cowok itu akan menjawab dengan penuh semangat seperti biasanya.
"FAJAR!!!"
"FAJAR LO ADA DISINI?!!" tapi setelah seberapa jauh Leksana masuk dan neriakin nama Fajar gak ada sedikitpun tanda-tanda kalau dia memang ada disini.
"Shit!!" Leksana mengumpat pelan karena kesal.
Dia akhirnya coba cari lagi cowok itu dijalan-jalan yang pernah mereka lewati siapa tau dia gak sengaja bakal ketemu Fajar.
"Fajar lo dimana?" Lirih Leksana, dia rasanya udah hampir putus asa buat cari keberadaan cowok itu.
Masalahnya Fajar dan segala tingkah ajaibnya itu bisa muncul dimana aja bahkan ditempat yang gak terduga sekalipun, Leksana akhirnya mutusin buat balik kerumah pohon dia aja dan nungguin cowok itu disana sama seperti hari sebelumnya.
Saat dia sampai ditempat dia parkir biasanya matanya sedikit memicing melihat siluet seorang cowok yang berdiri ditepian danau, Fajar kah?
Setelah Leksana perhatiin lebih baik ternyata cowok itu memang Fajar, tapi apa yang dia lakuin berdiri diam dipinggiran danau kaya gitu?
Mata Leksana langsung melotot saat Fajar meloncat kedalam danau membuatnya langsung berlari kearah danau lalu tanpa pikir panjang langsung lompat juga kedalam danau itu.
Shit! Airnya luar biasa dingin ternyata, Leksana coba nyelam kesana kemari buat nyari keberadaan Fajar, dia menarik napas sebentar ke permukaan lalu menyelam lagi buat nyari cowok itu, Leksana udah hampir nangis rasanya saat gak bisa nemuin dimana Fajar ditambah dengan air danau yang keruh membuatnya gak bisa ngelihat dengan jelas, hingga akhirnya Leksana berhasil nemuin Fajar lalu dia langsung mendekapnya dan berusaha buat narik Fajar kepermukaan.
Mereka berdua sama-sama terbatuk hebat saat sudah berhasil berada ditepi danau dan dengan amarah Leksana langsung nampar pipi cowok itu agar dia sadar dengan apa yang dia lakuin barusan itu lebih dari kata bodoh.
"Leksana..." lirihnya.
"Brengsek, bodoh! Lo pikir apa yang lo lakuin hah!" Leksana gak tahan untuk gak teriak didepan muka Fajar agar dia tersadar.
"Leksana..." lirihnya yang kali ini dengan sebuah isakan pelan.
Leksana langsung narik cowok itu dalam pelukannya saat dia terisak hebat.
"Bodoh!" Lirih Leksana.
"Lo bodoh Fajar!" Jantungnya bahkan sudah berdetak tidak karuan sejak tadi karena ketakutan yang tiba-tiba menyerangnya
Fajar mencengkram kuat baju Leksana dan terus terisak, bahkan rasanya napas Leksana masih tersenggal karena perasaan yang campur aduk antara amarah dan takut.
################################
Gak kebayang kalau Leksana gak datang tepat waktu langsung end mungkin ceritanya😃

KAMU SEDANG MEMBACA
Langit Sore || Renmin
Random"Sejak dimana aku mengenal dia, aku baru bisa mengerti apa yang dinamakan dengan kehangatan itu walau hanya dengan melihatnya tersenyum" Hasta Leksana Pradigta. Renmin Area⚠️ Top: Renjun Bot: Jaemin Ini ceritanya bertema lokal jadi harap disesuaikan...