3. I find you

217 32 3
                                    




Hari ini, hari yang paling aku tunggu-tunggu haha. Kenapa? Karena kami akan ke Pulau Jeju, yeayyy!!! Ya aku tahu kalo aku kerja, tapi ya gapapa dong kerja sambil liburan. Kapan lagi ye kan ke pulau Jeju dibayarin perusahaan. Aku telah selesai memasukkan keperluanku selama 3 hari untuk berada di Pulau Jeju. Aku memakai sepatu agar bisa segera menuju ke perusahaan. Namun, ketika aku sedang mengikat tali sepatuku, ponselku bordering dan ternyata manager Yoon yang menelfonku.

"Hallo.."- seruku setelah mengangkat panggilan telfon darinya.

"Yoo Ra, Jeno lagi sama kamu?"- Tanya manager Yoon,

Aku menggelengkan kepalaku walau kutahu manager Yoon tidak akan bisa melihat itu, "Nggak. saya masih dirumah, ini mau siap-siap ke kantor."- jelasku.

"Yoo Ra, kamu cari Jeno sekarang juga."- suruhnya.

"Lhoh kok saya?"- balasku bingung.

"Jadi saya harus suruh siapa? Saya gaji kamu untuk jadi apa?"- tanyanya.

"Asisten Jeno."- jawabku singkat.

"yaudah, sekarang kamu cari dia sampai dapat. Saya nggak mau tau, 2 jam lagi kamu harus bisa bawa Jeno ke kantor."- ucapnya panjang lebar, "Oiya, Jeno nggak ada di Dorm atau dirumah orangtuannya, saya gamau tau kamu mau cari dia kemana, pokoknya dalam waktu 2 jam dia harus udah ada di kantor."-

~Tut!

Sambungan terputus.

Astaga, gini amat ya cari duit T_T, aku mendengus kesal sambil memukul angin yang ada kamarku. Bisa nggak sih sehari aja si bulan sabit itu tidak memberiku masalah. Jadi, sekarang kemana aku harus mencarinya? Memangnya aku tau tempat tongkrongannya diluar jadwalnya sebagai artis?

Terkadang manager Yoon suka ngadi-ngadi deh, ngasih penjelasan kagak akurat banget. Aku mencoba menelfon Jeno tetapi ponselnya malah nggak aktif. Jadi, ini mereka nyuruh aku nyari Jeno yang bahkan tanda-tanda kehadirannya aja nggak ada yang tau?

Oke, Sae Ron memang benar, Uang itu memang mahal!

Aku segera pergi dari kos sambil menelpon Jaemin, salah satu teman segrupnya. Untung saja kemarin Jaemin minta tolong padaku untuk ngisiin dia pulsa, jadi aku punya nomernya huhu.


"Hallo Jaemin, ini aku Yoo Ra. Kamu dimana sekarang?"- tanyaku saat dia mengangkat panggilan dariku.

"Yoo Ra? Oh, asisten Jeno ya. Aku di dorm nih. Kenapa? Mau nyariin Jeno?"- tanyanya balik.

"Iya, kamu tau nggak Jeno dimana?"-

"Nggak."-

Oke, kayaknya memang aku salah Tanya deh.

"Kalo gitu, kamu tau nggak tempat yang sering dia kunjungi? Kayak Cafe atau apalah gitu."-

"Kalau kita tau, kamu pasti nggak akan disuruh nyariin dia sekarang."- ucap Jaemin, "Udah deh, mending kamu istirahat aja. Nanti dia juga balik sendiri."- lanjutnya lagi.


Ya kalo bisa nih ya, aku milih rebahan aja Na Jaemin daripada keluyuran tanpa arah kayak gini nyariin si bulan sabit. Tapi ya gimana ya, akukan kerja jadi... ah sudahlah.


"Em Okedeh. Tengkiyu Na."- balasku sambil mematikan sambunganku padanya. Aku memijit pelipisku sambil berpikir kemana ya kira-kira lelaki itu bersembunyi.

"Ah, Yeji.."- monologku, ya! Mungkin sajakan dia ke rumah sakit. Aku segera berlari untuk mencari taksi dan segera menuju ke rumah sakit tempat Yeji dirawat.

Forbidden Rencard | Jeno LeeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang